A+ A A-
Han Hwie Song

Han Hwie Song (35)

Kehidupan Kami Di Hongkong (1972-1973) [5] - Sukses Tidak Datang Dari Langit

Sukses bukan datang begitu saja dari langit, Janganlah berkeluh kesah
Pikirlah matang-matang & carilah jalan untuk mengatasi kesulitan [ Dr. Han Hwie-Song]

Budaya-Tionghoa.Net | Pada bulan Agustus, Dr. Hamers, direktur RTIT menulis pada saya bahwa Beliau sudah membicarakan dengan inspektur kesehatan dan kantor urusan visa bahwa dalam jangka waktu sebulan dua bulan visa untuk kami bisa beres. Beliau mengatakan bahwa visa untuk entry akan diteruskan kepada Konsul Jendral Belanda di Hongkong, mereka akan menelpon saya. Beliau berharap agar aku bersiap-siap dan sesudah visa diterima aku diharapkan segera berangkat, karena aku sudah diikutkan dalam “kursus melindungi sinar” (Stralingsbescherming) yang dibutuhkan untuk dapat bekerja di bagian kedokteran nuklir.

Read more...

Kehidupan Kami Di Hongkong (1972-1973) [6] - Kebijaksanaan Sebagai Dasar dan Keluarga Sebagai Sandaran

Kalau tujuan sudah diputuskan, gunakan kebijaksanaan sebagai dasar dan keluarga sebagai sandaran untuk mensukseskan tujuanmu.[ Dr. Han Hwie-Song]

Budaya-Tionghoa.Net |Penghidupan kami sehari-hari dipengaruhi pertanyaan kapan kami bisa berangkat ke Holland. Kami menunggu dua kabar yang sangat penting ialah telepon dari kantor advokat Inggris di Hongkong dan surat dari Konsolat Jendral Belanda untuk visa masuk ke Holland. Pada akhir bulan Agustus, kami mendapat telepon dari advokat Inggris bahwa permohonan kami diluluskan dengan travel documents buat kami sekeluarga.

Read more...

Kehidupan Kami Di Hongkong (1972-1973) [7] - Kesenangan Dan Kesedihan

Kalau kecantikan wanita dapat bersatu dengan budinya
Ini adalah satu keuntungan bagai keluarganya
[ Dr. Han Hwie-Song]

Manusia Hidup Bersifat Sinusoida, Ada Kesenangan Ada Kesedihan (Penutup)

Budaya-Tionghoa.Net |Kami selama ini hidup dengan ritme yang memakan banyak energi dan bagaimana kehidupan kami selanjutnya tidak bisa diprediksi sebelumnya. Di Indonesia pada hari-hari sesudah Gestok, tahun 1965, di RRT dan di Hongkong, kami hidup dengan melewati satu hari ke hari. Selanjutnya  kami sudah merasa untung bahwa setiap hari dapat kami lalui dengan lumayan. Setiap malam aku memohon kepada Ibu Dewi Kuan-Yin dan pada ibuku dan melalui ibuku meminta kepada Tuhan agar dapat membantu kami, agar kelak kami bisa meraih sukses dalam penghidupan ini. Tetapi pada momen sekarang ini hanya perjuangan hidup yang ada dalam pikiranku.

Read more...

Mendapatkan Kabar Tentang Penjalaran Kanker [3]

Budaya-Tionghoa.Net| Kemarin dulu putriku pulang dari pekerjaannya mengatakan padaku:”papa saya telah membicarakan dengan oncolog tadi siang, dan papa akan mendapatkan chemoterapi pada hari rabu tanggal 9 Juni jam 09.45 pagi. Dua hari sesudah kedatangan kalian dari vakansi ke pulau-pulau kanari. Tetapi papa harus selasa jam 09.30 pergi membicarakan dengan dia.” Sambil ketawa  putriku menepok-nepok pundakku dan lalu menciumku dan melanjutkan dengan kata-kata:” papa punya kondisi baik, semangat juga baik dan papa mempunyai keulatan. Saya tidak kewatir dan takut, semua pasti OK, seperti yang sudah-sudah.” Aku ketawa dan menerimanya dengan mangguk-mangguk. Namun yang agak menekan pikiranku ialah effek sampingan dari chemoterapi. Meskipun aku tidak banyak memikirkan tentang hidup dan mati, namun tokh ada satu perasaan yang aku sukar menulis dengan kata-kata. Seperti ada sesuatu yang tidak enak di dadaku dan pikiranku, arek Surabaya mengatakan ada “ganjelan” dalam hati. Namun keluargaku semua mendukung aku dengan penuh cinta-kasih, dan aku tidur dengan nyenyak tanpa kesulitan.

Read more...

Pendidikan Demokrasi Pada Kanak Kanak

Budaya-Tionghoa.Net| Kalau kita sering membaca koran, majalah, kita dapat menyimpulkan bahwa di Eropa, Amerika Utara terjadi polarisasi antara pribumi dan non-pribumi, antara mayoritas dan minoritas  sebagai akibat masing-masing meradicaliseer diri dan tidak percaya lagi pada politik negaranya. Ini mengakibatkan masing-masing mengisolir dalam “dunia golongan sendiri-sendiri”, menimbulkan dunia yang tidak dapat menerima pikiran dan adat-adat yang berlainan; suatu dunia yang tidak demokratis.

Read more...

Pikiran Seorang Dokter Yang Menderita Kanker [2]

Budaya-Tionghoa.Net|

Karena penyakit kanker aku berusaha
seberapa bisa melepaskan keterikatan hidup
Jangan sampai aku berpandangan sempit
Jangan sampai menganggu temperamenku
Aku masih mau bekerja, mau belajar
tetapi kekurangan waktu dan tenaga
Aku memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga dan teman
Aku makan apa yang aku suka, tetapi yang sehat
Aku vakansi ke tempat-tempat yang aku senang
Aku tidak akan menyimpan barang yang aku hargai
Aku akan pakai semua barang yang aku suka
Aku tidak menyimpan semua kejadian didunia
sebagai satu kejadian yang istimewa
Karena setiap hari aku hidup adalah suatu
kejadian yang istimewa padaku.
Aku percaya pada diriku, percaya pada dokter
yang mengobati aku dan obat yang diberikan padaku
Aku percaya pada Tuhan dan Pembantu-Pembantunya

Dr. Han Hwie-Song
Breda, 7 juni 2004

Read more...

Rumah Sakit Yang Didirikan Masyarakat Tionghoa [02] - Rumah Sakit Tionghoa Ie Wan

Budaya-Tionghoa.Net | Aku bukan saja kenal dengan bapak Yap yang satu generasi lebih tua dari aku, tetapi juga banyak pemimpin-pemimpin dokter di Rumah Sakit ini yang aku kenal banget karena kebanyakan dari mereka lulusan dari Universitas Airlangga, Surabaya, seperti kolega Dr. Djuanda, Dr. Choo Hok Tjhai, Dr. Kesuma Halim dan Dr. Eddy Listyo (lulusan universitas Trisakti). Umumnya mereka ini  mempunyai hati yang sosial demi kepentingan kesehatan rakyat Indonesia chususnya Surabaya dan daerah Jawa timur.

Read more...

Rumah Sakit Yang Didirikan Masyarakat Tionghoa [08]

Budaya-Tionghoa.Net | Di Bandung masih ada satu rumah sakit yang  non profit yang didirikan oleh Dr. Tan Ping Ie dan namanya Chung Hua Ie Yuen, sekarang ganti namanya menjadi rumah sakit Kebun Jati, sedang berdiskusi untuk masuk organisasi rumah sakit-rumah sakit yang dipimpin oleh masyarakat Tionghoa. Ini menjukkan perkembangan yang baik dan harus mendapatkan dukungan.

Read more...

Menikmati Permulaan Musim Semi

Budaya-Tionghoa.Net | Ini hari senen tanggal 12 april 2004, hari paskah kedua, hawa udara nyaman dan matahari menyinari kota Breda dengan terangnya. Dilangit sedikit awanpun tidak ada. Temperatur diluar meningkat sampai 22 derajad celsius. Dapat dikatakan hawa udara yang terang dan nyaman sesudah lebih dari satu minngu banyak hujan dan berawan. Burung burung beterbangan atau turun kebawah mencari makan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto