A+ A A-

Review Buku : Chinese Pioneers On The Sarawak Frontier 1841-1941

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | Hari ini saya ingin berbagi mengenai buku yang menarik ini, yang berjudul "Chinese Pioneers on the Sarawak Frontier" karya Daniel Chew. Apa yang menarik dalam buku ini adalah mengenai kongsi para penambang di Bau, Serawak. Selama ini yang terkenal adalah kongsi-kongsi penambang di kawasan Kalimantan Barat, kongsi para penambang di Serawak kemungkinan sudah banyak dilupakan orang. Saya akan coba menampilkan beberapa kutipan dari buku ini:

Read more...

Resensi Buku : "Kisah Republik Lanfang di Singkawang, First Democracy in The World."

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini, saya secara bertahap akan meringkaskan buku mengenai Lanfang secara bertahap. Tentunya dengan tidak melibatkan hal-hal yang sensitif. Saya akan berupaya membuat ringkasan yang ringkas, padat dan informatif, sehingga dapat dijadikan rujukan bagi yang memerlukan data. Beberapa data yang penting akan saya muat. Agar lebih mudah diikuti saya akan buat dalam bentuk poin-poin. Ringkasannya akan dimuat secara bersambung.

Read more...

Review Buku : "Chinese Democracies, A Study of the Kongsis of West Borneo (1776-1884)" - Dr. Yuan Bing Ling

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net| Dr. Yuan Bingling adalah seorang peneliti wanita lulusan Fudan University yang melanjutkannya di Institute of Nanyang Research of the University of Xiamen. Artikel tentang keramik Dehua itu juga sangat informatif dan menarik dari Dr. Yuan, dimana sangat jarang ditemukan tulisan yang membahasnya, walaupun keramik ini banyak dijumpai di Indonesia. Buku "Chinese Democracies, A Study of the Kongsis of West Borneo (1776-1884)" yang ditulis oleh Dr. Yuan ini dibuat berdasarkan hasil disertasinya di Universitas Leiden, Belanda. Memang sukar untuk mendapatkannya buku tersebut di Indonesia yang diterbitkan di Leiden University, Netherland itu dan alangkah baiknya juga kalau buku ini dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia nantinya.

Read more...

Hubungan Lee Kuan Yew Dengan "Republik" Lanfang

Budaya-Tionghoa.Net| Dikatakan bahwa Lee Kuan Yew adalah salah satu keturunan dari Tionghua yang berasal dari "Republik" Lanfang dan Hakka yang merupakan kelompok minoritas di Singapura memainkan peran penting dalam mendirikan Lan Fang Kongsi kedua di Singapura. Sebenarnya apa yang terjadi ?

Read more...

Surat Kembang Gunung Purei : Bahwa Lan Fang Tetap Bernama Lan Fang

Budaya-Tionghoa.Net | Lan Fang sebagaimana halnya dengan Soe Hok Gie, Kwik Kian Gie, Hong Sia, Hoo May Kwie, Ze Lie, Liem Swi King, Tan Sioe Lan, Tan Ping Swan, Wang May Ling, dan lain-lain adalah suatu nama. Jika nama-nama ini digunakan oleh warganegara Republik Indonesia [RI] bagiku ini adalah suatu kebanggaan dan pengejawantahan  dari Indonesia sebagai bangsa dan negeri yang majemuk. Indonesia yang secara geografis berada di antara dua benua dan dua samudera, sangatlah wajar jika ia merupakan sebuah negeri yang terdiri dari berbagai asal turunan dan bangsa. Justru di sinilah terletak kebesaran negeri ini yang kemudian bersepakat membentuk suatu bangsa. Albert Camus memandang negeri jauh lebih penting daripada bangsa. Karena tiada seorang pun bisa hidup tanpa negeri , sedangkan bangsa sangat relatif.

Read more...

"Republik" Pertama di Nusantara - Republik Lan Fang

Budaya-Tionghoa.Net |"Republik" Lan Fang [a] , demikian namanya yang pernah di bentuk oleh orang orang Hakka dari Kwangtung pada akhir abad ke-18. "Republik" ini berlangsung selama 107 tahun lamanya dan mencatat 10 presiden yang pernah memimpin di republik yang berlokasi di Kalimantan Barat ini.Presiden pertamanya adalah Lo Fang Pak beliau dilahirkan tahun 1738 di Kwangtung , Mei Hsien, Shih Pik Pao pada tahun ke-3 Dynasty Ching saat Raja Chien Long berkuasa. Beliau pernah mempunyai anak dari perkawinannya, namun pada zaman itu tradisi Hakka tidak membawa isteri keluar negeri.

Read more...

Resensi Buku : Kembang Gunung Purei

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | Lan Fang, penulis muda kelahiran Banjarmasin, walau terlahir dalam keluagra keturunan Cina yang cukup konservatif dan lebih berkonsentrasi kepada dunia bisnis, Lan Fang lebih suka menulis dan membaca sejak usia sekolah dasar. Kesukaaannya menulis membuatnya ia mencoba-coba mengirim cerita pendek pertamanya ke Majalah Anita Cemerlang pada tahun 1986 dan langsung dimuat sebagai cerita utama di halaman depan majalah tersebut. Semenjak itu Lan Fang jadi ketagihan menulis. Periode 1986-1988 ia cukup banyak menulis cerpen remaja yang dimuat diberbagai majalah remaja seperti Gadis, terutama Anita Cemerlang. Sejak 1997 Lan Fang mememangkan berbagai lomba penulisan yang diadakan majalah Femina. Dua buah novelnya Reinkarnasi (2003) dan Pai Yin (2004) telah diterbitkan oleh Gramedia. Pada tahun 2003 Lan Fan berhasil menyelesaikan novelnya "Kembang Gunung Purei" yang telah mengendap selama hampir lima tahun lamanya dan novel ini memperoleh pengharaan Lomba Novel Femina 2003. Dan kini novel tersebut kembali diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2005 ini.

Read more...

SEJARAH KETURUNAN TIONGHOA DI ASIA TENGGARA YANG TAK DIKENAL KHALAYAK RAMAI

Budaya-Tionghoa.Net | Dibawah ini saya sampaikan serial berjudul "Sejarah Keturunan Tionghoa Di Asia Tenggara Yang Tak Dikenal Khalayak Ramai", yang dimuat oleh Indonesia Media di California dalam lima bagian pada tahun 2003. Peranan penting dari pihak orang Tionghoa--bila diketahui umum--akan meninggikan pandangan terhadap keturunan Tionghoa di Indonesia. Image yang baik dapat mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto