A+ A A-
Diaspora

Diaspora (44)

Yang Menolak Tidak Memakai Nurani dan Logika

Budaya-Tionghoa.Net | Sinergi Pasangan Budi Wijaya - Lany Guito : Yang Menolak Tidak Memakai Nurani dan Logika *

..Apa memang disuruh 'kumpul kebo' yang nyata-nyata bukan budaya bangsa Indonesia?...Anda masih ingat dengan kasus perkawinan Budi Wijaya dengan Lany Guito yang sempat menjadi perbincangan hangat di berbagai instansi. Kasus itu terjadi tatkala Kantor Catatan Sipil (KCS) Surabaya pada tahun 1995 menolak mencatatkan perkawinan yang dilakukan pasangan itu di Klenteng Boen Bio Surabaya pada 23 Juli 1995 sebab berdasarkan tata cara, agama Khonghucu dianggap bukan salah satu dari 5 agama resmi. KCS Surabaya merujuk pada Surat Keterangan Kanwil Depag Jatim.
Kasus mulai mengembang ketika mereka melakukan gugatan. Pada gugatan di tingkat peradilan pertama (PTUN) dan tingkat kedua (PTTUN) mereka kalah, meskipun berbagai saksi ahli, pakar, dan tokoh agama telah memberikan kesaksian. Baru pada pemerintahan Reformasi, pada Maret 2000, Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan yang memenangkan penggugat dan memerintahkan Kantor Catatan Sipil Surabaya untuk mencatatkan perkawinan Budi Wijaya dan Lany Guito.

Read more...

Istilah "Cina" dan "China": Tinjauan Historis dan Masalah Penggunaannya Dewasa Ini

 


Rupanya hingga hari ini, pemakaian istilah "Cina", "China", "Tionghoa" masih menjadi perdebatan yg hangat. Tulisan di bawah ini berasal dari Bpk Drs Eddie Lembong, ketua pendiri Yayasan Nation Building (Nabil), yg disusun sebagai jawaban atas email sdr Dharma Hutahuruk. Barangkali ada baiknya dibagikan juga dimilis ini, dengan harapan akan membawa manfaat. Terimakasih dan salam Didi

Read more...

Beri Jalan Orang Cina

Budaya-Tionghoa.Net |  Jadi orang Cina di negeri ini, di masa ini pula, memang serba salah. Walaupun sudah ganti nama, masih juga ditanyakan ‘nama asli’nya kalau mendaftarkan anak ke sekolah atau jika membuat paspor. Mungkin, karena memang nama yang digunakan terasa tidak pas bagi orang lain, seperti nama Nagaria. Biasanya naga menggambarkan kemarahan dan keganasan. Apakah si naga yang riang gembira ini tertawa-tawa? Hartadinata, terasa lucu, karena tidak klop antara kekayaan dan keanggunan jabatan, antara harta dan nata.

Read more...

Jangan Bedakan Kami , Karena Kami Indonesia Ada

Jangan Bedakan Kami, Karena Kami Indonesia Ada


Budaya-Tionghoa.Net | ITULAH rengeng-rengeng (gumam) yang berulang kali dinyanyikan biduan country Franky Sahilatua sambil memetik senar gitar kopong di podium. Event-nya, seminar sehari dengan tema Sumpah Pemuda dan Semangat Pluralisme. Tempatnya di Restoran Raja Kuring, Jl Kakap No 5, Pasar Ikan, Jakarta Barat. Waktunya, Sabtu, 29 Oktober 2005. Diselenggarakan oleh INTI, Perhimpunan Indonesia-Tionghoa DKi Jakarta.  Acungan jempol buat INTI karena peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sungguh sepi bagai dilupakan oleh sebagian terbesar rakyat dan Pemerintah Republik Indonesia.

Read more...

Tradisi di antara Agama & Politik

Budaya-Tionghoa.NetEtnis Tionghoa di Papua sama heterogennya dengan suku-suku asli. Walaupun berasal dari daerah moyang yang sama, mereka tidak satu agama, satu tradisi, dan satu pendapat. Agama dan politik telah membedakannya.

Di antara rimbunnya rumpun bambu, Ricky The menyusuri bongkahan-bongkahan nisan yang berjajar. Wakil Ketua Perkumpulan Keluarga Besar Toroa (yang semuanya adalah peranakan Tionghoa-Papua) ini menunjuk sebuah nisan baru terbuat dari porselen merah. Tertulis nama “Tan Kai Tjok” di sana, moyang dari semua keluarga Toroa yang datang dari provinsi Fujian.

Read more...

Keramik Tiongkok, Alat Tukar yang Membudaya

Budaya-Tionghoa.Net | Suku-suku asli Papua sudah mengenal keramik Tiongkok selama ratusan tahun. Di mata mereka, keramik Tiongkok mempunyai fungsi sosial budaya yang tinggi.


Sepuluh laki-laki Papua berjubah kuning menari, menyanyi sambil menabuh tifa, gendang panjang khas Papua yang terbuat dari kayu dan kulit biawak. Di belakang mereka berbaris ratusan orang. Tua, muda, laki-laki dan perempuan, mengikuti penabuh gendang sambil berjalan jinjit-jinjit dan saling bersahutan. Ramainya barisan ini menyita perhatian masyarakat dan sempat membuat jalan raya Biak macet.

Read more...

Dari Gerakan Bawah Tanah sampai Zona Damai

Budaya-Tionghoa.Net | Perjuangan integrasi Irian Barat ke pangkuan NKRI melibatkan organisasi dan para peranakan Tionghoa. Namun, tak semua sependapat tentang masalah gerakan pro-kemerdekaan.

Taman makam pahlawan Serui terletak di tengah kota. Dihiasi tugu bercat putih dengan lambang Garuda ¬Pancasila. Terbaring delapan jasad pahlawan yang berjasa dalam mengintegrasikan Irian Barat ke pangkuan NKRI: Silas Papare, Stefanus Rumbewas, Thung Tjing Ek, Dirk Ramandey, Salim Suneth, HW Antaribaba, Rafael Maselkosu dan George Henk Ayorbaba.

Read more...

Nichkhun Horvejkul , Chinese-Thai & Band Korea

Budaya-Tionghoa.Net | Nichkhun Horvejkul นิชคุณ หรเวชกุล atau Nichkhun (닉쿤) adalah seorang Chinese-Thai yang dilahirkan pada tanggal 24 Juni 1988. dibesarkan di Rancho Cucamonga, California. Di usia dua tahun , dia pindah ke Thailand dengan keluarganya dan studi di Dhepkanjana , dan Tangpiroondham. Di usia 12 tahun dia studi di Wanganui College di Selandia Baru selama setahun setengah sebelum kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studinya.

Read more...

Khu Chun Seng [Seng Sae Khu ] - Awal Dari "Dinasti Shinawatra" Di Thailand

Budaya-Tionghoa.Net | Sebelumnya , Siam telah menjadi tujuan migrasi sejak abad 14 M. Jumlahnya terus meningkat sejak abad 18. Setelah ibukota kuno Siam , Ayuttahaya di serbu Burma di tahun 1767 dan ibukota baru didirikan di Thonburi-Bangkok , Raja Siam menyambut baik kedatangan para Tionghoa untuk ikut berkontribusi dalam membangun kembali perekonomian. Seng Sae Khu [Khu Chun Seng] adalah seorang Hakka bermarga Khu yang bermigrasi ke Siam [1860] pada usia sekitar 10-12 tahun. Pada usia semuda ini ada kemungkinan Khu didampingi ayahnya[?].

Read more...

Kisah Guang Ning dengan Hua Xin : Mahluk Sosial dan Persahabatan

Budaya-Tionghoa.Net | Manusia adalah makhluk sosial,tidak bisa hidup menyendiri,selalu membutuhkan orang lain.Dalam pergaulan kita akan menemui banyak macam orang.Terkadang kita tertarik untuk berteman dengan seseorang karena pertemuan pertama memberikan kesan yang baik.Memang kesan pertama memiliki peranan penting dalam pergaulan,akan tetapi seiring berjalannya waktu penilaian kita terhadap seseorang bisa saja berubah.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto