Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Displaying items by tag: Li Bai
A+ A A-

Strict Standards: Declaration of JCacheControllerView::get() should be compatible with JCacheController::get($id, $group = NULL) in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/cache/controller/view.php on line 0

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (4) End

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net| Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (3)

22. MENGASAH BESI MENJADI JARUM

Pinyin : Mo chu cheng zhen 磨杵成针

Makna: Bertekad baja tuk menggapai cita-cita.

Waktu muda Li Bai amat malas. Ia lebih suka bertamasya menikmati pemandangan, daripada duduk di belakang meja belajarnya. Suatu pagi ketika membolos sekolah,  Li Bai melihat seorang wanita tua sedang bekerja di pinggiran kali. Karena penasaran ia pun menyapanya, "Sedang mengerjakan apa Nek, Nampaknya sibuk sekali?"

"Nenek sedang mengasah besi ini menjadi jarum," sahut wanita tua itu sambil terus bekerja.

"Aduh Nenek sudah pikun ya? Mau sampai berapa tahun besi itu baru menjadi jarum?"

Read more...

Sepuluh Besar Kwatrain Lima Kata Dinasti Tang

Budaya-Tionghoa.Net | Karya unggulan Kwatrain lima kata Dinasti Tang 唐诗五言绝句压卷.
Dibandingkan kwatrain tujuh kata, maka kwatrain lima kata lebih sedikit digubah. Nampaknya membuat puisi semakin singkat semakin susah. Umumnya bahasa yg digunakan dalam kwatrain lima kata lebih polos dibanding tujuh kata dan otomatis lebih mudah diingat masyarakat awam. Bahkan beberapa puisi masuk dalam buku pelajaran anak Sekolah Dasar.  Di sini saya akan mengurut 10 besar kwatrain lima kata, dimulai dari yg paling populer:

Read more...

Dunia Tang yang Dingin dan Pahit di dalam Puisi Mbeling Meng Jiao ( 751 - 814 )

Budaya-Tionghoa.Net |   Pemberontakan An Lushan yang bertahan delapan tahun ( 755 - 763 ) telah menyapu habis seluruh kebesaran dan kemegahan Dinasti Tang. Sejak itu Dinasti Tang di mata penyairnya telah berubah menjadi selingkar matahari musim dingin di ufuk barat. Sekalipun kadang-kadang masih kelihatan berpijar kemerah-merahan, tetapi bagaimana pun sedang perlahan-lahan terbenam. Dan kelapangan dada, semangat bergelora, dan keyakinan mencengangkan yang diwakili oleh Li Bai dan Du Fu, telah layu dan gugur di dada penyair. Mungkin kadang-kadang masih berkedip sekejap di dalam satu dua puisi penyair masa itu, tetapi sudah tidak bisa bertahan lama lagi. Ini mungkin dapat disebut suatu penyakit zaman: Realita yang merosot telah meracuni jiwa penyair ——— realita yang terpampang jelas di depan mata, siapa pun tidak mampu berlagak tidak kelihatan.

Read more...

Sichuan - Sulitnya Jalanan Bumi Shu - Li Bai

Budaya-Tionghoa.Net | Bicara mengenai propinsi Sichuan, atau Shu nama kunonya, orang pasti ingat puisi Li Bai yang sangat terkenal : " Sulitnya Jalan Bumi Shu ". Memang wilayah ini penuh dengan gunung2 yang menjulang, zaman dulu sangat terisolasi. Biasanya orang dulu mencapai kesini lewat jalan sungai, yakni lewat Sungai Panjang/ Sungai Yangzi. Jalan lewat darat sangat sempit, berliku2, terjal dan berbahaya. dibawah ini saya kutip puisi Li Bai yang terkenal itu.

Read more...

Seorang Intelektual Li Bo - Analisa Dunia Materi & Dunia Fenomenal

Budaya-Tionghoa.Net | Pada waktu aku beberapa tahun yang lalu datang ke Surabaya dan diminta untuk berbicara mengenai riwayat orang-orang Tionghoa Indonesia, aku bertemu dengan teman-temanku lama yang tidak aku sangka sebelumnya. Mereka ada yang datang dari Hongkong, Beijing, Australia dan tentunya dari Surabaya waktu mudaku. Mereka ada yang menjadi pedagang, pegawai bank, direktur pabrik, aktivis masyarakat, konsultan, dokter, insinyur, ahli ekonomi dan lain lain . Kami sangat gembira dan membicarakan pengalaman kita masing-masing, dari Tempo Doeloe, sekarang dan bagaimana pandangan mereka mengenai hari depan kita.

Read more...

Puisi Alam [4] : Sanjak Dinasti Qing | Qi Dajun , Chan Shenxing , Zheng Xie , Yuan Mei , Wu Xilin , Kang Youwei ,

Budaya-Tionghoa.Net | Setelah mengalami perkembangan yang agak suram pada Dinasti Yuan dan Ming, dunia Sanjak kembali bangkit pada Dinasti Qing, bermunculanlah penyair2 berbakat, dengan ragam warna dan gaya, jumlah penyair maupun jumlah puisi yang dihasilkan malah melebih dinasti Tang, meskipun tidak mencuatkan tokoh2 empu sekelas Li Bai dan Dufu, mutu sanjak Qing tak boleh diabaikan, Dinasti ini banyak melahirkan penyair2 berwatak dengan kemampuan yang hampir setara. Dalam sanjak alam, mereka berhasil mensintesakan kekuatan Sanjak Dinasti Tang dan Song.

Selamat menikmati,
Zhou Fy

 

Read more...

Tiga Puisi Karya Li Bai

Budaya-Tionghoa.Net | Beberapa karya Li Bai diterjemahkan oleh rekan Zhou Fuyuan di mailing-list Budaya Tionghua. Selain membaca beberapa terjemahan dibawah ini , pembaca bisa juga membaca artikel lain seperti , http://web.budaya-tionghoa.net/home/874-dua-penyair-besar-tiongkok , sebuah tulisan kompilasi cukup panjang membahas mengenai Li Bai dan Du Fu , tulisan lainnya adalah , http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/chinese-literature/1167-li-bai-dan-du-fu , http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/chinese-literature/1143-mabuk-sendiri-di-bawah-rembulan-li-bai- , http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/chinese-literature/771-mari-menikmati-syairnya-li-bai-sulitnya-lintasan-shu ,selanjutnya bisa anda telusuri artikel terkait. Pengantar dari Admin

Read more...

Puisi Alam [6] : Syair Alam Dinasti Yuan | Fan Yizi , Xu Wei , Xu Youren

Budaya-Tionghoa.Net|Syair alam justru lebih berkembang saat memasuki dinasti Yuan, obyeknya pun tak terbatas pada obyek kecil dan dekat, tapi juga merambah ke obyek yang besar. Selain syair pendek, banyak yang menggarap syair panjang. Gaya yang muncul umumnya lugas ekpresif, sepintas malah mendekati gaya sanjak bentuk lama karya Li Bai. memasuki Dinasti Ming, gayanya kembali ke lembut impresif, dan kembali populer syair pendek.

Selamat menikmati Zhou Fy    

Read more...

红杏出墙 Kembang Aprikot Yang Keluar Dari Tembok Alias Menyeleweng

Budaya-Tionghoa.Net | Semenjak bebasnya buah-buahan segar memasuki pasaran impor indonesia, kita telah dikenalin banyak nama buah-buahan yang beraneka ragam. Salah satu adalah: Aprikot. (lihat gambar). Tanaman pohon aprikot cocok ditanam didaerah empat musim, berbunga disekitar February and panen kira2 bulan Juli dan Agustus. Pohon aprikot sudah ada sejak jaman kuno China. Konon tempat Kongzi mengajar disebut “Altar Aprikot” krn dikelilingi oleh pohon2 tersebut. Sejak dari itu orang selalu mengasosiasikan aprikot dengan budaya Tionghua. Ratusan ribu karya yang memakai topik aprikot telah tercatat didalam sejarah dan hampir semua pujangga dan penyair Tiongkok sedikit banyak telah pernah menulis tentang aprikot, disebabkan rupa dan warna Aprikot yang sangat ayu dan memikat hati. Sampai “Yang quifei”, istri Kaisar Tang yang terkenal cantik itu, dijuluki sebagai ”Dewi kembang aprikot.”

Read more...

Li Bai dan Du Fu

Budaya-Tionghoa.Net|  Banyak orang yang mengungkap persahabatan mendalam antara Li Bai dan Du Fu, mereka terutama memaparkan bukti persahabatan  ini melalui puisi2 yang banyak dihasilkan oleh Du Fu, yang ditujukan kepada Li Bai, seperti puisi terkenal dibawah ini:

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Strict Standards: Non-static method oFBLikeBox::getData() should not be called statically in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_ofblikebox/mod_ofblikebox.php on line 24

Latest Articles


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548
  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sejarah


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Budaya


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Tionghoa


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Seni


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Filsafat


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sains


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Esai & Opini


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Resensi Buku


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Album Foto


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548