Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Displaying items by tag: Diaspora
A+ A A-

Strict Standards: Declaration of JCacheControllerView::get() should be compatible with JCacheController::get($id, $group = NULL) in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/cache/controller/view.php on line 0

Tionghoa Dungkek dan Pulau Sapudi (Pulau Madura) dan Makna Kubur Berbentuk Perahu ( bag. kedua.Tamat )

Tionghoa di Dungkek dan pulau Sapudi

Dungkek dan pulau Sepudi berada di wilayah sebelah timur pulau Madura dan masuk dalam kabupaten Sumenep. Tidak jelas kapan sejarah kedatangan Tionghoa ke pulau Madura, ada yang mengkaitkan dengan armada Tartar yang dikalahkan oleh Raden Wijaya dan juga pelarian dari kerusuhan Batavia 1740[1], semua itu adalah kemungkinan tapi ada factor lain yang perlu dipertimbangkan bahwa ada kemungkinan orang Tionghoa datang ke pulau Madura bukan sebagai pelarian atau juga keturunan tentara Tartar. Bisa ada kemungkinan mereka adalah pedagang perantara yang sudah bermukim sejak jaman sebelum dinasti Ming.

Read more...

PERKEMBANGAN AGAMA TAO DI INDONESIA

  • Published in Tao

PERKEMBANGAN AGAMA TAO

DI INDONESIA

Oleh : Ardian Cangianto[1]

ABSTRAK

 

            Taoisme adalah agama yang lahir di Tiongkok dan memiliki perjalanan panjang dalam peradaban serta kebudayaan Tionghoa. Pengaruh Taoisme merasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat Tionghoa baik dari segi sebagai agama maupun filsafat kehidupannya. Taoisme sebagai lembaga keagamaan terbentuk pada masa Zhang Daoling di masa dinasti Han Timur dan ini berarti Taoisme sebagai agama sudah berumur 2000 tahun  dan umur itu tidaklah pendek untuk memberikan pengaruh pada etnis Tionghoa dan budayanya. .

Hampir tidak ada tulisan yang membahas perkembangan Taoisme di Indonesia padahal penyebaran orang Tionghoa ke Nusantara tentunya membawa kepercayaan dan tradisi mereka. Jejak Taoisme sebenarnya terasa, sebagai contoh adalah talisman atau yang disebut sebagai kertas “hu” adalah bentuk nyata yang sering kita lihat dalam kehidupan keseharian orang Tionghoa, perhitungan mengenai “ciong” ( ) dan sembahyang kepada Taisui 太歲 adalah hal yang bisa dilihat dalam upacara yang terkait pada tahun baru Imlek. Dewa-dewi yang ada di kelenteng juga banyak yang memiliki keterkaitan dengan Taoisme, seperti misalnya Xuantian Shangdi, Taisui.

Read more...

Penyerbukan Silang Antarbudaya[1] Bagian Kedua

  • Published in Diaspora

Urgensi Kebudayaan

Pada pertengahan tahun 2000,  HarvardUniversity menyelenggarakan simposium yang dimotori Lawrance E. Harrison dan Samuel P. Huntington. Pertemuan ilmiah yang melibatkan 22 pembicara yang datang dari berbagai disiplin keilmuan sosial ini mengangkat tema Culture Matters: How Values Shape Human Progress. Para ahli seperti Michael Porter, Jeffrey Sachs, Francis Fukuyama dan lain sebagainya saling berdebat terkait urgensi kebudayaan bagi kemajuan suatu bangsa. Dalam simposium tersebut paling tidak terdapat dua pandangan besar yang mewakili dua kelompok besar yaitu aliran kultural dengan aliran struktural, sebagaimana dinyatakan berikut:

Ajaran pokok kelompok konservatif adalah bahwa budayalah, dan bukannya politik, yang menentukan kesuksesan sebuah masyarakat. Ajaran kelompok liberal adalah bahwa politik dapat mengubah sebuah budaya dan membuatnya bertahan.

(Daniel Patrick Moynihan)[1]

Read more...

Penyerbukan Silang Antarbudaya[1] Bagian pertama

  • Published in Diaspora

Penyerbukan Silang Antarbudaya[1]

Aan Rukmana & Eddie Lembong

(Yayasan Nabil, Jakarta)[2]

 

Pengantar

 

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, di bulan Oktober 2013 silam Yayasan Nabil mendapatkan undangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk memberikan makalah dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2013 di Yogyakarta. Dalam sejarah Kongres Kebudayaan yang dimulai sejak 1918, baru di kongres yang ke-15 inilah untuk pertama kalinya satu organisasi Tionghoa mendapat kehormatan untuk menyumbangkan pemikirannya di dalam acara penting tersebut.

Untuk itu Nabil sudah mempersiapkan artikel tersendiri mengenai penyerbukan silang antarbudaya yang ditulis langsung oleh penggagasnya (Eddie Lembong) dengan bantuan Aan Rukmana (staf Nabil). Materi presentasi tersebut sengaja disiapkan sebagai materi untuk KKI 2013. Topik  Penyerbukan Silang Budaya dibahas dalam sidang komisi 2 pada sesi 3, tanggal 10 Oktober 2013. Acara dilaksanakan di Hotel New Saphir, Yogyakarta dengan dimoderatori oleh seorang budayawan terkemuka, Prof. Edi Sedyawati. Selamat membaca dan semoga membawa manfaat!

Salam hormat,

Sekretariat Yayasan Nabil

 

Catatan moderator : Paper ini dimuat atas seijin bapak Didik Kwartananda. Kami membagi paper ini menjadi tiga bagian.

Read more...

Orang Hakka dan Kebudayaan Hakka (1)

  • Published in Diaspora

Orang Hakka dan Kebudayaan Hakka

1. Orang Hakka dan Penyebarannya

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Hakka merupakan salah satu dari sub etnis Han Chinese yang sangat memiliki ciri khas atau spesifik. Orang Hakka merupakan Orang Han utara yang berdiaspora secara berangsur-angsur dari wilayah utara sungai Huanghe menuju ke selatan tiongkok pada abad ke 4 (dinasti Jin Barat akhir), abad ke ke 9 akhir (dinasty Tang akhir), dan abad ke 13 (dinasti Song Selatan akhir) untuk menghindari bencana peperangan.

Foto : Gadis Hakka (sumber : http://baike.soso.com/v7669997.htm )

 

Read more...

Asal Usul kata Dungkek

Budaya-Tionghoa.Net |Tanggal 20 Juni hingga tanggal 27 Juni 2013 saya bersama teman-teman dari YDSP ( Yayasan Dana Sosial Pariangan ) Bandung, Maranatha, dan universitas Petra yang juga turut disponsori oleh Confucius Institute mengunjungi Sumenep dalam rangka penelitian dan pembuatan film dokumenter. Saya melihat ada banyak hal-hal yang menarik dari hasil perjalanan ini dan dituangkan dalam tulisan bebas.

Read more...

Tantangan dan Prospectife Etnis Tionghoa Indonesia Mengintegrasikan Diri

 The Chinese district of Medan, North Sumatra, in 1925;

Photo Credit : Medan 1925,  Tropenmuseum

Budaya-Tionghoa.Net | Etnis Tionghoa Indonesia mempunyai ciri-ciri khas dalam etnis Tionghoa di dunia, dalam jangka waktu yang panjang, selalu menarik perhatian pengamat dan sarjana masalah etnis Tiongha di dunia. Etnis Tionghao Indonesia mempunyai 3 ciri-ciri khas: Pertama, jumlah etnis Tionghoa Indonesia terbanyak dibandingkan dengan etnis Tionghoa negara-negara lain, masyarakat umum Indonesia mengira, jumlahnya kira-kira 10 juta orang, merupakan 1/4 dari jumlah etnis Tionghoa sedunia;  Kedua, Indonesia pernah merupakan salah-satu negara yang paling diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di dunia ini, terutama kerusuhan Mei 1998 yang tujuan diarahkan kepada etnis Tionghoa dan melanggar HAM menarik perhatian opini dan protes massa sedunia, umum sangat prihatin haridepan etnis Tionghao Indonesia: Ketiga, etnis Tionghoa sedang berangsur-angsur mengintegrasikan diri kedalam masyarakat arus pokok Indonesia, bagaimana hari depan mereka dalam membangun masyarakat harmonis dan Indonesia baru perlu di kaji selanjutnya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Strict Standards: Non-static method oFBLikeBox::getData() should not be called statically in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_ofblikebox/mod_ofblikebox.php on line 24

Latest Articles


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548
  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sejarah


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Budaya


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Tionghoa


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Seni


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Filsafat


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sains


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Esai & Opini


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Resensi Buku


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Album Foto


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548