A+ A A-

Seni Rupa dan Kaligrafi

Simbolisme dalam Ornamen Tiongkok (3) Tujuan Ornamen & Tema yang Sering Dipakai

  

  Sumber : http://www.chinaonlinemuseum.com

Budaya-Tionghoa.Net|Tujuan pemakaian ornamen atau lukisan dalam kehidupan sosial yang pertama adalah dipakai untuk memeriahkan festival pergantian musim. Agar setiap musim dilewati dengan selamat, semua anggota masyarakat minta perlindungan pada dewata dan leluhur agar diberikan keselamatan dan perjalanan hidup yang baik. Hiasan-hiasan yang ditempelkan di daun pintu pada hari sincia biasanya menampilkan suasana kegembiraan menyambut datangnya musim semi.

Read more...

Simbolisme dalam Ornamen Tiongkok (2) - Sejarah Perkembangan

 Photo Ilustrasi : Ornamen Kelelawar

Budaya-Tionghoa.Net |  Ribuan tahun dalam sejarah Tiongkok, telah lahir banyak pelukis, penyair, filsuf pengrajin keramik, perunggu dan berbagai seniman lain yang sangat piawai dibidangnya. Banyak diantara mereka mungkin adalah para bikkhu, pendeta taoist. Sebab itu seni-seni yang muncul terutama seni-rupa banyak dipengaruhi oleh filsafat Buddhis dan Tao. Sebagai mana diketahui agama yang paling banyak dianut oleh sebagian besar orang Tionghoa adalah campuran dari Buddhisme, Taoisme dan Konfusianisme. Ini sangat berpengaruh pada berbagai cabang kesenian, seni drama, seni lukis, dan seni kaligrafi dll. Sebab sebagai umumnya orang timur, orang Tionghoa sangat religius, maka seni-seni tersebut sering ditampilkan dalam upacara keagamaan dan festival-festival pergantian musim.

Read more...

Bonsai Itu Asalnya Dari Tiongkok

Budaya-Tionghoa.Net|Kata Bonsai itu diserap dari bahasa Mandarin Pen-Zai (Pen = Pot � Zai = Pohon), sebelumnya dalam bahasa Jepang disebut "Hachi-no-ki" = Pohon di dalam Pot. Tidak bisa dipungkiri, bahwa Bonsai itu sebenarnya berasal dari Tiongkok. Seni mengerdilkan tumbuh-tumbuhan di Tiongkok lebih dikenal dengan sebutan Penjing (Pinyin). Pen = Pot/Wadah/Dulang - Ying = Panorama Alam.

Read more...

Pendekar Pendekar Komik Tionghoa ( II ) Medio 1930 – 1960

Budaya-Tionghoa.Net | SEPERTI fakta yang kutulis dalam naskah pertama, hakekatnya sebagian terbesar seniman-seniman komik Indonesia adalah etnis Tionghoa. Aku sepakat saja kalau kemudian R.A. Kosasih dari Bandung dinobatkan sebagai Bapak Komik Indonesia. Karya monumentalnya, Maha Bharata (40 jilid) dan Ramayana (10), memang merupakan sepasang komik wayang terbaik sepanjang masa.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto