A+ A A-
Dinasti Ming

Dinasti Ming (18)

Asal Mula Kedatangan "Kilin" di Tiongkok dan Indonesia

Budaya-Tionghoa.Net | Hewan "kilin" yang dimaksud sesungguhnya adalah jerapah. Binatang unik ini pertama kali dijumpai oleh Zhenghe beserta pengikutnya di Bengala India. Mereka segera menyangka bahwa hewan itu adalah kilin, salah satu binatang suci dalam tradisi Tiongkok. Ternyata jerapah yang mereka lihat tersebut bukanlah hewan asli Bengala, melainkan pantai timur Afrika. Zhenghe berniat mempersembahkannya pada Kaisar Yongle dari Dinasti Ming dan berlayar ke Kerajaan Malindi di Afrika. Uniknya, jerapah dalam bahasa setempat disebut "gilin" yang dekat bunyinya dengan sebutan bahasa Tionghua bagi hewan tersebut.

Read more...

Diskusi : 1421 Gavin Menzies

Budaya-Tionghoa.Net | Buku 1421 , Gavin  membawa pengaruh buruk bagi sebagian Tionghoa , yang melahap apa yang ditawarkan Gavin , yaitu kebanggaan semu , bahwa Tiongkok itu "Penemu Dunia". Padahal buku itu baru masuk ranah pseudo history.  Ini juga bentuk kekhawatiran saya terhadap hoax-hoax lain yang bertebaran di internet , dan dilahap oleh masyarakat , tanpa mencerna apa yang disampaikan itu informasi masuk akal , atau hanya informasi jadi-jadian .

Read more...

Kematian Sam Poo Kong Mungkin Dibunuh

Budaya-Tionghoa.Net | Laksamana Cheng Ho (鄭和, Zheng He = Mandarin, 1371~1435) adalah tokoh sejarah di abad ke-15 masa Dinasti Ming di bawah pemerintahan Kaisar Cheng Zhu Di. Dia terlahir dengan nama Be Sam-po (Ma Shan-bao = Mandarin), jadi benar ianya bermarga Ma (Be = Kuda) dan mendapatkan marga The (Zheng/Cheng = Mandarin) sewaktu ia menjadi kasim/sida-sida dalam istana kekaisaran. Itulah mengapa ia disebut sebagai Sam Po Kong yang berasal dari nama kecilnya.


Ia adalah lambang kejayaan ekspedisi maritim China, memang sebelumnya pada Dinasti Yuan, Kaisar Kubilai Khan telah mengadakan ekspedisi ke Jawa, namun ekspedisi Laksamana Zheng Ho (mulai 1405 sampai 1433) adalah ekspedisi terjauh lebih cepat 50 tahun daripada ekspedisi maritim pertama oleh bangsa Portugis. Ia telah mencapai Afrika Timur sebelum orang lain menjejakkan kaki ke sana. Tidak berlebihan bila kita katakan armada ekspedisinya merupakan raja di Lautan Hindia pada waktu itu. Jadi adalah salah bila mengatakan bahwa bangsa China hanya menjadi raja di daratan ataupun bangsa yang kontinental.

Namun sepeninggal Laksamana Cheng Ho, kemudian terjadi kemerosotan kekuatan maritim China secara besar2an karena pertentangan antara kaum pejabat sipil yang mewakili kaum Konfusianis dengan pejabat militer plus golongan kasim di istana. Pada waktu itu, kaum Konfusianis menentang ekspedisi dan penguatan maritim karena menganggap mengadakan pemusatan perhatian pada pembangunan di dalam negeri adalah lebih penting daripada meluaskan pengaruh ke luar yang belum tentu ada manfaatnya.

Namun, ada motif di balik ketidaksetujuan tersebut yang sangat mungkin dikarenakan kaum Konfusianis merasa terpinggirkan oleh euforia kejayaan maritim waktu itu. Konfusianis yang lebih mementingkan pertanian daripada ekspedisi maritim akhirnya memenangkan pertentangan politik ini. Para pelaut kemudian dikirim ke pedalaman untuk mendukung usaha perbaikan Kanal Besar yang merupakan urat nadi pertanian. Juga karena adanya ancaman dari bangsa Manchuria yang bersatu dan mulai menguat di utara, sehingga Kaisar Cheng Zhu Di kemudian memutuskan untuk memusatkan perhatian di daratan (angkatan darat).

Yang disesalkan, kaum Neo-Konfusianis kemudian malah memusatkan perhatian pada pengembangan ilmu filsafat dan meninggalkan usaha memajukan teknologi dan sains yang telah ada pada masa itu, dan masuklah China ke zaman politik menutup diri dari luar China dan segala kemajuannya.

Usaha ekspedisi maritim China tak banyak yang tahu sebab mereka tidak bertujuan untuk menanamkan pengaruh dan kekuasaan di tanah yang mereka kunjungi, karena tujuan utama mereka hanya mengadakan ekspedisi perdagangan dan bukan mencari daerah koloni.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

REFERENSI

  1. http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/1993
Read more...

Liu Jin : Kasim Yang Masuk Daftar 50 Orang Terkaya Dalam 1000 Tahun Terakhir

Budaya-Tionghoa.Net| Zhu Houzhao [1491-1521] menjadi kaisar dengan nama era Zhengde [1505-1521] pada usia 14 tahun dan menjadi kaisar kesepuluh Dinasti Ming.  Zhu Houzhao berkepribadian energik , pintar dan penuh rasa ingin tahu. Dia berkelakuan baik didepan ayahnya yang menyanginya. Segera setelah menjadi kaisar , dia menghadapi tiga masalah : pendapatan negara yang kurang , kegagalan garnisun barat laut untuk memukul mundur Mongol dan ketidaksetujuan para kasim dan pejabat penting terhadap pemecahan permasalahan yang ada pada saat itu.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto