A+ A A-

Tokoh Tionghoa Dan Kemerdekaan RI

Oey Hay Djoen (1929-2008) : Tokoh Kebangsaan

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia , kami menurunkan beberapa tokoh Tionghoa yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan menyajikan pada tokoh Tionghoa ini dimaksudkan agar kita bersama bisa menghayati tentang makna kebangsaan. Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini terdiri dari berbagai suku-bangsa yang masing-masing tumbuh , berkembang dan berkontribusi bagi negara ini.

Read more...

Riwayat Liem Koen Hian (V)

Budaya-Tionghoa.Net |Bitjara soelit ini bisa diliat dari ini kedjadian, dimana Liem Koen Hian di tjoerigai oleh kalangan Boemipoetra sendiri, kedjadian taon 1936. Waktoe itoe Liem Koen Hian serang Dr. Soetomo jang ia anggep sanget Pro-Djepang.

Read more...

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih sedikit dari pada ia pegang Soeara Publiek tapi hasil'nja belipet- lipet lebih banjak sewaktoe ia pegang Soeara Publiek. Saja liat pembatja soedah tida sabar pingin lekas taoe? Kali-ini saja tida aken bilang sabar pada pembatja melaenken aken saja rintji satoe persatoe:

Read more...

Riwayat Liem Koen Hian (III)

Budaya-Tionghoa.Net |  Semendjak dari 1 Apriel 1925 bendera soerat-kabar „miskin" di kibarken dimana moesoehnja soedah tida bisa di hitoeng lagi, baek dari pers koelit poetih maoepoen pers Melajoe Tionghoa jang tida
soeka pada haloean Soeara Publiek, bahken toean Jan Hie mengataken tiap boelan'nja 10 sampe 20 doeri pers jang kepaksa di indjek oleh redactie² Soeara Publiek, tapi ini semoea boekan'nja toean Liem Koen Hian mendjadi keder, malah sebalik'nja ia kataken teros madjoe gasak semoea kebohongan², kebiasa'an² kolot jang menjesatken dan kaloe perloe kandjeng kepaksa moesti ia gasak, maka achir'nja 4 taon waktoe jang tida pendek boeat pertahanken Soeara Publiek jang berachirnja sanget tragis di mana sanget dan sanget kepaksa konsi Soeara Publiek di djoeal, tapi jang lebih menjakitken di djoeal'nja Soeara Publiek boekan ke siapa², hanja ke……… Pewarta Soerabaia! jang sedari awal memang soedah ingin keoboer satoe² saingan di kota Soerabaia.

Read more...

Riwayat Liem Koen Hian (II)

Budaya-Tionghoa.Net |  Pergaoelan jang loeas, mendjadiken ia banjak di kenal dan mengenal orang loear, maka boekan barang jang soesah boeat ia tjari sobat² atawa pembantoe² oentoek djalanken ia poenja keinginan. Sasaran permoelaan dari Liem Koen Hian, dimana ia liat ada doea ke- bengkok'an jang moesti sedikit'nja ia bikin lempeng (*loeroes), kesatoe djelas kesombongan'nja itoe meneer² dan kedoea jalah pandangan² kolot dari bangsa Tionghoa jang ia rasa bisa menjesatken dalem pergaoelan.

Read more...

Surat Kabar Tionghoa-Melayu

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam majalah "Liberty" kita melihat satu analisis dari berbagai surat kabar Tionghoa-Melayu yang terkemuka di Jawa , penggambaran dimana ada harganya untuk disajikan pada para pembaca kita. Antara lain ada ditulis :  Kita punya S.S.K. Tionghoa-Melajoe.  Apa yang kita tulis dibawah ini bukannya pujian dan juga bukan celaan buat salah satu surat kabar. Ini adalah pandangan singkat dari seorang yang berdiri diluar pagar jurnalistik dan kalau tulisan ini keliatan ada memuji satu surat kabar dan mencela surat kabar lain. , seharusnya memang begitu. Seperti garam yang rasanya asin dan gula yang rasanya manis. Kita mulai dengan :

Read more...

Sekelumit Dengan Liem Koen Hian

Budaya-Tionghoa.Net | Menyorot permasalahan warga Negara Indonesia etnik Tionghoa, barangkali pada tempatnya untuk mengetengahkan peranan Liem Koen Hian, seorang tokoh peranakan Tionghoa Indonesia, sebagai sebuah kaca pembesar. Ia adalah pendiri “Partai Tionghoa Indonesia” (PTI) dalam tahun 1932, yang kearifannya mampu membaca tanda-tanda zaman di mana ia hidup. Liem meninggal pada tahun 1952 dalam usia 56 tahun, tidak lama setelah ia keluar dari penjara.

Read more...

Renungan Seorang Patriot Indonesia - Siauw Giok Tjhan

Budaya-Tionghoa.Net |Perkembangan di Indonesia selama 12 tahun terakhir ini untuk komunitas Tionghoa menyejukkan. Berbagai UU dan peraturan yang mengandung rasisme telah berhasil dihapus. UU kewarganegaraan baru yang mengganti UU Kewarganegaraan 1958 mengandung berbagai kepositifan. Tahun baru imlek telah dijadikan hari raya nasional dan perayaan bisa dilakukan secara terbuka. Bahasa Tionghoa bisa digunakan secara bebas. Sekolah-sekolah berbahasa Tionghoa juga bisa dibuka dan dikembangkan secara bebas.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto