A+ A A-
Mitologi

Mitologi (39)

Dewa Dewi - Pantheon Tiongkok

Budaya-Tionghoa.NetBicara dewa-dewi Tiongkok atau juga kepercayaan masyarakat, kebanyakan di antara kita pernah mendengar tapi belum tentu mengenal. Seringkali kita melihat prosesi gotong Toapekong, orang yang sujud berdoa, bertanya dengan ciamsie dan lain-lain. Pemandangan ini dapat kita lihat di kelenteng-kelenteng.

Read more...

Makna Ragam Hias & Ornamen Tiongkok (2) - Phoenix Feng–huang 凤凰

Budaya-Tionghoa.Net | Burung Feng-huang (Hong-hong atau Phoenix), juga merupakan burung mithologi yang sangat disukai. Phoenix di Tiongkok, tidak ada hubungannya dengan Burung Phoenix dalam mithologi Mesir / Timur Tengah yang digambarkan sejenis elang.

Feng-huang ini telah muncul dalam catatan kuno mulai 2600 SM pada masa Huang Di. Dirancang oleh para seniman rakyat dengan mengambil unsur-unsur keindahan dari beberapa macam burung. Merupakan lambang kemakmuran dan keindahan. Dalam legenda diceritakan bahwa burung Hong muncul bila negara itu sedang jaya dan rakyat  makmur.

Read more...

Makna Ragam Hias & Ornamen Tiongkok (3) - Qilin

Budaya-Tionghoa.Net | Qilin 麒麟 (Kilin-Hokkian atau Kirin-Jepang) binatang ini adalah lambang panjang umur, kemegahan, kebahagian, kebajikan dan kebijaksanaan. Berwatak lemah-lembut dan ramah, dan dikatakan memiliki semua kualitas kebaikan di antara semua makhluk berkaki empat. Yang jantan disebut Qi, dan yang betina disebut Lin. Qilin digambarkan bertubuh rusa jantan, berekor kerbau, berdahi serigala, berkaki kuda, bersisik ikan, dan bertanduk. Kulitnya memiliki lima warna yaitu merah, kuning, biru, putih dan hitam.

Read more...

Makna Ragam Hias & Ornamen Tiongkok (1) - Naga

Budaya-Tionghoa.Net | Naga (龙=Long) . Sangat berbeda dengan pemikiran Barat, Naga Tiongkok adalah figur kebaikan yang melambangkan kejantanan & kesuburan (yang).

Naga atau Long (Liong dalam dialek Hokkian), adalah salah satu obyek hiasan yang paling disukai. Binatang mithologi ini sesungguhnya adalah lambang keberagaman yang melahirkan suatu harmoni. Lambang kejayaan atau kemakmuran karena persatuan berbagai unsur yang ada. Sebab itu Long dirancang berdasarkan gabungan anggota badan bermacam-macam binatang: kepala-unta, mata-kelinci, tanduk-rusa, sisik-ikan, badan-ular, paha harimau, cakar-elang.

Read more...

Sebuah Meongan dari Balik Tirai Bambu - Kumpulan Mitos dan Legenda Kucing dari Negeri China (2)

ASAL USUL KUCING (Versi 2)
KUCING AND THE MASTER OF THE UNIVERSE

Budaya-Tionghoa.Net | Dikala usia bumi masih sangat hijau, tersebutlah satu bangsa yang menjadi pilihan dewa. Bukan, yang dimaksud bukan bangsa Israel. Bukan pula bangsa Arab, Yunani & apalagi bangsa Galia. Melainkan bangsa kucing! Ya, rupanya para dewapun kepincut juga dengan mahluk imut yang satu ini Hingga kepada merekalah dikaruniakan akal budi & kemampuan berbicara.

Read more...

Sebuah Meongan dari Balik Tirai Bambu - Kumpulan Mitos dan Legenda Kucing dari Negeri China (1)

Budaya-Tionghoa.Net |Namanya mungkin tidak setenar naga, harimau, atau rubah. Namun siapa bilang kucing tidak eksis dalam budaya China. Tulisan ini akan berusaha mengupas berbagai dongeng & mitos yang berhubungan dengan kucing di Tiongkok kuno.

ASAL USUL KUCING (VERSI 1)
BUAH HATI SANG MACAN
Nun jauh diabad nan silam. Tersebutlah suatu masa dimana manusia & hewan hidup berdampingan dengan harmonis. Sayangya kedamaian ini terusik oleh satu mahluk yang tidak pernah bisa diajak kompromi. Merekalah tikus; si kecil hitam, jelek, & anarkis, yang suka merusak apapun yang dilihatnya. Bila jumlahnya hanya 1-2 ekor, tentu manusia tak akan direpotkannya. Sialnya tikus-tikus biadab ini justru dapat beranak pinak dengan cepat sekali.

Read more...

Legenda Asal Usul Cuka dan Huruf Pembentuknya

Budaya-Tionghoa.Net | Dahulu kala di Tiongkok, Propinsi Shanxi, hidup seorang pemuda bernama Du Shaokang yang pandai membuat arak. Sehari-hari, ampas hasil produksi arak yang tak lagi bermanfaat, biasa diberikannya kepada peternak sebagai pakan kuda.

Suatu ketika, Du Shaokang memasukkan semua ampas arak sisa produksinya ke dalam sebuah tempayan besar, kemudian memasukkan sedikit air ke dalam dan menutupnya rapat. Banyaknya kesibukan menjelang Tahun Baru Imlek, membuat Du Shaokang melupakan perihal tempayan ampas arak tersebut.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto