A+ A A-
Agama Rakyat

Agama Rakyat (22)

Mengenai Institusi Caici & Kultur Hakka

Photo : Album Foto Ritual Caici (21 Pics) , by Ardian Cangianto 

Budaya-Tionghoa.Net | "Caima" adalah sapaan yang kurang sopan (berkonotasi peyoratif) bagi mereka yang disapa.  Lebih baik disapa "Cai Ci" saja.  "Lembaga Caici" adalah sesuatu yang khas di propinsi Guangdong dan hanya ada dalam masyarakat Hakka dan juga Konghu. Dalam pelaksanaan upacaranya Caici menjapkan Keng (sutra) dengan bahasa Hakka dalam irama dan cengkok lagu-lagu rakyat Hakka (San Ge dalam pelbagai versi). Dengan mengacu pada keng yang mereka baca, tidaklah seluruhnya benar jika dikatakan lembaga Caici adalah bagian dari agama Buddha, lebih tepat mereka adalah pengejawantah agama/kepercayaan tradisional Tionghoa yang di dalamnya ada unsur-unsur Buddhis dan Taois serta kepercayaan lokal lainnya.

Read more...

Konteks Sejarah Chinese Medium Spirit

Budaya-Tionghoa.Net | Sah-sah saja meneliti dan menganalisa ta tung dari perspektif sejarah dan perkembangan peradaban. Dalam beberapa segi, memang fenomena seperti itu sering kali berbenturan dengan rasio dan logika. Kita bisa melihat hal itu di banyak peradaban, entah dengan cara halus atau cara kasar (maksudnya adalah sistem “masuk”nya mahluk adi kodrati itu ). Dalam sejarah Tiongkok fenomena seperti itu sudah dikenal sejak jaman purbakala.

Read more...

[Q-A] Pertanyaan Tentang Ngo Kok 五穀

 

Photo Ilustrasi : IRRI.ORG

Tanya : Dalam acara pemakaman warga Tionghoa ada istilah "Ngo kok" sambil membaca kalimat nya maka dilempar lah bibit-bibit jagung,kacang,. ! Kemudian membelah kelapa muda.. Mohon senior yang lebih  tahu soal ini untuk memberi penjelasan. Arti dan tujuannya apa ? . Juga kalimat ngo-kok yang benar itu seperti apa? Karena menggunakan dialek Hokkian. Saya tidak mengerti bahasanya. Jadi seumpama tokong-nya salah ucap mana kita tahu salah nya apa? Mungkin ko David kwa dkk bisa  berkenan memberi penjelasan.

Read more...

[Q-A] Sembahyang Samkao atau Sembahyang Rakyat ?

Tanya : Mohon bantuan Hia Ti yang mempunyai informasi tentang bagaimana tata cara sembahyang sehari-hari yang benar menurut Sam Kao (San Jiao). Hal ini mengingat keseharian masih banyak simpang siur yang dilontarkan berbagai orang tentang hal ini yang masih mengandung banyak perbedaan di sana sini. Ada kebingungan bagi kita generasi muda tentang bagaimana hal ini yang sebenarnya. Dan apa jadinya jika yang menanyakan hal ini adalah anak- anak cucu kita nanti? Mohon petunjuk dari Hia Ti semua.

Jawab : Sebenarnya sembayang ala Samkao sepertinya tidak ada . Kalaupun ada juga sembahyang ala rakyat jelata atau minjian xinyang. Secara umum sih sembayang dibagi tiga tata cara , yaitu cara menurut Buddha Mahayana, KHC dan Tao.Semuanya sama memakai satu atau tiga batang hio.

Susunan meja sembayang secara umum adalah teh, air putih , arak , yang merupakan ciri Tao dan  KHC , serta lambang Taiji Yinyang, air putih lambang taichi, teh lambang yin, arak lambang yang
2.5 macam buah atau 5 warna , lambang 5 unsur. Kalau agama Buddha ada yang mengkaitkan dengan 5 Dhyani Buddha.

Read more...

Tatung , Pengharapan Akan Keharmonisan

Budaya-Tionghoa.Net | Melihat parade tatung atau tangki di Asia Tenggara yang melibatkan dewa-dewa lokal atau juga para leluhur lokal. Apa yang terbayang dalam pikiran kita ? Apakah suatu parade atau show ? Atau suatu hal yang memiliki nilai lebih tinggi daripada sekedar upacara pembersihan dan pengusiran roh-roh jahat ? Upacara yang menjijikkan ?

Read more...

Keguyuban antar-Umat beragama di Tiongkok yang hampir tiada Taranya

Keguyuban antar-Umat beragama di Tiongkok yang hampir tiada Taranya

Agama Buddha menyebar ke Tiongkok dan kemudian ke Nusantara pada
abad kedua Masehi, dan secara signifikan telah mempengaruhi
pemikiran, budaya dan kesenian Tiongkok - walaupun hanya sebagian
orang Tionghoa menganut agama Buddha. Biara kuno yang terkenal
diseluruh negeri Tiongkok terpelihara dengan baik sebagai daya tarik
wisata, selain berperan sebagai tempat ibadah. Biara-biara yang
paling ternama berada dalam bayangan keempat Gunung Suci Buddha:
Gunung Wutai di Provinsi Shanxi, Gunung Putuo di Provinsi Zhejiang,
Gunung Jiuhua di Provinsi Anhui dan Gunung Emei di Provinsi Sichuan.

Sama dengan agama Buddha, agama Dao mempunyai pengaruh yang
signifikan dalam pemikiran agamawi dan filsafat Tionghoa. Sebagai
satu-satunya agama yang berasal dari tanah Tiongkok, agama Dao
lahir 1.800 tahun yang lalu. Doktrinnya mendasar pada ide-ide yang
tercatat dalam buku klasik - Dao De Jing yang konon ditulis pendiri
agama Dao, Lao Zi, pada abad 6 SM.

Islam merupakan umat beragama terorganisir yang paling besar di
Tiongkok, jem'aah muslimin berada di Daerah Swatantra Xinjiang Uygur
dan Daerah Swatantra Ningxia Huizu serta daerah-daerah lain di
Tiongkok Barat Laut menurut rute Jalan Sutra lama, Terusan Agung,
Tiongkok Barat Daya dan pesisir Timur Daya. Banyak mesjid agung dari
masa Dinasti Tang - abad ke-9 M - masih aktif di Xi'an, Hohhot,
Guangzhou, Hangzhou dan Beijing. Islam adalah agama berkembang
paling pesat di Tiongkoko, terutama di bagian barat dan utara
Tiongkok darimana hanyas sejumlah Tionghoa perantauan berasa, Pdahal
ketika Dinasti Ming berkuasa, Islam dan Tionghoa seling membantu
membendug kolonialisme Kristen dengan 'Gold,glory,bible' Tujuaannya,
aga memecahbelakan Tionghoa dand Natvies!

Agama Kristen pertama kali masuk Tiongkok pada abad ke-7 M,
disebarkan Kristen Nestorian dari Persia. Kini terdapat sekitar 8
juta orang Kristen di Tiongkok.

Pendatang Yahudi berimigrasi ke Tiongkok sejak ribuan tahun lalu,
salah satu sinagog Yahudi yang terkenal berada di kota Kaifeng di
Provinsi Henan dan dibangun pada tahun 1163. Para turunan orang-
orang Yahudi ini hampir semuanya berasimilasi kedalam fabrik etnis
dan sosial Tionghoa, akibatnya jumlah penganut agama Yahudi kini
tidak banyak. Sebelum tahun 1949 terdapat komunitas pendatang Yahudi
yang besar di Shanghai dan di Nanjing, tetapi sekarang tidak ada
tapak tilas apapun.

Bukan agama tetapi selebihnya sistem filsafat sosial dan etika,
Konfusianisme (Konghucuisme) masih berpengaruh di Asia Timur 2.500
tahun sejak Nabi Konfusius wafat. Qufu, 1650 km sebelah selatan
Jinan di Provinsi Shandong, adalah kota asal Konfusius. Vihara
Konfusius (bukan tempat ibadah melainkan tempat ziarah yang kramat
untuk menghormatinya) yang mentereng, struktur terbesar menurut
jenisnya di dunia, mencakupi luas tanah lebih dari 20.000 meter
persegi dengan kemegahan yang dibuat dari genteng emas dan merah.
Konfusius (551-479 SM) beserta anak cicitnya secara politik menjadi
salah satu keluarga yang paling berpengaruh dalam sejarah Tionghoa.
Wisma Keluarga Konfusius, adalah tempat dimana orang dengan mudah
bisa kesasar yang terdiri dari sembilan pelataran yang tersambung
satu sama lain dan lebih dari 400 ruang, inilah tanda kekuasaan dan
pamor keluarga ini. Lebih dari 200.000 makam keluarga Konfusius
berada di perkuburan Hutan Konfusius yang tidak jauh.

 

Source : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/405

Read more...

Agama Asli Bangsa Tionghua

Budaya-Tionghoa.Net | Pemujaan terhadap leluhur telah memiliki sejarah yang panjang di Tiongkok. Para ahli arkeologi telah menemukan bahwa pemujaan semacam itu telah dilakukan semenjak jaman prasejarah
(sekitar 1,7 juta tahun yang lalu hingga abad ke-21 SM). Dengan berkembangnya pertanian, orang memuja langit (tian)dan bumi (di) dengan harapan memperoleh hasil panenan yang baik.

Read more...

Huang Quan : Alam Baka

Budaya-Tionghoa.Net | Pada masa dinasti Zhou, alam baka atau nether world disebut sebagai huangquan 黄泉. Huangquan bisa diartikan sumber air bawah tanah, seperti dalam cerita Dongzhou Lieguo 东周列国 ( kisah roman dinasti Zhou Timur dan kerajaan-kerajan dibawah dinasti Zhou ) yang salah satunya adalah menceritakan ibu dan anak bertemu di sumber air bawah tanah atau alam baka. Kisah itu tercatat dalam Chun Qiu 春秋 yang merupakan salah satu kitab utama kaum Ruist yang kemudian dikutip atau ditulis lagi dalam banyak kitab sejarah lainnya seperti Gu Wen Guan Zhi古文观止.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto