A+ A A-

Shaolin Pasca Pembakaran dan Shorinji Kempo

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Dinasti Qing melakukan penghancuran Shaolin secara besar-besaran dan menuduhnya sebagai sarang pemberontak. Kemudian ilmu asli Shaolin tercerai-berai dan berevolusi kedalam varian ilmu beladiri baru , seperti Shingyichuan , Dongbeichuan , Fanzhichuan dan lain lain. Selain itu sebelum tradisi bela diri Shaolin , di Tiongkok sudah ada seni beladiri lain , salah satunya Baguacang.

 


Shaolin Selatan yang sering disebut sebagai Nan Shaolin dibakar oleh kaisar Yongzheng karena menampung pemberontak. Dan ada biksu penghianat dari Shaolin yaitu Yuan Kong. Biara ini terletak di Quanzhou (Cuanciu) propinsi Fujian (Hokkian). Seni beladiri di selatan tidak semua berasal dari Shaolin , seperti Bajiquan , Baguazhang , Taijiquan, Tiangangquan. Yang berasal dari Shaolin selatan antara lain Wuzhuquan.

Xinyiquan berasal dari Shaolin selatan. Xinyiquan konon berasal dari jendral Yue Fei dari Dinasti Song yang melatih tentaranya dengan teknik tersebut. Xingyiquan tidak tercerai berai dari Shaolin setelah pembakaran oleh pasukan Qing (ada selisih waktu sekitar 700 tahun). Xingyiquan itu termasuk aliran Neijia, sama seperti Taijiquan, Baguazhang, dan Aikido.Dan Yung Chun Quan. Shaolin Selatan dibakar habis oleh tentara Qing, sekarang di lokasi eks Shaolin selatan hanya ada batu yang menunjukkan bekas kompleks Shaolinsi berdiri.

Saat ini ilmu beladiri otentik dari Shao Lin yang masih tersisa malah berkembang di Jepang (dibawa oleh Biksu Shao Lin yang mengembangkan  Buddha Dharma di Jepang) dengan nama Shorinji Kempo.

Ada anggapan bahwa nama Katakana tersebut kalau dibaca dalam Mandarin terbaca "Shao Lin Kung Fu". Seperti  halnya yang autentik beladiri Shorinji Kempo / "Kempo" adalah  koordinasi antara mental (ketenangan dan konsentrasi), tenaga dan  reflek.  Padahal huruf Katakana tidak bisa dibaca dalam bahasa Mandarin. Huruf yang dipakai untuk menulis Shorinji Kempo adalah huruf Kanji, yang berarti huruf orang Han/Chinese (Mandarin: Hanzi).

Shorinji Kempo itu kalau dibaca dalam bahasa Mandarin adalah Shaolinsi Quanfa. Shaolinsi adalah nama vihara (shao: sedikit, lin: hutan, si: vihara). Sementara arti Quanfa adalah ilmu silat (quan: kepalan tangan alias peureup, fa: cara/metoda)

Istilah Kungfu (Pinyin: Gongfu) memang sering diindentikkan dengan beladiri. Untuk menyebut beladiri, istilah WUSHU lebih tepat daripada GONGFU. Pengertian gongfu lebih luas dari sekedar beladiri, orang yang mempunyai keahlian melukis, kaligrafi, bermain musik, membuat perkakas, dll dapat dikatakan mempunyai gongfu tetapi belum tentu ia menguasai wushu.

Budaya-Tionghoa.Net |

 


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan link aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/825-shaolin-pasca-pembakaran-dan-shorinji-kempo

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto