A+ A A-

Dunia Tang yang Dingin dan Pahit di dalam Puisi Mbeling Meng Jiao ( 751 - 814 )

Budaya-Tionghoa.Net |   Pemberontakan An Lushan yang bertahan delapan tahun ( 755 - 763 ) telah menyapu habis seluruh kebesaran dan kemegahan Dinasti Tang. Sejak itu Dinasti Tang di mata penyairnya telah berubah menjadi selingkar matahari musim dingin di ufuk barat. Sekalipun kadang-kadang masih kelihatan berpijar kemerah-merahan, tetapi bagaimana pun sedang perlahan-lahan terbenam. Dan kelapangan dada, semangat bergelora, dan keyakinan mencengangkan yang diwakili oleh Li Bai dan Du Fu, telah layu dan gugur di dada penyair. Mungkin kadang-kadang masih berkedip sekejap di dalam satu dua puisi penyair masa itu, tetapi sudah tidak bisa bertahan lama lagi. Ini mungkin dapat disebut suatu penyakit zaman: Realita yang merosot telah meracuni jiwa penyair ——— realita yang terpampang jelas di depan mata, siapa pun tidak mampu berlagak tidak kelihatan.

Read more...

Puisi Alam [4] : Sanjak Dinasti Qing | Qi Dajun , Chan Shenxing , Zheng Xie , Yuan Mei , Wu Xilin , Kang Youwei ,

Budaya-Tionghoa.Net | Setelah mengalami perkembangan yang agak suram pada Dinasti Yuan dan Ming, dunia Sanjak kembali bangkit pada Dinasti Qing, bermunculanlah penyair2 berbakat, dengan ragam warna dan gaya, jumlah penyair maupun jumlah puisi yang dihasilkan malah melebih dinasti Tang, meskipun tidak mencuatkan tokoh2 empu sekelas Li Bai dan Dufu, mutu sanjak Qing tak boleh diabaikan, Dinasti ini banyak melahirkan penyair2 berwatak dengan kemampuan yang hampir setara. Dalam sanjak alam, mereka berhasil mensintesakan kekuatan Sanjak Dinasti Tang dan Song.

Selamat menikmati,
Zhou Fy

 

Read more...

Li Bai dan Du Fu

Budaya-Tionghoa.Net|  Banyak orang yang mengungkap persahabatan mendalam antara Li Bai dan Du Fu, mereka terutama memaparkan bukti persahabatan  ini melalui puisi2 yang banyak dihasilkan oleh Du Fu, yang ditujukan kepada Li Bai, seperti puisi terkenal dibawah ini:

Read more...

Purnama di Bukit Langit - Antologi Puisi Tiongkok Klasik

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | Ada dua nama yang tercatat secara gemilang dalam sejarah kebangkitan kembali genre cerita silat di Indonesia setelah tahun 2000.Yang pertama adalah Zhou Fuyuan (Skalaras), karena dialah orang pertama yang di era kebangkitan kembali cerita silat di Indonesia telah menerjemahkan cerita silat yang belum pernah diterjemahkan sebelumnya. Yaitu satu-satunya karya Chin Yung yang sampai saat itu belum diterjemahkan, "Pedang Gadis Wat (Yueh Nu Jian)", diterjemahkannya di tahun 2003.

Read more...

Hasil Rekaman Pidato Jin Yong di Beida (1)

Budaya-Tionghoa.Net |Pengusaha koran dan penulis cersil Jin Yong (Cha Liangyong) yang terkenal di dunia international mengunjungi Universitas Beijing dari 3-29 Oktober 1994, dan mendapat penganugerahan gelar Professor Kehormatan. Di bawah ini adalah teks pidato Jin Yong pada upacara penganugrahan gelar yang diedit kembali oleh Jiao Xiaoyun dari hasil rekaman.[1]

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto