A+ A A-
Kisah

Kisah (123)

Liang Shanbo dan Zhu Yingtai (1)

Budaya-Tionghoa.Net | Liang Shanbo dan Zhu Yingtai (Pinyin) atau di Indonesia orang lebih mengenalnya sebagai Sam Pek - Eng Tay adalah kisah cinta legendaris yang berlatar jaman Jin Timur (265-420 CE). Kisah ini termasuk dalam 4 besar kisah legenda Tiongkok, disamping Kisah Ular Putih (Baishezhuan), Si Gembala dan Gadis Penenun (Niulang Zhinu), dan Meng Jiangnu yang meratap di Tembok Besar.

Berikut ini seorang member grup berkesempatan menceritakannya kembali.

Mencari ilmu

1000 tahun yang lalu, di samping Sungai Yushui, Propinsi Zhejiang terdapat sebuah desa keluarga Zhu. Tuan Zhu di desa tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Yingtai. Ia baru saja berusia 19 tahun, ia tidak hanya pintar dan cantik, tetapi juga banyak belajar. Tetapi peraturan Tuan Zhu sangat ketat, pada hari-hari biasa tidak mengizinkan anak perempuannya keluar rumah. Hal ini membuat Yingtai sangat bermuram durja.

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (4) End

Budaya-Tionghoa.Net| Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (3)

22. MENGASAH BESI MENJADI JARUM

Pinyin : Mo chu cheng zhen 磨杵成针

Makna: Bertekad baja tuk menggapai cita-cita.

Waktu muda Li Bai amat malas. Ia lebih suka bertamasya menikmati pemandangan, daripada duduk di belakang meja belajarnya. Suatu pagi ketika membolos sekolah,  Li Bai melihat seorang wanita tua sedang bekerja di pinggiran kali. Karena penasaran ia pun menyapanya, "Sedang mengerjakan apa Nek, Nampaknya sibuk sekali?"

"Nenek sedang mengasah besi ini menjadi jarum," sahut wanita tua itu sambil terus bekerja.

"Aduh Nenek sudah pikun ya? Mau sampai berapa tahun besi itu baru menjadi jarum?"

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (3)

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (2)


15. TIDAK ADA 300 TAEL PERAK TERPENDAM DISINI

Pinyin : Ci di wu yin sanbai liang 此地无银三百两

Makna: Membocorkan rahasianya sendiri/kebohongan yang amat buruk.

Zhang San memendam tabungannya sebanyak 300 tael perak di belakang rumah. Karena merasa belum cukup aman, ia memasang papan pengunguman di dekatnya; "Tidak ada 300 tael perak yang terpendam disini!" 

Read more...

Ringkasan Cerita Sungokong Mengacau Langit

Saking besarnya ‘kecintaan’ saya terhadap legenda Sun Wukong, maka tersusunlah tulisan ini dalam bentuk ringkasan. Sekedar info, ringkasan cerita ‘Sun Wukong yang Mengacau Langit’ ini disusun dari berbagai sumber referensi, antara lain berasal dari buku-buku karya penulis terkenal Wu Cheng’en dan dari situs Wikipedia (de).

Dari Kemilau Istana hingga Lentera Kehidupan

Budaya-Tionghoa.Net| Inilah pemenang lomba menulis artikel budaya Tionghoa, dengan predikat JUARA I dan juara favorit kategori fiksi.

AKU selalu membayangkan, bagaimana kehidupan monarki di dalam Istana Zi Jin Cheng1 di masa lalu; hingga aku bertemu dengannya di suatu senja, di dalam Beijing Botanical Garden, dalam tugasnya sebagai seorang anggota Pusat Penelitian Ilmiah Botani China.

Sejak jodoh pertemuan, yang kutafsirkan terjadi sebagai akumulasi dari semua karma baikku selama ribuan kehidupan itu terjadi, kami menghabiskan banyak masa untuk minum teh bersama di sore hari, di berbagai waktu senggang; dan membincangkan apa yang menjadi masa penuh warna-warni hingga kelabu yang masih mengendap di sebagian besar ingatannya yang mulai menua.

Read more...

Untuk Seorang Wanita Yang Tak Meninggalkan Nama Lengkapnya Dalam Sejarah...

Budaya-Tionghoa.Net |Entah sudah berapa lama aku memandangi foto itu. Dan entah sejak kapan pula, segala ingatanku kembali ke sana. Ke awal musim panas tahun ke sebelas pemerintahan Chenghua...[1]

Aku masih ingat pekarangan kecil ini. Sepi dan tenang. Dinding merah yang tinggi seakan memisahkan pekarangan ini dengan dunia luar. Saat musim semi tiba, beberapa ranting daun dan bunga menjulur masuk dari pohon di ujung timur sana. Setiap kali memandang dinding itu, aku selalu merasa tentram, serasa ialah yang melindungiku dan anakku selama lima tahun ini. Anak yang tak pernah memiliki nama, bahkan tak seharusnya dilahirkan. Tak hanya sekali aku berpikir, nama apa yang akan diberikan oleh ayahnya jika suatu hari nanti mereka bertemu? Nama generasinya seharusnya adalah You, dan nama belakangnya harus mengandung unsur kayu. Tapi aku tak pernah berani untuk memikirkannya lebih lanjut, bahkan sekedar dalam mimpi.

Read more...

Kakek Berusia 5000 Tahun

Budaya-Tionghoa.Net |Alkisah di Tiongkok terdapat seorang kakek berusia 5000 tahun yang hingga saat ini masih hidup. Ia memang berusia sangat panjang dan berusia sangat sehat, sehingga kematian sangat jauh darinya. Menurut ingatannya, dia lahir zaman Dinasti Xia. Sang kakek ini sangat gemar menulis catatan harian, dia akan menuliskan apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Sehingga akhirnya jika dikumpulkan di sepanjang zaman catatan hariannya itu bertumpuk-tumpuk dan sangat luar biasa banyaknya. Dulu waktu belum ada kertas, sang kakek menulis pada potongan bambu. Waktu belum ada potongan bambu sang kakek menulis pada gerabah, batu, dan tulang. Meskipun wahana penulisan bermacam-macam, tapi semua itu tetap dikumpulkan menjadi satu, oleh kakek yang gemar menulis catatan harian ini.

Read more...

Kisah : Seorang Anak Dengan Sun Go Kong

Foto Ilustrasi : 
“Journey To The West” - Stephen Chow

Budaya-Tionghoa.Net | Alkisah di Taiwan di satu daerah, ada seorang anak yang kehilangan orangtuanya waktu terjadi tabrakan dan ia bertanya pada orang "pintar" dan orang "pintar" itu mengatakan bahwa altar Sun Gokongnya itu tidak benar dan orangtuanya ada kaul yang tidak dilaksanakan sampai akhirnya membuat suatu ganjalan antara orang tuanya dan Sun Gokong sehingga membuat orangtuanya meninggal.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto