A+ A A-

Agama Tionghoa

 

Photo Ilustrasi : Tay Kak Sie  , by  Chendra Ling Ling

Budaya-Tionghoa.Net | Agama Tionghoa itu apa ? Agama yang dianut oleh mayoritas Tionghoa itu ada tiga tapi esensinya sama saja : jing tiandi (menghormati langit dan bumi) , baizhu xian (menghormati leluhur) , li shenming (menghormati mahluk suci , dewa atau tokoh-tokoh yang berjasa). Dari agama tersebut ada yang dinamakan zhengtong atau mainstream , minjian xinyang atau sering disebut minjian daojiao. Tentunya bakal ada yang gerah mendengar istilah minjian daojiao atau agama Tao rakyat , sehingga terkadang digeser menjadi agama rakyat.

Read more...

Kelenteng , Siapa Yang Punya ?


Photo Ilustrasi : Jin De Yuan , by  Greysia Susilo Yunus

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak sekali simbol-simbol agama Buddha yang masuk kelenteng dan bahkan ada yang sebelum kejadian G30S. Teratai adalah simbol agama Buddha, bisa dilihat di beberapa kelenteng yang menggunakan teratai sebagai salah satu ornamennya. Juga misalnya dengan bendera hitam sebagai ciri khas Daoism, juga tidak bisa dipakai di Indonesia. Mungkin di Taiwan, Hongkong, masih bisa dipakai, tapi itu juga rata-rata shentan yang menggunakannya. Jadi tidak bisa dianggap kelenteng dengan bendera hitam adalah kelenteng Daoism.

Read more...

Bhiksu Ben Qing Yang Terlupakan [1878-1962]

  • Published in Buddha

Budaya-Tionghoa.Net| Bhiksu Ben Qing (Pen Ching) alias ARYAMULA benqingsi 本清寺 (1878-1962)di Gadog Cipanas disebut Aryamularama [asal Aryamula dan arama: vihara utk bhiksu]. Diawal abad ke 20, pada tahun 1901, beliau datang ke Indonesia dan berkeliling banyak kota, dari satu kelenteng ke kelenteng lain. Membabarkan dharma, memberikan pelayanan kepada masyarakat Buddha terutama dalam ritual, beliau kemudian membangun Guang Hua Si di Jakarta.

Read more...

Riwayat Singkat Y.A Sanghanata Aryamula (Maha Bhiksu Pen Ching) )

  • Published in Buddha

Budaya-Tionghoa.Net | Bhiksu Ben Qing (Pen Ching) alias ARYAMULA benqingsi (本清寺) (1878-1962)di Gadog Cipanas disebut Aryamularama (asal Aryamula dan arama: vihara utk bhiksu). Diawal abad ke 20, 1901, beliau datang ke Indonesia dan berkeliling banyak kota, dari satu kelenteng ke kelenteng lain. Membabarkan dharma, memberikan pelayanan kepada masyarakat Buddha terutama dalam ritual, beliau kemudian membangun Guang Hua Si di Jakarta. Beliau ini termasuk tokoh besar agama Buddha di Indonesia, mengembangkan ajaran Buddha Chan/Zen. Untuk mengenang beliau, para murid keturunannya mendirikan vihara Ben Qing Si di Pacet. Sayang sungguh sayang org sekaliber beliau dilupakan jasa2nya, padahal jejak keberadaannya bisa dilacak di Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Cirebon, Malang dan banyak kota2 lainnya di Sumatra maupun pulau Jawa. Beliaulah yg membangkitkan kembali benih2 Buddha Mahayana Tiongkok yang merupakan bagian dari San Jiao.

[Pengantar Admin dan Moderator Budaya Tionghua]

***

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto