A+ A A-

Menuju Indonesia Yang Baik Dengan Ter-Realisasi-Nya "Bhinneka Tunggal Ika"[6] - Hetze Anti Tionghoa Meluap

Budaya-Tionghoa.Net| Setiap orang yang meneliti kebijaksanaan politik luar negeri RI sejak proklamasi Kemerdekaan, bisa mendapatkan kenyataan bahwa RI selalu berusaha menarik keuntungan dengan adanya pertentangan kepentingan diantara 2 negara Super Power, USA dan USSR. Tentu saja ada berbagai penyimpangan sebagai akibat adanya pikiran dapat menarik USA dipihak RI dalam memaksa penjajah Belanda mengakui berdirinya RI, misalnya ditahun 1948 kabinet Hatta menjalankan'red drive'yang dikenal dengan'Peristiwa Madiun'; kemudian ditahun 1952, kabinet Sukirman melakukan'red drive ke-II' atau yang dikenal dengan razzia Sukiman dengan menangkapi orang2 komunis atau yang dituduh 'komunis' dengan tujuan menarik USA kepihak RI untuk memaksa  penjajah Belanda menyerahkan kembali Irian-Barat pada RI; Kemudian awal tahun 1960-an, Presiden Soekarno berusaha menarik keuntungan dengan politik anti-imperialisme lebih tegas lagi untuk memperoleh bantuan perlengkapan perang lebih besar dari USSR, yang jelas perlengkapan perang demikian itu tidak bisa diperoleh dari USA. Keadaan2 demikian ini bisa dikatakan berhasil memaksa USA untuk menekan Belanda mengakui berdirinya RI dan kemudian menyerahkan Irian Barat kembali kedalam kekuasaan RI.

Read more...

Menuju Indonesia Yang Baik Dengan Ter-Realisasi-Nya "Bhinneka Tunggal Ika"[5] - Faktor External Yang Menimbulkan Berbagai Macam Ekses

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam meneliti perkembangan keadaan Indonesia selama tahun 50-an orang tidak boleh melupakan, bahwa ketika itu 'perang dingin' sedang berlangsung. 'Perang dingin' sedang berlangsung sangat hebat didaerah Asia, terutama bertujuan membendung kemajuan pengaruh Republik Rakyat Tiongkok di Asia.

USA sedang menjalankan politik'China Containment policy', dan politik ini tidak bisa tidak tentu mempengaruhi perkembangan politik dalam negeri Indonesia. Patut diperhatikan, bahwa cukup banyak perwira2 Indonesia dikirim ke USA untuk mendapatkan pendidikan dan latihan kemiliteran; juga tidak sedikit sarjana2 kejuruan dikirim ke USA untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

 

Read more...

Menuju Indonesia Yang Baik Dengan Ter-Realisasi-Nya "Bhinneka Tunggal Ika"[4] - Proses Peralihan Tertunda

Budaya-Tionghoa.Net| Setelah perjanjian KMB (Konperensi Meja Bundar), terjadilah penyerahan kedaulatan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Republik Indonesia Serikat, dengan Bung Karno sebagai Presiden dan Bung Hatta sebagai Perdana Menteri. Dan dalam peristiwa ini patut diperhatikan kenyataan dicoret-nya pasal 33 UUD 1945. Pihak Belanda berpendapat ketentuan pasal 33 itu tidak memungkinkan penanaman modal asing di Indonesia, jadi harus dicoret.

Read more...

Menuju Indonesia Yang Baik Dengan Ter-Realisasi-Nya "Bhinneka Tunggal Ika"[3] - Menjadi Dongkrak Perang Urat Syaraf

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam rangka memulihkan kekuasaan, penjajah Belanda menjalankan perang urat-syarat yang bertujuan meniadakan sympathie dunia terhadap RI, yang dinyatakan RI sebagai bikinan militer Jepang. Untuk mengatasi ini, sistem kabinet yang semula Presidentieel dirubah menjadi sistim kabinet parlementer, membatalkan rencana PNI sebagai partai tunggal dengan tetap membiarkan partai2 politik yang ada hidup secara bebas. Usaha penjajah Belanda dengan men-cap RI bikinan Jepang bisa digagalkan, tapi penjajah Belanda tidak putus-asa. Kemudian digunakanlah kedudukan minority ethnik suku Tionghoa sebagai 'dongkrak' yang menimbulkan persoalan merugikan RI.

Read more...

Menuju Indonesia Yang Baik Dengan Ter-Realisasi-Nya "Bhinneka Tunggal Ika"[2] - Sejarah Memupuk Rasa Bersatu

Budaya-Tionghoa.Net| Memperhatikan Bangkitnya Kesadaran Nasional dan dimulainya usaha menyusun kekuatan Rakyat untuk mencapai Kemerdekaan Nasional, orang tentu melihat bahwa Indische Partij yang dibentuk oleh tiga serangkai, Dr. Tjipto Mangunkusumo; Ki Hajar Dewantoro dan Dowers Dekker, adalah organisasi politik pertama di Indonesia yang mempunyai konsepsi paling menyeluruh mengenai wilayah dan mereka yang wajib dinyatakan sebagai warga-negara dan usaha mencapai Kemerdekaanpolitik penuh. Sejak tahun 1912, adanya konsepsi Indische Partij itulah diakui bahwa, hak seseorang yang dilahirkan di Indonesia dan dibesarkan di Indonesia untuk menentukan kewarga-negaraan.

Read more...

Menuju Indonesia Yang Baik Dengan Ter-Realisasi-Nya "Bhinneka Tunggal Ika"[1] - Pendahuluan

Budaya-Tionghoa.Net| Di bawah ini adalah naskah ceramah almarhum Siauw Giok Tjhan di Seminar P.P.I. di Negeri Belanda pada bulan September 1981. Siauw Giok Tjhan, yang pernah ditahan selama 13 tahun oleh rejim Soeharto tanpa proses pengadilan, adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan nasional Indonesia sejak awal tahun 1930-an. Dedikasinya kepada perjuangan rakyat, kepada kesatuan dan persatuan  nasional bangsa  Indonesia, diwarnai oleh integritas moral dan politik. Siauw pernah   jadi menteri R.I.  yang bertugas mengumpulkan 'funds and forces' pada tahun-tahun pertama Republik proklamasi, pernah jadi anggota  DPRGR, MPRS dan DPA. Almarhum adalah pemimpin Baperki, pendiri Universitas Res Republica. Ceramah ini diberikan beberapa bulan sebelum Siauw meninggal dunia di Negeri Belanda.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto