A+ A A-

Sebutan Untuk Dewi Dewi Di Tiongkok

  • Written by  Ardian Zhang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Sebutan untuk para dewi itu ada beberapa macam. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda , tingkatan yang berbeda dan kepercayaan yang berbeda.

  1. Yuanjun 元君
  2. Niang2 娘娘
  3. Xiannv 仙女
  4. Xiangu 仙姑
  5. Ma 媽
  6. Mazu 媽祖
  7. Mazupo 媽祖婆
  8. Po zu 婆祖

Secara garis besar ini, bisa kita lihat hanya pada pada butir 1,3 dan 4 itu mengacu kepada kepercayaan tertentu.


Yuanjun 元君

Sebutan yuanjun itu jarang digunakan sebagai penyebutan, malah beberapa tokoh wanita yg menggunakan sebutan itu jarang dikenal dibanyak kalangan, sebagai contoh Bixia Yuanjun 碧霞元君, Jinmu Yuanjun 金母元君, Doumu Yuanjun 鬦母元君  dan lainnya.
Ini adalah dewi dalam Taoism, misalnya Bixia Yuanjun, adalah pendiri aliran Shangqing 上清 Maoshan 茅山, nama aslinya Wei Huacun 魏華存. Ini sebutan utk mereka para wanita yg berlatih Tao hingga mencapai yang tertinggi dan kontribusinya tinggi, selain itu juga untuk para dewi Tao yang eksis sejak alam semesta terbentuk, misalnya Jinmu Yuanjun 金母元君atau Xi Wangmu 西王母.

Niang2 娘娘

Niang2 adalah sebutan terhormat untuk  ibu kepala negara alias ratu pada masa jaman dulu. Sebutan itu berlaku untuk ratu dan selir.
Niang2 berarti pula ibu yg terhormat. Status atau gelar niang2 banyak diberi pada para dewi jaman dulu, contoh Wangmu Niangniang 王母娘娘 yg dianggap berpasangan dengan Dong Wang Gong 東王公. Tapi selain itu arti kata niang2 bisa berarti nenek. Banyak "dewi" yang menggunakan istilah niang2 terutama dinasti Song dan sampai dinasti Yuan akhir, Ming awal, yang juga masih tersisa sampai saat ini. Contoh Guanyin niang2 觀音娘娘, Mazu niang2 媽祖娘娘 ( ada penjelasan lain soal nama Ma Zu ini yg menunjukkan Lin Moniang ), Nvwa niang2 女媧娘娘 dsbnya.

Xiannv 仙女

Xiannv adalah dewi di kahyangan, misalnya di cerita Jinghua Yan 鏡花緣, Tianxian pei 天仙配, juga dalam legenda2 Tiongkok kuno, anak para kaisar purba adalah xian nv. Dan para xiannv ini adalah dewi-dewi remaja

Xiangu 仙姑

Xian gu 仙姑 artinya adalah bibi dewi, biasanya untuk para taoist wanita, dan salah satunya adalah He Xiangu 何仙姑, sayangnya foto2 kelenteng He Xiangu di kota Zeng Cheng tidak sempat selamat waktu harddisk di komputer saya rusak.

Ma 媽

Ma 媽 artinya ibu. Salah satu yang sering disebut dengan sebutan ma inia dalah Guan Yin 觀音, arti kata ma mengandung makna yang luas, selain ibu jg adalah yang merawat. Jadiingat jaman sekarang banyak yg jadi ibu tapi tidak merawat anaknya, si anak dirawat oleh babysitter. Suatu sebutan yang benar2 mengarah kepada sikap ibu yang menyayangi anaknya sendiri.

Mazu 媽祖

Mazu 媽祖 artinya nenek, dan lebih bersifat merakyat dibanding sebutan niang2 娘娘.Selain untuk sebutan Lin Moniang sebutan ini juga kadang dipakai utk Guan Yin, misalnya 媽祖觀音 makcoh Kwan Im. Tapi sebutan yang dipakai utk Lin Moniang berdasarkan legenda bahwa Lin Moniang adalah penitisan dari Mazu 馬祖/sesepuh Ma, sesepuh Zen yang bergelar daoyi chanshi 道一禪師, karena Lin Moniang wanita, maka tulisan Ma kuda diganti dengan tulisan Ma ibu. Daoyi Chanshi dihormati  karena beliau yang membawa masuk Buddhism aliran Chan ke daerah Minnan dan memberikan pengaruh luas di daerah tersebut.

Mazupo 媽祖婆

Mazupo atau makcopo, disini terutama di beberapa daerah di Jawa sering rancu. Makco adalah untuk Kwan Im dan Makcopo untuk Tianshang Shengmu. Artinya adalah nenek buyut.

Po zu 婆祖

Pozu, ini jarang sekali, kalau ada juga untuk dewi purba, misalnya poco Kiutian.

***

Umumnya sebutan yang bersifat kekeluargaan itu ada pada kepercayaan rakyat dan juga pada mayoritas penganut 3 agama yang berkembang di Tiongkok. Karena salah satu inti dari budaya Tionghoa adalah leluhur yang patut dihormati karena kontribusinya dan karena mereka leluhur, tentunya sebutannya juga harus mengarah kepada yang lebih tinggi derajatnya secara umum, tapi mereka tetap masih satu keluarga.

Ada satu sebutan lagi yaitu 姑 atau bibi tanpa embel2, misalnya 紫姑 Zigu yg penyebutannya utk Qi furen 戚夫人atau madam Qi yang nasibnya tragis hidup bagaikan babi di dalam cubluk atas perintah dari ibusuri Lv. Jadi tidak selalu mereka yang menjadi "dewa" atau "dewi" adalah mereka yang bernasib baik, terkadang mereka menjadi "dewa dewi" itu sebagai PERINGATAN kepada generasi selanjutnya jangan memperlakukan orang dengan buruk, juga sebagai penghormatan atas integritas mereka dalam menghadapi kepahitan hidup. Tapi secara umum, mayoritas dewi dewi adalah yang memberi kontribusi positif pada masyarakat.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onSunday, 14 October 2012 10:27
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/819-sebutan-untuk-dewi-dewi-di-tiongkok

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto