A+ A A-

Film Cloud Atlas dari Perspektif Barat dan Timur

Budaya-Tionghoa.Net | Menyaksikan Cloud Atlas berarti menyaksikan sebuah karya yang selangkah lebih “kurang ajar” dari “Babel”-nya Brad Pitt. Dahulu Babel (2006) mereduksi kompleksitas sosial dengan mencomot satu persatu manusia dari akar kulturnya dan dipertemukan dalam dunia yang mengkerut yang jaraknya tidak lebih dari enam langkah keterpisahan sosial (sixth degree of separation). Seperti kibasan seekor kupu-kupu di Hawaii yang menyebabkan badai di Karibia demikian pula sebuah peluru nyasar di Maroko terhubung secara ko-insidental dengan manusia-manusia lain Jepang , Meksiko dan Amerika Serikat yang jaraknya berjauhan satu sama lain.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto