A+ A A-

Pandangan Beramal dari Agama Tionghoa

Budaya-Tionghoa.Net |Berikut merupakan notulen dari tema talk show yang diselenggarakan di Klenteng Sinar Samudra Semarang beberapa waktu yang lalu, dengan judul "MENGAPA ORANG KLENTENG HARUS BERAMAL? APA MANFAATNYA?" dengan pembicara Sdr. Soni Zhang salah satu moderator group Budaya Tionghoa.

Kita sering mendengar dan mengucapkan kata “amal”, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “amal”? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari amal adalah perbuatan baik yang mendatangkan pahala. Beramal sama dengan melakukan perbuatan amal, sering disebut dengan berdana. Kedua kata tersebut sama sama memiliki arti “perbuatan memberi” atau “berbuat kebajikan”. Secara ideal, beramal adalah sebuah tindakan memberikan sesuatu (materi dan non materi) kepada pihak (orang atau instansi) yang membutuhkan, dengan dilandasi rasa kemanusiaan, serta dilakukan dengan benar, tepat, tanpa paksaan, dan diawali dengan hati dan pikiran yang ikhlas.

Read more...

Etika dalam Filsafat Tiongkok (2)

 

Pandangan tokoh-tokoh dan aliran filsafat Tiongkok tentang Li

Xun zi 荀子 dan Legalism fajia 法家, Xun Zi beranggapan bahwa li atau etika lahir untuk mengatur nafsu keinginan manusia, dimana jika tidak diatur maka akan timbul masalah, yaitu perebutan untuk pemuasan nafsu manusia akan benda-benda material duniawi. Karena itu li mengatur status dan kedudukan sehingga masyarakat akan mengetahui batasan-batasannya sesuai dengan statusnya dan dengan demikian kebutuhan dan persediaan akan menjadi seimbang.

Read more...

Asal Mula Vegetarian Di Tiongkok

  • Published in Kuliner

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang beranggapan bahwa vegetarian dikalangan orang Tionghoa adalah pengaruh Buddhism. Hal ini sebagian ada benarnya. Buddhism Theravada sebenarnya tidak mengenal vegetarian dan para bhiksu Mahayana pada saat berpindapata tidak ada keharusan menjadi seorang vegetarian , hal ini disebabkan bhiksu itu harus memakan makanan yang diberikan termasuk jika ada yang memberikan makanan berjiwa.

Read more...

Konsep demokrasi dan HAM menurut budaya Tionghoa bag.2

Budaya-Tionghoa.Net | Sambungan dari tulisan bagian pertama ..........Meng Zi 孟子 dalam konsep min ben 民本 berpendapat bahwa tanpa adanya rakyat, maka raja dan negara juga tidak ada, raja bisa berganti tapi rakyat tetap. Xun Zi 荀子walau dalam beberapa prinsip bertentangan dengan Meng Zi, tapi disini Beliau setuju dengan pandangan Meng Zi bahkan mengatakan bahwa untuk mendapatkan hati rakyat, maka harus bijak dan memperhatikan rakyat, jika semua hal itu diabaikan maka kekuasaannya akan lenyap ditelan oleh rakyat itu sendiri.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto