A+ A A-

Dokumentasi Foto : Lian Feng Miao - Macao

Budaya-Tionghoa.Net | Narkoba bisa merusak satu bangsa hingga terpuruk, pengalaman pahit ini diderita oleh Tiongkok dan salah satu kehancuran Tiongkok adalah candu. Cerita perang candu dan kehancuran satu bangsa itu sering diceritakan oleh engkong. Setiap habis bercerita, pasti wanti2nya adalah jangan coba2 narkoba, sekalinya mencoba maka akan terjerumus seumur hidup.

Memang demikianlah dalam sejarahnya, bahwa candu menghancurkan satu bangsa, dan saat mau mencegah penyebaran candu, perang dikobarkan oleh Inggris atas nama “free trade”. Candu dan perang candu ini adalah salah satu pemicu guochi 國恥 ( penghinaan bangsa ) yang berkepanjangan.
Biasanya saya malas menuliskan tentang kelenteng dan riwayatnya, tapi kali ini ada satu kelenteng yang menggugah perasaan saya.

Read more...

"Surat Cinta" Lin Zexu Pada Ratu Victoria Yang Bertepuk Sebelah Tangan

Photo

[Foto Ilustrasi : Diorama Lin Zexu di Liang Feng Miao - Macao , by Ardian Cangianto]

Budaya-Tionghoa.Net | Tulisan ini bukan untuk dimaksudkan membahas latar belakang Perang Candu maupun penggunaan candu secara mendetail tetapi ditujukan sebagai kajian dan terjemahan bebas dari surat Komisaris Lin Zexu kepada Ratu Victoria dari Inggris berkaitan dengan kasus Candu yang meraja rela di Tiongkok pada abad 19 dengan catatan disetiap poin-poin yang disampaikan oleh Komisaris Lin disertai pengantar dan beberapa catatan.

Candu telah digunakan sejak lama di Tiongkok dalam jumlah terbatas. Di tahun 1620 , penduduk di Taiwan mulai mencampurkannya dengan tembakau dan menggunakannya sebagai obat adiktif  dan menyebar di pantai selatan Tiongkok. Di tahun 1729 , Kaisar Qing Zhizong[1] mengeluarkan edict yang mencekal penjualan dan distribusi candu. Walau demikian Portugis melanjutkan untuk membawa candu dalam kuantitas kecil ke pelabuhan India seperti Damao dan Goa.  Di tahun 1773 , EIC memutuskan untuk menciptakan monopoli candu di India dengan menanam Candu Patna dengan kualitas yang lebih baik dari candu Malwa – Portugis.

Read more...

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qing Dengan Inggris : Opium Games

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk perdagangan tidak terbatas dan berjanji untuk melakukan hubungan luar negri atas dasar kesetaraan.Tiongkok juga sepakat dengan prinsip ekstrateritorialitas dimana orang-orang Barat secara eksklusif tunduk pada yurisdiksi negara mereka sendiri.

Read more...

Faktor Internal Dan External Kemunduran Tiongkok Di Masa Dinasti Qing

Budaya-Tionghoa.Net |Kemunduran Tiongkok di masa akhir Dinasti Qing adalah karena masalah internal, namun setelah kedatangan kekuatan asing sejak permulaan Dinasti Qing keadaan nampaknya memburuk. Apakah kita bisa memungkiri bahwa ada pengaruh kekuatan asing terhadap percepatan kemunduran Tiongkok tadi? Apakah ada yang berani menjamin bahwa tidak ada faktor kekuatan asing dalam mempercepat keruntuhan Qing? Saya kira anda harus objektif dalam hal ini, saya mengakui bahwa keruntuhan dan kemunduran Tiongkok adalah faktor internal dan dipercepat oleh faktor eksternal (kekuatan asing).

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto