A+ A A-
Festival & Event

Festival & Event (98)

Mengenali sembahyang rebutan ( bag.1 )

Mengenali sembahyang rebutan 

oleh

Ardian Cangianto

 

 

 

PENDAHULUAN

Setiap menjelang bulan tujuh penanggalan Tionghoa, kelenteng-kelenteng sering melakukan berbagai upacara ritual untuk para arwah gentayangan dan para leluhur. Masyarakat pada umumnya sering menganggap sembahyang qiyue ban 七月半( pertengahan bulan tujuh ) yang berkaitan dengan guijie 鬼節 (festival arwah)[1] atau sembahyang rebutan  ( cioko / qianggu 搶孤) yang merupakan tradisi "kelenteng". Sebenarnya tidak tepat juga anggapan bahwa festival arwah itu adalah festival dan tradisi yang hanya dilakukan di kelenteng. Perlu diketahui bahwa pada umumnya mereka di Taiwan, Hongkong maupun Tiongkok daratan sekarang ini pada saat festival arwah sering mengadakan sembahyang di pinggir jalan tanpa perlu atau wajib melakukan itu di kelenteng. Sedangkan dalam agama Buddha Mahayana Tiongkok disebut sembahyang Ulambana.  Taoisme menyebutnya sebagai festival Zhongyuan 中元節.

 

Pic. 1 Tradisi rakyat di Guilin Tiongkok

 

 

Pic. 2 Tradisi rakyat di Hongkong

 

 

 

            Tapi sepanjang penulis tahu, tradisi ini tidak terjadi begitu saja. Adanya pengaruh Buddhism disamping Taoism dan tradisi-tradisi Tionghoa lainnya yang  kemudian membentuk upacara ini. Saling interaksi itu nantinya akan memberikan pula warna bagi tradisi sembayang rebutan di kelenteng ataupun dalam tradisi yang dilakukan oleh penganut kepercayaan Tionghoa. Menurut Zhou Shujia 周树佳, tradisi ini pada umumnya dianggap dari agama Buddha tapi sesungguhnya berasal dari Taoism[2]. Dalam tulisan ini, penulis tidak akan memfokuskan mana yang lebih dahulu atau milik agama apa. Apa yang penulis ingin paparkan adalah asal muasal serta makna-maknanya. Yang jelas perayaan bulan tujuh imlek itu adalah perayaan yang penuh makna dan dirayakan selama ribuan tahun.

Read more...

Menyambut Rejeki (Kemakmuran) di Malam Tahun Baru Imlek

Menyambut Rejeki (Kemakmuran) di Malam Tahun Baru Imlek

 

Kita sering dengar “open house” pada saat perayaan-perayaan tertentu. Misalnya saat Imlek atau Idul Fitri, mereka dari kalangan yang mampu mengadakan “open house” bagi kaum fakir miskin. Mereka membagi-bagi rejeki kepada kaum fakir miskin, memang hal itu adalah hal yang baik. Karena melaksanakan amal dan membagi keuntungan yang didapat selama ini bagi kaum yang tidak mampu. Tapi dalam masyarakat Tionghoa ada satu tradisi yang mulai melenyap.

Read more...

Serba-serbi Kue Tahun Baru Imlek (Nian-gao) 年糕

Budaya-Tionghoa.Net |Umumnya kue tahun baru Imlek itu disebut nian-gao, tapi sebelum perayaan Imlek itu sebagian di wilayah Guangdong dan Fujian ada satu kue yang secara umum disebut “kue keranjang” di Indonesia dan disebut kue tahun baru Imlek. Salah tidak salah penyebutannya di Indonesia ini.
Berkas:Nian gao nin gou.jpg

Sumber gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Nian_gao_nin_gou.jpg#globalusage

Tapi kita perlu tahu bahwa yang disebut “kue keranjang” ini disebut tian-gao 甜糕, tianba 甜粑, tianban 甜粄. Bahan utama “kue keranjang” daerah GuangFu ( provinsi Guangdong dan Fujian ) ini adalah tepung beras ketan, gula merah (brown sugar atau 紅糖). Sebenarnya awalnya kue ini adalah untuk dewa dapur (Zaojun 灶君). Dan modelnya mirip-mirip dengan kue keranjang yang ada di Indonesia, ada yang bulat dan ada yang kotak juga dibungkus dengan daun pisang atau bambu untuk mencetaknya.  Umumnya etnis Hakka tidak menaburkan wijen di atas kue keranjang itu tapi di Guangdong ada yang menaburkan kacang wijen atau kacang tanah.

Read more...

Menyambut Rejeki (Kemakmuran) di Malam Tahun Baru Imlek

Menyambut Rejeki ( kemakmuran ) di malam tahu baru Imlek.

Budaya-Tionghoa.Net |Pada umumnya masyarakat Tionghoa saat menyambut imlek itu berkumpul dan makan bersama, kemudian menunggu datangnya “dewa rejeki” sambil bercengkrama sesama anggota keluarga. Ada yang melakukan ritual di rumah untuk menyambut “dewa rejeki”, tapi sesungguhnya ada satu tradisi yang nyaris terlupakan bahkan dipinggirkan sehingga nilai-nilai luhur imlek itu menjadi sebatas lingkungan keluarga saja.

Berkas:Angpao dengan gambar Cai Shen.jpg

Pada umumnya masyarakat Tionghoa melakukan upacara ritual menyambut dewa rejeki itu adalah pada malam tahun baru dan pada malam tanggal 4 bulan 1 penanggalan imlek.

Read more...

Hari Raya Tianchuan 天穿日/天穿节

Hari Raya Tianchuan 天穿日/天穿节

Hari raya Tianchuan, arti harafiah adalah langit bocor yang memiliki makna langit pada hari raya tersebut akan turun hujan, Tianchuan merupakan hari raya orang Tionghua. Ada perbedaan waktu pada setiap daerah, ada yang merayakan pada imlek bulan pertama tanggal 7, 19, 20 dan 23. Perayaan ini adalah untuk mengenang hari dimana Dewi Nvwa 女娲 menambal langit yang bocor untuk menyelamatkan umat manusia, yang tentunya merayakan hari raya ini berisi pengharapan leluhur pendahulu agar cocok tanam semakin baik, diberikan kesehatan, sejahtera, dan berharap alam harmonis.

Read more...

Purnama Capgomeh

Budaya-Tionghoa.Net |Saya menghadiri perayaan Capgomeh, sekaligus ulangtahun perkumpulan Boen Hian Tong yang ke-138, di pecinan Semarang. Acara utamanya adalah ketopret, ketoprak operet. Sebuah pertunjukan ketoprak humor berdurasi pendek yang mengangkat kisah prajurit wanita Mulan. Pemainnya para pengurus perkumpulan sendiri, ditambah pemain profesional dari perkumpulan wayang orang Ngesti Pandawa.

Sumber foto : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202289228525525&set=a.10202289108042513.1073741892.1035484314&type=3&theater

Read more...

Kisah-Kisah yang Terkait dengan Festival Bulan

Budaya-Tionghoa.Net | Tiong Chiu atau Zhongqiu yang dikenal juga sebagai festival musim gugur atau juga festival kue bulan. Pada umumnya masyarakat hanya mengenal kisah Chang'e melarikan diri dari suaminya yang bernama Houyi. Disini saya menuliskan beberapa kisah yang terkait dengan festival bulan dari makalah yang pernah saya bawakan dalam beberapa diskusi tentang festival kue bulan.

Read more...

Hari Raya Zhongqiu-jie / Pat Ngiat Pan

Budaya-Tionghoa.Net |Hari raya Zhongqiu-jie ( 中秋節 )atau lebih dikenal oleh masyarakat Tionghoa di Bangka Belitung sebagai hari " Pat Ngiat Pan", secara tradisi dirayakan setiap tanggal 15 bulan 8 tahun Imlek, dan tahun ini jatuh pada tanggal 19 September 2013.

Pada hari raya "Pat Ngiat Pan", secara tradisi orang Tionghoa akan membeli kue bulan dan membawa pulang untuk sembayang atau untuk dinikmati pada malam Pat Ngiat Pan, menurut cerita malam tersebut bulan akan sangat terang dan besar, mereka akan kumpul bersama dengan keluarga atau teman-teman untuk menikmati indahnya bulan pada malam hari itu.

Read more...

Kalender Matahari dan Kalender Bulan

Pada umumnya kita mengenal dua sistem kalender yaitu kalender matahari (kalender solar) dan kalender bulan (kalender lunar). Kalender matahari ditentukan berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi).

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto