A+ A A-
Tokoh Tionghoa

Tokoh Tionghoa (183)

Orang-Orang Penting Bermarga Zhu (朱)

Budaya-Tionghoa.Net |Berikut ini adalah daftar orang terkenal marga Zhu (朱) dibaca "cu" atau dalam ejaan Wade & Giles ditulis sebagai "Chu" yang dirangkum oleh seorang member group bermarga sama.

A. Bangsawan

1. Dinasti Tang (618 - 907 M)

Zhu Ci, jenderal dan pemimpin militer di bawah Dinasti Tang setelah menggantikan pendahulunya Zhu Xicai; kemudian disingkirkan dari komando karena pemberontakan oleh saudaranya Zhu Tao dia mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar Dinasti Qin Baru (tahun 783-784 M - belakangan diubah menjadi Han); ia dibunuh pada tahun 784 setelah pemerintahan yang singkat.

Read more...

Li Denghui 李登辉

Budaya-Tionghoa.Net | Li Denghui 李登辉 (1872-1947), mendengar nama ini pasti yang terlintas adalah mantan pemimpin Taiwan yang pro Jepang dan pendukung kemerdekaan Taiwan. Tapi Li Denghui ini lain lagi, ini adalah mantan rektor universitas Fudan Shanghai.

Photo: Li Denghui sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Li_Denghui

 

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Li_Denghui

Read more...

Chu Teng Ko, tokoh yang membantu Republik Indonesia

Chu Teng Ko, tokoh yang membantu Republik Indonesia

Pada masa revolusi fisik ( 1945-1949 ), tidak sedikit orang Tionghoa yang turut terjun membantu kaum republic melawan Belanda. Salah satunya adalah Chu Teng Ko yang membantu perjuangan kaum republic di Medan. Chu adalah mantan tentara KMT ( Kuo Min Tang ) yang meninggalkan Tiongkok pada tahun 1926-1927 pada usia 17 tahun dengan status deserter. Chu adalah orang Shandong yang umumnya bertubuh tinggi besar. Di Medan, Chu bekerja sebagai pedagang yang memasok barang2 dagangan dari Singapore ke Medan dengan kapal2 milik pengusaha Tionghoa lain. Ia termasuk tokoh yang disegani, ringan tangan dan sering membantu usaha orang Tionghoa yang kesulitan karena mendapat gangguan preman dan perlakuan diskriminatif aparat pemerintah.

 

Chu berteman baik dengan kaum Republiken dari Medan seperti Selamat Ginting, Xarim M.S dan Bedjo maupun kaum Republiken dari Aceh seperti Abdullah Arsjad, M.Natsir dan mayor Maliki. Mereka semua dan pejuang Aceh memanggil Chu, “Tengku”, bukan karena mirip nama belakangnya, tapi panggilan yang diberikan oleh orang2 Aceh sahabatnya.

Selama masa revolusi fisik itu, Chu membantu para pejuang Aceh untuk menjamin ketersediaan barang2 yang diperlukan dan juga bertukar informasi. Chu sendiri berkali2 menyelamatkan orang2 Aceh yang kerap dituduh penyusup dari sergapan patroli PAT dan Belanda sehingga ia dimusuhi oleh PAT dan diintai Belanda, tapi ia tetap mendapat dukungan dari kelompok Shandong.

 

Ada hal yang menarik, pada tahun 1946-1948, orang2 Tionghoa Medan mengenal nama “Bos Centung” dari suku Lenga Hokian, tapi tidak ada satupun yang tahu siapa sebenarnya boss ini.  Boss ini dikabarkan sangat akrab dengan Chu dan boss ini sering membantu pendanaan laskar dalam komando Xarim M.S. Bahkan memuluskan aksi penyusupan laskar ke kota untuk mengamati keadaan dan memetakan posisi pertahanan Belanda. Chu Teng Ko tidak pernah berkomentar siapa Bos Centung itu tapi dari pembicaraan dengan teman2 Chu mengisyaratkan bahwa Bos Centung itu adalah Chu Teng Ko.

 

Sumber : Nasrul Hamdani,”Komunitas Cina di Medan. Dalam Lintas Tiga Kekuasaan 1930-1960”, 2013, Jakarta : LIPI Press 

Read more...

Qian XueSen ,Yang Dilupakan Oleh USA(Kisah Dibalik ShenZhou 5)

Budaya-Tionghoa.Net | Qian Xuesen adalah seorang pakar roket kelas dunia . Dia pula yang ikut mendirikan Jet Propulsion Laboratory di Pasadena , Amerika Serikat ;  dan mendirikan Proyek penelitian Caltech Rocket serta Aerojet Corporation (yang mengembangkan JATO , roket pendorong pesawat). Tiga pusat riset ini yang mana akan membawa USA mencapai bulan serta bisa membuat rudal-rudal antar benua

Read more...

Tan Kah Kee 陳嘉庚 - Raja Karet dari Malaya

Budaya-Tionghoa.Net | Tan Kah Kee dikenal sebagai Raja Karet di Semenanjung Malaya dan telah menjadi multimiliuner sejak tahun 1920an. Depresi global kemudian menghantam imperium bisnisnya hingga jatuh.Walau demikian dia telah menjadi contoh klasik pengusaha chinese , datang dari kalangan menengah dan menempuh hidup spartan dalam meraih sukses.

Read more...

Liem Sioe Liong (1916-2012) ; Dari Cengkeh Sampai BCA

Liem Sioe Liong (1916-2012) ; Dari Cengkeh Sampai BCA

Budaya-Tionghoa.Net | Liem Sioe Liong, seorang Tionghua asal Fujian yang berimigrasi ke pulau Jawa sebelum Perang Dunia II. Liem Sioe Liong atau Lin Shaoliang merupakan seorang Hokchia yang dilahirkan di Fuqing , Fujian pada tahun 1916 , sebagai anak kedua dari keluarga petani. Setelah menerima pendidikan tradisional Tionghua , di usia enam belas tahun , Liem telah mulai berbisnis toko mie di kampong halamannya. Di masanya , perang antar warlord meletus di Tiongkok sehingga banyak Tionghua meninggalkan Tiongkok ke Asia Tenggara . Kakak tertua Liem , Liem Sioe Hie dan saudara iparnya , Zheng Xuesheng , merantau ke Indonesia untuk berbisnis. (Suryadinata , p139)

Read more...

Wu Xun (1838-1896) : Orang Miskin Yang Menjadi Pahlawan Pendidikan

Budaya-Tionghoa.Net | Di jaman dinasti Qing akhir, hiduplah seseorang bermarga 武 Wu3 dan bernama 七 Qi1 (sepertinya dia anak ketujuh) di daerah 山东 Shan1 dong1 kabupaten  堂邑 tang2 yi4 (sekarang kabupaten冠 guan1). Wu3 Qi1 kelak di kemudian hari diberi nama penghormatan 武訓Wu3 Xun4,  訓 yang artinya pengajaran.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto