A+ A A-

"Bungker Budaya" yang Makin Terkuak

Budaya-Tionghoa.Net | Tahun baru imlek sudah berlalu beberapa bulan lalu.  Itulah dimulainya rengkuhan waktu dan juga dipercaya sebagai lembaran "nasib" baru bagi kalangan Tionghoa, terutama yang merayakan dan siapa pun yang memercayai hajatan besar ini. Tahun Baru Imlek di Indonesia sudah diakui pemerintah dan menjadi hari libur nasional.

Jelas pengakuan ini bukan semata memberikan legitimasi ulang atas sebuah eksistensi kultural kaum Tionghoa di Indonesia. Lebih dari itu, merupakan transformasi budaya nasional Indonesia terhadap subkultur Tionghoa yang selama ini sebagai bangsa telah keliru dalam menyikapinya. Fobia kultural Tionghoa oleh rezim terdahulu sangat ditekankan karena dikhawatirkan jika kultur Tionghoa eksis bakal menjadi kultur yang setara dengan kultur lokal. Ia bisa menjadi pemicu ketidakamanan, padahal hal itu menjadi prasyarat mutlak pembangunan ekonomi dan status quo rezim politik.

Read more...

Seputar Imlek dan Dewa Dapur [2]

Budaya-Tionghoa.Net |  Kebiasaan membersihkan rumah ini menurut catatan kitab kuno Lu Si Cun Qiu sudah ada sejak jaman pemerintahan Yao dan Sun. Kisah-kisah Zhao Jun mencatat perbuatan manusia juga sudah ada sejak lama. Pada masa Dinasti Ming dan Song kebiasaan mengantar Zhao Jun itu selalu disertai arak dan mengoleskan arak diseluruh rupang atau tulisan /papan dewa Zhao Jun. Dengan harapan Zhao Jun mabok dan tidak bisa melaporkan hal-hal buruk manusia dengan baik. Pada masa Dinasti Ming dan Qing itu kebiasaan berubah menjadi menorehkan madu dan mempersembahkan yang manis-manis kepada Zhao Jun.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto