Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Displaying items by tag: bandung
A+ A A-

Strict Standards: Declaration of JCacheControllerView::get() should be compatible with JCacheController::get($id, $group = NULL) in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/cache/controller/view.php on line 0

Kesan Menyaksikan Kirab Budaya Bandung 2013

Photo Credit : Ardian Cangianto & Dada

Budaya-Tionghoa.Net | Bandung memang terkenal sebagai daerah pariwisata domestik dan dijuluki Parisj Van Java karena keindahannya. Letaknya diketinggian sekitar 768 meter dpl dan seperti didasar mangkok raksasa dikelilingi gunung disegala penjuru membuat kota Bandung relatif sejuk dibandingkan kota-kota besar lain di Indonesia. Tujuan wisata Bandung senantiasa berpusat di kawasan Bandung Utara sampai ke Lembang , sementara Kirab Budaya Bandung Capgomeh 2013 akan berlangsung di kawasan pusat Bandung yang padat. Bagaimana jadinya ?

Read more...

Fotografi : Kirab Budaya Bandung 2013

 

Budaya-Tionghoa.Net | Capgo Meh  memiliki makna bulan purnama yang pertama di tahun yang baru, adalah tradisi dan budaya orang Tionghoa yang sudah berumur ribuan tahun, tentunya tidak mudah lenyap begitu saja. Pada hari Sabtu tanggal 2 Februari 2013 sebuah festival penutupan hari raya Imlek kembali diadakan di kota Bandung. Ini adalah perayaan yang ketiga setelah 2011 dan 2012 , dimana setengah abad lebih festival itu tidak dirayakan dan sekarang mulai menggeliat di kota Bandung. Capgo meh terakhir dirayakan pada tahun 1959, adapun perayaan yang dilaksanakan para tanggal 2 Maret lalu diselenggarakan agar bisa dirayakan secara bersama-sama dan kebetulan  hari sabtu dan aktifitas ekonomi tidak setinggi hari biasa, turis juga bisa menikmati kirab budaya ini. (Pengantar , Ardian Cangianto)

Read more...

2012.08.09 Sejit Kongco Kwan Kong Vihara Dharma Ramsi Bandung

Dengan Hormat,
Bersama ini kami Pengurus Vihara Dharma Ramsi (靈光寺) Bandung & Panitia Perayaan Sejit (H.U.T) Kongco Kwan Kong Tahun 2563/2012 kembali mengundang kehadiran dan partisipasi dari bapak / Ibu, Pengurus / Locu, Kelenteng / Vihara / Bio, Para Umat dan Simpatisan dalam acara Perayaan Sejit (H.U.T) Kongco Kwan Kong Tahun 2563/2012 yang diselenggarakan pada;
Hari/Tanggal : Kamis-Sabtu, 9-11 Agustus 2012
Tempat : Vihara Dharma Ramsi (靈光寺)
Jalan Cibadak Gg. Ibu Aisah 18/9A Bandung 40241
Tlp. (022) 6034489
Kami sangat berharap bapak / Ibu, Pengurus / Locu, Kelenteng / Vihara / Bio, Para Umat dan Simpatisan dapat hadir dan turut berpartisipasi dalam memeriahkan acara ini.

Read more...

Fotografi : Kirab Budaya - Capgomeh Bandung 2012

Budaya-Tionghoa.Net | Pengantar Admin : Capgo Meh memiliki makna bulan purnama yang pertama di tahun yang baru, adalah tradisi dan budaya orang Tionghoa yang sudah berumur ribuan tahun, tentunya tidak mudah lenyap begitu saja. Dokumentasi foto ini menunjukkan sebuah festival penutupan hari raya Imlek kembali diadakan di kota Bandung. Tidak terasa sudah setengah abad lebih festival itu tidak dirayakan dan baru di tahun 2011 kemaren kembali dilaksanakan , dan tahun 2012 ini memasuki penyelenggaraan kedua kalinya. Acara kirab ini adalah juga demi memperkokoh persatuan Indonesia melalui budaya, bukan sekedar hura-hura belaka dan memperkenalkan kembali sesuatu yang hilang dari etnis Tionghoa di Bandung dan tentunya tujuan lain adalah turut menggiatkan kegiatan pariwisata kota Bandung sendiri yang memang sudah terkenal sebagai kota pariwisata. Fotografi liputan dari teman salah satu moderator kami (Meiyani Mulyawan) yaitu karya Poulique Marly menarik untuk disimak. Pengantar (Admin)

Read more...

Dokumentasi Foto : Kirab Budaya - Capgomeh Bandung 11 Februari 2012 [214 Pics]

Budaya-Tionghoa.Net | Capgo Meh memiliki makna bulan purnama yang pertama di tahun yang baru, adalah tradisi dan budaya orang Tionghoa yang sudah berumur ribuan tahun, tentunya tidak mudah lenyap begitu saja. Dokumentasi foto ini menunjukkan sebuah festival penutupan hari raya Imlek kembali diadakan di kota Bandung. Tidak terasa sudah setengah abad lebih festival itu tidak dirayakan dan baru di tahun 2011 kemaren kembali dilaksanakan , dan tahun 2012 ini memasuki penyelenggaraan kedua kalinya. Acara kirab ini adalah juga demi memperkokoh persatuan Indonesia melalui budaya, bukan sekedar hura-hura belaka dan memperkenalkan kembali sesuatu yang hilang dari etnis Tionghoa di Bandung dan tentunya tujuan lain adalah turut menggiatkan kegiatan pariwisata kota Bandung sendiri yang memang sudah terkenal sebagai kota pariwisata.  Acara kirab seperti ini tidak banyak kota di Indonesia yang bisa sebesar ini bahkan Singapore sendiri tidak mampu semeriah ini tambahnya.Perayaan yang dilaksanakan di Bandung mengundang banyak kenangan nostalgia bagi warga keturunan Tionghoa di Bandung, apalagi selama lebih dari 30 tahun mereka dilarang merayakan kegiatan keagamaan ataupun budayanya di depan umum.|| Baca selengkapnya

(Admin)

 

Read more...

Dokumentasi Foto : Kirab Budaya Bandung 11 Februari 2012

Budaya-Tionghoa.Net | Pengantar Admin : Capgo Meh memiliki makna bulan purnama yang pertama di tahun yang baru, adalah tradisi dan budaya orang Tionghoa yang sudah berumur ribuan tahun, tentunya tidak mudah lenyap begitu saja. Dokumentasi foto ini menunjukkan sebuah festival penutupan hari raya Imlek kembali diadakan di kota Bandung. Tidak terasa sudah setengah abad lebih festival itu tidak dirayakan dan baru di tahun 2011 kemaren kembali dilaksanakan , dan tahun 2012 ini memasuki penyelenggaraan kedua kalinya. Acara kirab ini adalah juga demi memperkokoh persatuan Indonesia melalui budaya, bukan sekedar hura-hura belaka dan memperkenalkan kembali sesuatu yang hilang dari etnis Tionghoa di Bandung dan tentunya tujuan lain adalah turut menggiatkan kegiatan pariwisata kota Bandung sendiri yang memang sudah terkenal sebagai kota pariwisata.  Acara kirab seperti ini tidak banyak kota di Indonesia yang bisa sebesar ini bahkan Singapore sendiri tidak mampu semeriah ini tambahnya.Perayaan yang dilaksanakan di Bandung mengundang banyak kenangan nostalgia bagi warga keturunan Tionghoa di Bandung, apalagi selama lebih dari 30 tahun mereka dilarang merayakan kegiatan keagamaan ataupun budayanya di depan umum. Pengantar (Admin)

Read more...

Jiang Yudi (Chiang Yu Tie) - Terus Berkarya Meski Sudah Senja

Budaya-Tionghoa.Net | Diantara seniman yang masih hidup mungkin sosok perempuan yang satu bisa dikatakan salah satu yang ¡¥langka¡¦. Usianya sudah 88 tahun tapi masih saja berkecimpung dalam seni dengan menghasilkan puluhan lukisan.

Bagi masyarakat umum nama Jiang Yudi (Chiang Yu Tie) rasanya masih sangat asing. Namun bagi komunitas lukis dan kaligrafi China, Jiang sudah akrab bahkan sangat dikenal. Karya-karyanya selalu saja diminati dan tak ingin dilewatkan untuk dikoleksi bagi para kolektor lukisan.


Read more...

Hampir Punah : Musik Tradisional Hakka di Bandung

Budaya-Tionghoa.Net | Perkembangan musik tradisional China akhir-akhir ini secara umum cukup menggembirakan, hal itu bisa kita lihat dari adanya sebagian kecil dari kaum muda yang tertarik dan mulai mempelajari alat-alat musik tradisional China, seperti erhu, guzheng dan dizi.Kemunculan 12 Girls Band juga turut membantu memperkenalkan alat-alat musik tradisional China kepada generasi muda kita yang lahir di jaman orde baru .

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Strict Standards: Non-static method oFBLikeBox::getData() should not be called statically in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_ofblikebox/mod_ofblikebox.php on line 24

Latest Articles


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548
  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sejarah


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Budaya


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Tionghoa


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Seni


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Filsafat


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sains


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Esai & Opini


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Resensi Buku


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Album Foto


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548