A+ A A-

Resensi Buku : "Two Years In Forbidden City"

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | “Two Year in Forbiden City“ merupakan buku yang terbit tahun 1912 yang ditulis oleh Princess Der Ling yang bernama Eropa yaitu Elisabeth Antoinette, berdasarkan pengalamannya selama 2 tahun berada di Forbidden City pada jaman pemerintahan Dynasty Qing. Beliau lahir di Beijing Juni 1885 dan meninggal di Barkeley California tahun 1944 karena kecelakaan mobil.

Read more...

Resensi Buku : Empress Dowager Cixi

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | Cixi punya nama kecil bernama Lan Er (Orchild Child) . Dia juga punya dua saudara lelaki dan satu saudari muda. Cixi menjadi anak favorit dari orang tuanya. Cixi cantik , pintar dan berbakat dan berbakti . Cixi kecil bisa mempersiapkan candu bagi ayahnya. Kalangan aristokrat Manchu juga mencintai opera sehingga Cixi bersama ayahnya sering menyaksikan opera.

Read more...

Liang Qichao [1873-1929] : Pemikir , Jurnalis , Reformis

Budaya-Tionghoa.Net | Liang Qichao [梁启超, 1873-1929] adalah salah satu tokoh sejarah dan intelektual penting di Tiongkok pada peralihan abad 19 ke abad 20 yang tidak sedikit mempengaruhi pemikiran generasi muda Tiongkok ketika itu.Liang Qichao adalah salah satu pemikir brilian di masa akhir Dinasti Qing. Liang dilahirkan pada tanggal 23 Februari 1973 di Xinhui , Guangdong.

Read more...

Kutukan Yehonala Terhadap Klan Aisin Gioro

Budaya-Tionghoa.Net| Ada aturan tidak tertulis yang diwariskan oleh para leluhur para penguasa kekaisaran Manchu bahwa para kaisar tidak boleh mengangkat permaisuri dari marga Yehonala , karena mereka mendapatkan ramalan bahwa kekuasaan marga Aison Gioro akan hancur ditangan wanita bermarga Yehonala. Ini semua berdasarkan cerita kutukan dari keluarga Yehonala terhadap keluarga Aisin Gioro.

Read more...

Empress Dowager Cixi : Figur Dibalik Keruntuhan Dinasti Qing

Budaya-Tionghoa.Net | Ratu Ci Xi , Tsu Hie 慈禧太后 (1835~1908), adalah orang Manchu bermarga Yeh-he Na-la, merupakan selir Kaisar Xian Feng 咸豐帝 [ 1831–1861, berkuasa 1850 – 1861] yang meninggal pada usia muda. Setelah Kaisar Xian Feng wafat, ia kemudian memegang kekuasaan di balik layar karena Kaisar Tong Zhi 同治帝 [1856– 1875 , berkuasa 1861 - 1875]  pada waktu naik tahta masih terlalu kecil. Baru naik tahta 14 tahun, Kaisar Tong Zhi meninggal sehingga tahta kekaisaran dialihkan ke Kaisar Guang Xu [1871–1908 , "berkuasa"1875 – 1908] yang pada waktu itu masih berumur 4 tahun. Alhasil Ratu Ci Xi berkuasa lagi di balik layar karena Kaisar masih terlalu kecil. Secara de facto , Ci Xi berkuasa selama hampir 47 tahun.

Read more...

Drama "For the Sake of the Republic" [2003]

Budaya-Tionghoa.Net | Film seri "Towards the Republic" atau "For the Sake of the Republic" "Zou Siang Gong He" [CCTV , 2003] terdiri dari 60 episode. Ditayangkan dari bulan April sampai May 2003. Setting waktu berlangsung dari masa pemerintahan kaisar Guang Xu sampai masa Republik [dalam film ini 1890-1917], sebuah periode kritis dalam sejarah Tiongkok. Film ini dalam beberapa skenarionya sempat mengundang kontroversi dan perdebatan di kalangan sejarahwan dan perfilman tahun lalu, misalnya peristiwa wafatnya Kaisar Guang Xu yang merupakan spekulasi dari penulis skenario film ini dan beberapa fakta sejarah lainnya. Jadi film ini juga bukan menceritakan kembali sejarah tanpa polesan seperti film dokumenter.

Read more...

56 Etnis Minoritas China: Suku Manchu

Budaya-Tionghoa.Net | Penulisan Manchu [wade giles] sendiri tidak ‘standard’ sesuai dengan kaidah Pinyin, yang seharusnya ditulis Man Zu (满族) [pinyin][3] dan memang bunyinya begitu, Manchu, man cu…Populasi sekitar 10 juta dan mayoritas berlokasi di China bagian utara [Olsson ,p 219]. Suku Manchu memiliki sejarah panjang lebih dari 2.000 tahun. Kebanyakan bertempat tinggal di sekitar Liaoning.

Read more...

Terciptanya Tiong Hoa Hwee Koan

Ang Yan Goan – Tokoh Pers Tionghoa Yang Peduli Pembangunan Bangsa Indonesia

Photo Ilustrasi : Ang Jan Goan

Sengaja saya salinkan tulisan (LIHAT LAMPIRAN) yang dibuat oleh Nio Joe Lan di bawah koordinasi Tjee Tong Lim, Tan Boen Seng, Ang Jan Goan, ANg Tjin Thay, Go Siang Tiat, Nio Joe Lan dan Mr. Souw Hong Tjoen dalam peringatan 40 tahun THHK. Sengaja juga saya tuliskan dalam langgam bahasa Indonesia modern untuk memudahkan pembaca mengenali makna yang ada di dalam tulisan tersebut, tanpa harus memutar otak duluu membaca langam lama yang banyak di antaranya kurang dikenal pada masa sekarang ini, khususnya bagi pembaca asal luar Jawa.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto