A+ A A-

Liang Shanbo dan Zhu Yingtai (1)

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | Liang Shanbo dan Zhu Yingtai (Pinyin) atau di Indonesia orang lebih mengenalnya sebagai Sam Pek - Eng Tay adalah kisah cinta legendaris yang berlatar jaman Jin Timur (265-420 CE). Kisah ini termasuk dalam 4 besar kisah legenda Tiongkok, disamping Kisah Ular Putih (Baishezhuan), Si Gembala dan Gadis Penenun (Niulang Zhinu), dan Meng Jiangnu yang meratap di Tembok Besar.

Berikut ini seorang member grup berkesempatan menceritakannya kembali.

Mencari ilmu

1000 tahun yang lalu, di samping Sungai Yushui, Propinsi Zhejiang terdapat sebuah desa keluarga Zhu. Tuan Zhu di desa tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Yingtai. Ia baru saja berusia 19 tahun, ia tidak hanya pintar dan cantik, tetapi juga banyak belajar. Tetapi peraturan Tuan Zhu sangat ketat, pada hari-hari biasa tidak mengizinkan anak perempuannya keluar rumah. Hal ini membuat Yingtai sangat bermuram durja.

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (3)

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (2)


15. TIDAK ADA 300 TAEL PERAK TERPENDAM DISINI

Pinyin : Ci di wu yin sanbai liang 此地无银三百两

Makna: Membocorkan rahasianya sendiri/kebohongan yang amat buruk.

Zhang San memendam tabungannya sebanyak 300 tael perak di belakang rumah. Karena merasa belum cukup aman, ia memasang papan pengunguman di dekatnya; "Tidak ada 300 tael perak yang terpendam disini!" 

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (2)

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

9. MENCURIGAI TETANGGA MENCURI KAPAK

Pinyin : Yi lin dao fu 疑邻盗斧

Makna : Manusia acap kali subjektif dalam menilai sesuatu.

Seorang petani baru saja kehilangn kapaknya. Ketika anak tetangganya lewat, ia membatin, "Coba lihat, gaya berjalannya saja persis maling, tatapan matanya mirip penjahat, raut mukanya penuh dosa, dan kata-katanya seperti menyembunyikan sesuatu. Ah aku yakin pasti dia pencuri kapakku!"

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

  • Published in Aksara

1. ORANG TUA DI PERBATASAN KEHILANGAN KUDANYA

Pinyin : Sai weng shi ma 塞翁失马

Makna: Kesialan mungkin adalah keberuntungan yang tertunda. Demikian pula sebaliknya.

Diperbatasan Kerajaan Han & Xiongnu, hiduplah seorang peternak kuda tua bersama keluarganya. Suatu hari, tetangganya datang mengabarkan bahwa salah satu kudanya yang terbaik telah hilang. Si kakek hanya tersenyum, "Ah tidak apa-apa, mungkin ini tandanya aku akan memperoleh keberuntungan esok hari," jawabnya santai. Ternyata benar, tak lama kemudian kuda itu kembali. Bahkan ia membawa kuda lain yang tak kalah cantiknya.

Read more...

Setengah Hari Bersama Para Sastrawan Tiongkok & Indonesia

Budaya-Tionghoa.Net| Berikut ini adalah sedikit cerita dari penulis saat menghadiri acara Diskusi Sastra “Pertemuan Persahabatan” dengan keenam penulis dari China diselenggarakan oleh Perhimpunan Penulis Yin Hua pada tanggal 23 November 2013 lalu di Taman Ismail Marzuki

Masih ingat dengan jelas dalam benak saya pertanyaan Apeq Erik Eresen (juga salah satu senior di grup Budaya Tionghoa) saat acara berakhir. Beliau bertanya seperti ini, “Apa perbedaan yang mencolok antara sastra Tiongkok kontemporer dengan sastra Indonesia saat ini?”

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (3)

Budaya-Tionghoa.Net |Melanjutkan Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1) dan (2)

3. Puisi Yan Li:

Biodata Singkat:

Yan Li ( 1954 - ), Penyair kelahiran kota Beijing, memulai menulis puisi pada tahun 1973, 1979 memulai melukis. Pada tahun 1985 kuliah ke New York, Amerika Serikat. Beliau telah menerbitkan buku kumpulan puisinya yaitu: “ Puisi Ini Mungkin Masih Bagus” 1991, “ Pembuat Senja” 1993, dan “Kumpulan Puisi Pilihan Yan Li”1995.

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (2)

Budaya-Tionghoa.Net |Melanjutkan Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1)

2. Puisi Liang Xiaobin

Biodata Singkat:

Liang Xiaobin ( 1955 - ), adalah seorang penyair kelahiran tahun 1955, yang berasal dari kota Hefei, propinsi Anhui. Beliau memulai menulis puisi pada tahun 1972. Puisi yang terkenal darinya adalah “ China, Kunciku telah Hilang”, “ Tembok Seputih Salju”. Pada tahun 1991 menjadi anggota dari Asosiasi Penulis China ( Chinese Writers Association ). Karya-karya puisinya telah bahan buku pelajaran untuk sekolah menengah atas China. 

 

Tembok  Seputih Salju

Liang Xiaobin

Mama,
Aku melihat tembok seputih salju
 
Pagi,
Aku ke pasar membeli krayon,
Melihat seorang pekerja
Menghabiskan banyak tenaga,
Untuk mengecat sekeliling tembok yang sangat panjang
 
Dia berpaling menolehku dan tersenyum,
Dia menyuruhku
Untuk mengabarkan pada semua anak-anak:
Kelak jangan sembarangan mencorat-coret tembok ini.
 
Mama,
Aku melihat tembok seputih salju.
Di atasnya pernah begitu kotor,
Banyak tertulis kata-kata kasar.
Mama, engkau pun pernah menangis,
Hanya karena caci maki itu,
Papa telah pergi,
Pergi selama-lamanya.
 
Dibanding susu  kureguk yang  putih bersih ,
Masih jauh lebih putih bersih tembok itu,
Selalu terbersit di dalam mimpiku,
Dia masih berdiri di garis horisontal,
Pesona sinar berkedap-kedip di siang hari,
Aku suka tembok putih bersih.
 
Tidak akan corat-coret tembok ini lagi selamanya,
Tidak akan,
Langit cerah yang hangat dan selembut seperti mama,
Kau dengar tidak?
 
Mama,
Aku melihat tembok seputih salju.

1980

 

Diterjemahkan oleh : Liu Weilin

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1)

Budaya-Tionghoa.Net |Ini adalah beberapa puisi Tiongkok dari penyair tiongkok modern yang saya terjemahkan pada tahun 2010

1. Puisi Peng Guoliang:

Biodata Singkat:

Peng Guoliang ( 1957 -   ) lahir pada bulan April 1957. Seorang penyair China kelahiran  kota Changsha, Propinsi Hunan. Anggota dari Asosiasi Penulis China ( Chinese Writers Association ). Pemimpin Redaksi majalah “ Kreasi”, telah menerbitkan kumpulan karya sastra dan puisi seperti “ Rumah Kecil Cinta”, “ Akar yang Mengelandang”dll.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto