A+ A A-

Enso dan Zen

Budaya-Tionghoa.Net | Sebagai sebuah simbol , lingkaran mengekspresikan totalitas dari eksistensi kita . Baik dalam upacara pemujaan matahari maupun kisah mitologis ataupun konjungsi seni dan religi , sebuah arketip yang final seperti yang dikatakan Carl Jung . Abad demi abad lingkaran ini mengitari berbagi kultur seperti matahari yang seolah mengelilingi bumi dan diperebutkan dalam klaim-klaim sepihak yang digambarkan secara satir oleh sastrawan ternama Rusia , Leo Tolstoy.[1] Ataupun seperti bulan yang juga menjadi simbol dalam budaya manapun dan kemampuannya memberikan sinar (sebenarnya pantulan matahari) yang lembut tanpa menghanguskan

Read more...

Hui Neng [638-713 M] - Patriarch Keenam Chan Buddhisme

  • Published in Buddha

 

 

Photo : Nanhua Temple - Guangdong ,
Tempat Hui Neng dulu hidup dan mengajar , by Cenkx
, Public Domain

Budaya-Tionghoa.Net | Hui-Neng adalah patriarch ke enam dari Chan-Zen Buddhisme, dan Beliau dianggap sebagai bapak Chan-Zen dari Tiongkok, karena dibawah pimpinanannya, Chan-Zen berkembang sampai ke pusatnya dan pekerjaannya satu-satunya dari seorang Buddhis Tionghoa yang mendapatkan status sebagai Sutra.

Read more...

Puisi Zen : Mundur Adalah Maju

Budaya-Tionghoa.Net | Selama ini, kalau bicara agama, kesannya serius, memancing emosi, membuat tekanan darah meninggi. tapi, tak semua produk agama membuat orang sepaneng, di sini saya coba melontarkan sebuah Puisi Zen Budhisme ( Chan ) yang dihasilkan seorang Biksu.  yang ini dijamin menurunkan tekanan darah, membuat dada kita lebih melapang. selamat menikmati!   salam, ZFy

Read more...

Sekilas Tentang Shaolin

Budaya-Tionghoa.Net | Shaolin Temple (Shaolin Shr) boleh disebut sebagai ikon dari kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun. Shaolin Shr didirikan lebih 1500 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 495 Masehi (dalam masa pemerintahan Hsiau Wen Di dari Wei Utara) di Shungshan, sekarang Dengfeng City di propinsi Henan. Tigapuluh tahun setelah pendiriannya, Shaolin Shr dikunjungi oleh seorang biksu Buddhis dari India, Bodhidharma. Beliau kemudian menyebarkan aliran Zen di Tiongkok dan Shaolin Shr kemudian mendapat julukan "Zhan Jung Zhu Thing" yang berarti Leluhur Aliran Zen.

Read more...

Mengendalikan Tubuh dan Pikiran

  • Published in Buddha

Budaya-Tionghoa.Net | Berlatih Ch'an adalah berlatih Buddha-Dharma, dan prinsip-prinsip yang berlaku dalam Buddha-Dharma selama ber-abad-abad juga berlaku dalam Ch'an. Beberapa prinsip ini adalah soal pengendalian tubuh dan pikiran. Mengendalikan tubuh dilakukan dengan mengatur makanan yang masuk, tidur dan pernapasan. Makanan seharusnya sederhana tetapi bergizi. Makanan juga seharusnya hanya mengisi perut kurang lebih 80 % dari rasa kenyang, tetapi jangan juga sampai membuat anda kelaparan. Makanan-makanan yang mempunyai rangsangan kuat, termasuk juga minuman yang membuat ketagihan sebaiknya dihindarkan.

Read more...

Kitab Xin Xin Ming dan Miyamoto Musashi

Budaya-Tionghoa.Net| Miyamoto Musashi (宫本 武 蔵) lahir di sekitar masa akhir Oda Nobunaga , juga dikenal sebagai Shinmen Takezo, Miyamoto Bennosuke, atau oleh nama Buddha Niten Dōraku. Musashi adalah seorang ronin, seorang seniman pedang Jepang dan mengembangkan gaya sendiri.Secara keseluruhan , Musashi telah melakukan 60 duel dan tidak terkalahkan. Dia adalah pendiri Hyōhō Niten Ichi-ryu atau Niten-ryu gaya pedang dan penulis Kitab Lima Elemen – The Book Of Five Rings (五 轮 书, Go Rin No Sho), Sebuah buku mengenai strategi, taktik, dan filsafat yang masih di pelajari banyak orang hingga saat ini.

Read more...

Komuso - Rahib Zen Bertudung Keranjang Memainkan Seruling

Budaya-Tionghoa.Net | Komuso  (komoso) adalah  rahib mendicant dari sekte Fuke , sebuah sekte Zen di Jepang. Para rahib tersebut mengenakan tudung kepala berbentuk keranjang yang terbuat dengan bahan anyaman. Para rahib juga memainkan seruling bambu [sakuhachi] . Komoso sendiri berarti "straw mat monk" , kemudian artinya berkembang menjadi "priest of nothingness".  Sekte Fuke berasal dari Tiongkok di abad ke sembilan dan masuk ke Jepang disekitar abad 13 M.

Read more...

Perkembangan Buddhisme di Jepang

  • Published in Buddha

Budaya-Tionghoa.Net | Kedatangan agama Buddha dari Tiongkok ke Jepang telah membawa pengaruh yang luas dan mendalam terhadap sisi peradaban lainnya di Jepang, tidak saja sisi agama Buddha sebagai sistim kepercayaan , tetapi juga sisi lembaga politik, bahasa, tulisan, perencanaan kota serta serta gaya hidup sehingga membawa Jepang naik ke tingkat perkembangan kebudayaan yang lebih tinggi. Agama Buddha disini berfungsi sebagai katalisator dan jembatan peradaban yang menghubungi antara Tiongkok dan Jepang yang mengtransformasi nilai- nilai budaya, kepercayaan, teknologi, gaya hidup (way of life) dan produk peradaban lainnya dari Tang ke Jepang, hampir sama dengan peranan agama Kristen yang mengtransformasi peradaban Mediterania (Lautan Tengah) ke Eropah Utara.

Read more...

Museum Miho , Antara Puisi dan Arsitektur

Budaya-Tionghoa.Net | Mihoko Koyama (1910-2003) , adalah salah satu wanita terkaya di Jepang dan pendiri dari sekte spiritual Shu Mei di tahun 1970. Mihoko kemudian menugaskan IM Pei untuk merancang sebuah museum untuk koleksi keluarga. Sebelumnya IM Pei terkenal dengan rancangannya Piramid Kaca di Museum Louvre dan juga Rock and Roll Hall di Cleveland , Ohio. Museum Miho ini kelak berkembang tidak sebatas koleksi keluarga tapi juga oleh berbagai koleksi internasional.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto