A+ A A-

Eksistensi Dupa Dalam Budaya Tionghua

Budaya-Tionghoa.Net | Dupa atau kerap disebut Hsiang (Mandarin) atau Hio (Hokkian) adalah salah satu unsur yang eksis dalam kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun. Dupa terutama digunakan dalam acara penghormatan kepada leluhur dan acara2 ritual keagamaan beberapa agama yang ada di Tiongkok.

Read more...

Ibadah Buddha Di Mancanegara dan Indonesia

  • Published in Buddha

Bila saya perhatikan, ibadah Buddha di Srilangka, India maupun di Europa agak berbeda dengan di Vihara2 di Indonesia. [D Hadinoto]



Budaya-Tionghoa.Net |
Karena pak Hadi sering traveling ke berbagai negara, tentu dengan mata kepala sendiri dapat menyaksikan perbedaan tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah jika kata "ibadah" yang ditekankan, berarti
kita hanya berbicara mengenai bentuk luarnya saja. Dan makna dari kata "ibadah" ini sendiri tentunya berbeda, tergantung
paradigma "agama" yang dipeluk masing-masing.

Read more...

Sekte Sukhavati - Jingtuzong (净土宗) , Satu Dari Tiga Belas Aliran Buddha Di Tiongkok Dan Jepang

  • Published in Buddha

Photo Ilustrasi : by pfctdayelise
Gunung Lushan (庐山) Tempat Aliran Jingtu Berkembang ,

Budaya-Tionghoa.Net | Sekte Sukhavati, sejauh yang saya tahu dari yang pernah saya baca selama ini dikenal juga sebagai Jingtuzong (净土宗) adalah salah satu dari 13 sekte utama Agama Buddha di Tiongkok (dan juga Jepang). Merupakan sekte aliran Mahayana yang didirikan dan berkembang di luar India setelah zaman Siddharta Gautama. Tujuan akhir penganut sekte ini adalah dilahirkan kembali kelak di surga Sukhavati.

Read more...

Tradisi Sembahyang Rebutan di Palembang

Budaya-Tionghoa.Net | Di Palembang ada banyak sekali kelenteng . Setiap tahun disekitar bulan Juli dan Agustus ada acara Sembahyang Rebutan. Banyak sekali makanan yang akan disajikan , baik berupa beras , daging , buah-buahan.Di masa lampau , setiap kali acara itu selesai sekitar jam 10 malam, ada ritual yang membakar sebuah boneka dari kertas yang berwajah seram, dengan lidah menjulur, rambut yang berwarna merah, berdiri tegak dengan sebuah tangan di pinggang dan tangan yang satu lagi terangkat keatas . Masyarakat setempat menyebutnya  “te su”.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto