A+ A A-

Karya Sastra Cina Di Tengah Diskriminasi Politik Dan Budaya


Aku sebuah layang-layang
telah jauh meninggalkan kampung halaman
namun sehelai benang panjang senantiasa
menghela di hati ibu.”
Xu Gang



Budaya-Tionghoa.Net |
WILSON Tjandinegara, seperti kebanyakan orang Tionghoa, pernah memilih berdagang sebagai mata pencaharian. Namun, ia kini punya kesibukan lain. Dalam ruang kerjanya yang sempit, di balik toko kelontong miliknya, ia biasa menghabiskan waktu hingga tengah malam: menerjemahkan puisi-puisi.

Ruang tamunya agak sesak. Berkardus-kardus mi siap saji dan beberapa krat minuman ringan dan teh botol, jenis barang yang dijual di toko kelontong itu ikut memadatinya. Sejumlah foto sampul buku berpigura digantung di dinding, berdampingan dengan potret keluarga.

Read more...

Tionghoa dalam Dinamika Sejarah Indonesia Modern: Refleksi Seorang Sejarawan Peranakan


“. . .Indonesia, the largest country in the world with a Chinese problem”[1]

Pendahuluan: Love and Hate Relations

Pertama-tama saya mohon maaf, karena tidak banyak waktu untuk melakukan persiapan penulisan makalah ini. Waktu penelitian kepustakaan di Belanda yang hanya dua bulan sama sekali tidak menyisakan banyak waktu untuk hal-hal lainnya. Jadi kebanyakan bahan yang disajikan disini adalah yang masih terekam dalam benak saya, sehingga pemaparannya jauh dari lengkap dan bersifat fragmentaris. Walaupun judul ceramah ini sangat luas, namun saya akan membatasi diri pada peran atau kontribusi Tionghoa dan juga hubungan Tionghoa dengan pribumi. Saya akan mengajak Bapak Ibu serta hadirin sekalian secara sersan—serius tapi santai—untuk berkelana sejenak ke masa lampau.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto