A+ A A-
Filosofi Ruism

Filosofi Ruism (19)

Mo Zi - Membantah Ru (墨子卷九非儒下第三十九) Terjemahan

Mo Zi (墨子) 468-376 SM

Budaya-Tionghoa.Net|Pencetus ajaran Mo (墨家思想). Konon sebelumnya pernah mempelajari ajaran Ru, baru kemudian mencetuskan pemikirannya sendiri, termasuk pemikiran yang menentang ajaran Ru. Salah satunya dalam Fei Ru (非儒), yang sebenarnya terdiri dari 2 bagian, namun bagian pertamanya telah hilang. Berikut ini adalah bagian ke-dua. Banyak "rumor" dan "analisa" mengenai Fei Ru ini. Ada yang berteori, Mo Zi sebenarnya hanya memprotes kaum Ru (murid-murid Kong Zi) pada saat itu, namun tidak memprotes Kong Zi. Ada juga yang mengatakan, Fei Ru ini sebenarnya bukanlah ajaran asli Mo Zi. Namun hal-hal tersebut juga belum terbukti 100% alias baru pemikiran orang-orang saja.

Read more...

Etika dalam Filsafat Tiongkok (2)

 

Pandangan tokoh-tokoh dan aliran filsafat Tiongkok tentang Li

Xun zi 荀子 dan Legalism fajia 法家, Xun Zi beranggapan bahwa li atau etika lahir untuk mengatur nafsu keinginan manusia, dimana jika tidak diatur maka akan timbul masalah, yaitu perebutan untuk pemuasan nafsu manusia akan benda-benda material duniawi. Karena itu li mengatur status dan kedudukan sehingga masyarakat akan mengetahui batasan-batasannya sesuai dengan statusnya dan dengan demikian kebutuhan dan persediaan akan menjadi seimbang.

Read more...

Konfusianisme Dan Pertumbuhan Ekonomi

 

 

Budaya-Tionghoa.Net | Saya baru saja mendapatkan buku berjudul "Pacific Century: The Emergence of Modern Pacific Asia" karya Mark Borthwick dengan kontribusi beberapa cendekiawan. Di dalamnya banyak terdapat artikel menarik. Saya akan menerjemahkan artikel terkait Konfusianisme dan pertumbuhan ekonomi di Asia, yang dimuat di halaman 309-322.

Read more...

Peranan Buku dan Ajaran Confucianisme [1]

Budaya-Tionghoa.Net | Beberapa tahun yang lalu ada suatu diskusi - paling tidak merupakan  suatu pemikiran tentang Macan Asia. Ada Macan Asia  di Asia Tenggara. Ini perkara baru. Ada negara yang ekonominya begitu maju ketika itu sebelum krisis besar perekonomian - termasuk krisis ekonomi dan krisis moneter. Negara itu adalah antaranya Singapura - Hongkong - Thailand dan Taiwan - termasuk Korea ( selatan ). Lalu mengapa negeri dan negara itu?

Read more...

Da Xue 大學 (1)


Photo by :  M. Weitzel
Reproduction of a calligraphy of Great Learning by Yuan calligrapher Zhao Mengfu
at the Confucian temple in Tainan, Taiwan

Budaya-Tionghoa.Net | Kata pengantar penafsiran: Penafsiran ini adalah berdasarkan ulasan dari 朱熹 Zhū Xī . Buku acuan utama adalah 四書章句集注 Kumpulan Ulasan Bab-Bab 四書 (si4 shu1: Lun Yu, Da Xue, Zhong Yong, Mengzi) yang ditulis oleh Zhu1 Xi1

Read more...

Notulensi Seminar : Ajaran Kong Zi yang masih Relevan & Diterapkan di Tiongkok , Taiwan , Jepang , Korea & Singapura

Budaya-Tionghoa.Net | Tulisan dibawah ini ditulis oleh Tjioe Ay Lie dan Ratna Setyaningrum , merupakan notulensi seminar yang bertema " Ajaran Kong Zi yang masih relevan dan diterapkan di Tiongkok , Taiwan , Jepang , Korea dan Singapura". Dimana salah satu moderator kami , Yu Yongde menjadi pembicara tamu di acara yang diselenggarakan di Kelenteng Sinar Samudra, Semarang Jawa Tengah , pada tanggal 12 Agustus 2012. (Admin)

***

NOTULEN SEMINAR

TEMA: Ajaran Kong Zi Yang Masih Relevan & Diterapkan Di Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea & Singapura

Pembicara    : Bp Yu Yongde (Aceh), moderator BT

Moderator    : Bp Harjanto Halim (Semarang)

Lokasi        : Kelenteng Sinar Samudera, Jl. Gang Pinggir 105 Semarang

Tanggal     : 12 Agustus 2012

Read more...

Kitab Guanzi

Budaya-Tionghoa.Net | Setiap kali membicarakan filsafat Tiongkok, terutama masa pra Kong Zi 孔子[1], yang seringkali disebut adalah Fu Xi 伏羲[2] dan Wen Wang 文王(1152-1056 BC) [3]. Fu Xi dipercaya peletak dasar penulisan Yi Jing dan Wen Wang menyempurnakannya. Disini apa yang akan saya bahas adalah seorang filsuf besar yang bernama Guan Zhong[4] 管仲 ( 723-645 BC ) atau yang dikenal dengan gelar Guan Zi 管子. Tentunya saya tidak bermaksud menggeser peran-peran filsuf lain seperti Bo Yangfu 伯陽父[5] dan filsuf-filsuf lain dalam tulisan ini. Kong Zi sendiri memuji Guan Zi dan menghargai jasa-jasanya atas banyak hal, bahkan dengan tegas mengatakan “Tanpa adanya Guan Zhong, mungkin kita masih berperilaku barbar”. 微管仲,吾其被Ñ左衽矣 [6](arti harafiahnya adalah “tanpa Guan Zhong, rambut kita riap-riapan dan memakai baju dari kanan ke kiri[7]).

Read more...

Lee Kuan Yew : "Confucian Ethics" & "Welfare State"

Budaya-Tionghoa.Net | Dalam buku riwayat hidupnya (autobiography) Lee Kuan Yew membahas dalam salah satu tema tulisannya tentang nilai-nilai Asia (Asian value) atau etika Kong Hu Cu (Confucian ethics) yang menekankan kewajiban moral atau pengabdian seorang anak (piety) terhadap orang tuanya didalam sistim kekeluargaan di Asia pada umumnya dan orang Tionghoa pada khususnya.

Read more...

Silsilah dan Riwayat Singkat Nabi Kongzi

Budaya-Tionghoa.Net | Nabi Kongzi adalah putra bungsu Shu Liang He. Beliau mempunyai 9 kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki yang cacat kaki bernama Meng-pi. Ibu Nabi bernama Yan Zheng Zai. Beliau lahir pada tanggal 27 Ba Yue 551 SM di Negeri Lu (di Zhongguo dan Taiwan hari lahir beliau disesuaikan penanggalan Masehi menjadi 28 September), Kota Zou Yi, Desa Chang Ping di lembah Kong Song (kini di jasirah Shandong kota Qu Fu). Nama kecil Nabi adalah Qiu yang berarti bukit alias Zhong Ni yang artinya putera kedua dari bukit Ni, beliau menikah dengan puteri Negeri Song yang bermarga Jian Guan. Dari pernikahan ini mendapat seorang putera yang diberi nama Li yang berarti ikan gurami alias Bo Yu. Diberi nama demikian karena pada kelahiran putera ini Nabi telah diantari ikan gurami oleh Raja Muda Negeri Lu yang panggilannya Lu Zhao Gong. Disamping Li, Nabi masih mempunyai dua orang puteri yang seorang menjadi isteri Gong-ye Chang, murid Nabi.

Read more...

Seri Tulisan Confucius [8] - Tentang Pemerintahan Yang Baik

Budaya-Tionghoa.Net| Terdapat tiga hal yang dapat kita jadikan pedoman dalam instropeksi diri setiap harinya. Yang pertama adalah, apakah kita telah berusaha secara optimal untuk orang lain; kedua, apakah kita telah membina suatu hubungan kepercayaan yang baik dengan teman kita; dan yang ketiga adalah, apakah kita telah melaksanakan dengan baik apa yang telah diajarkan oleh guru kita? Ketiga pertanyaan instropeksi tersebut berkaitan dengan sifat Kesetiaan [Cung], Kepercayaan [Hsin], dan Bhakti [Hsiao].

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto