A+ A A-

Sekilas Sejarah Tiongkok ( bagian 2 )

  • Published in Sejarah

Pada zaman Dinasti Han ini, terutama zaman Kaisar Han Wudi [Han Bu Te] 汉武帝, Tiongkok mencapai zaman keemasan. Karena itu rakyatnya sangat bangga menyebut dirinya orang Han. Istilah bangsa Han ini berlangsung sampai sekarang. Bangsa Han merupakan sekitar 94% dari penduduk Tiongkok saat ini. Orang Inggris menyebutnya the Han Chinese. Orang Tionghoa Indonesia hampir 100% adalah keturunan Han. Bahasanyapun disebut bahasa Han (Hanyu 汉语) dan hurufnya disebut huruf Han (Hanzi 汉字). Bahasa Mandarin adalah dialek standar dari bahasa Han, sedangkan bahasa Hokkian 福建, Kheq 客, Konghu 广府, Tiociu 潮州, Hokchnia 福清, dll. yang kita kenal di Indonesia merupakan dialek dari bahasa Han. Di luar Tiongkok, bangsa Han ini lebih dikenal sebagai orang Tionghoa 中华 atau Huaren 华人, sedangkan bahasa Han disebut bahasa Hua atau bahasa Tionghoa (Huawen 华文/Huayu 华语).

 

 

Liu Bang 刘邦
Pendiri Dinasti Han

 

Kaisar Han Wudi  汉武帝
Kaisar Dinasti Han

 

Setelah sekitar 400 tahun berdiri, kerajaan Hanmenjadi lemah.Kekuasaan jatuh ke tangan perdana menteri Cao Cao [Co Cho] 曹操, sedang yang tidak puas mendirikan kerajaan lain.Akhirnya Dinasti Han terpecah menjadi tiga negara yang berperang satu sama lain untuk memperluas wilayahnya. Di Utara ada kerajaan Wei [Gui] 魏, di timur ada kerajaan Wu [Gou] 吴, dan di barat ada kerajaan Shu [Siok] 蜀. Periode ini disebut zaman Tiga Negara [Sam Kok] 三国.

Pada saat ini muncul beberapa nama yang terkenal dalam sejarah Tiongkok, yaitu: Zhuge Liang [Cukat Liang] 诸葛亮 alias Kongming [Khong Bing] 孔明, seorang penasehat militer kerajaan Shu yang sangat pandai; kaisar kerajaan Shu yaitu Liu Bei [Lao Pi] 刘备, bersama kedua saudara angkatnya Guan Yu [Kuan Yi] 关羽 dan Zhang Fei [Tnio Hui] 张飞.

 

Liu Bei刘备, Guan Yu关羽, dan Zhang Fei 张飞
Mengangkat saudara di taman bunga persik

Sampai dengan saat ini, orang Tionghoa seluruh dunia masih sangat menghormati mereka, terutama memuja Guan Yu yang dianggap sebagai simbol gagah berani, jujur, bermoral tinggi dan welas asih.Ia disebut Guangong [Kuan Kong] 关公. Gong adalah sebutan kehormatan bagi orang yang sangat dihormati. Di mana-mana masih bisa kita temukan kelenteng yang memuja Guangong.

Kaisar Shu, Liu Bei, adalah keturunan Kaisar Han.SedangkanKaisar Wei adalah keturunan Cao Cao [Co Cho], perdana menteri Dinasti Han yang mengendalikan pemerintahan dan menyandera kaisar terakhir DinastiHan. Cao Pi [Co Phi] 曹丕, kaisar pertama negara Wei [Gui], adalah anak Cao Cao.

 

Cao Cao 曹操 (Ayah Cao Pi, kaisar pertama Negara Wei)

 

Zhuge Liang  诸葛亮
Penasehat Militer Negara Shu

Read more...

Kronologis Hubungan Tiongkok dan Indonesia serta Arus Migrasi (2)

Budaya-Tionghoa.Net|Berdasarkan catatan kronik “Han Awal” bab  “Catatan Geografi” 前漢書 地理志, pada masa pemerintahan Kaisar Sundi tahun pemerintahan Yongjian ke-6 ( 131 ) dituliskan bahwa ada utusan dari kerajaan Yetiao 葉調. Ini menandakan sudah ada hubungan diplomasi antara dinasti Han (202 BCE – 220 CE) dengan kerajaan Yetiao 葉調國 atau yang dikenal dengan sebutan lain Java Dvipa.

Read more...

Kronologis Hubungan Tiongkok dan Indonesia serta Arus Migrasi (1)

Budaya-Tionghoa.Net|Semua mahluk hidup di bumi termasuk manusia sedang dalam perpindahan, proses perpindahan berlanjut hingga kini bahkan di masa depan juga, asal muasal kedatangan orang Tionghoa Indonesia juga membuktikan fenomena ini. yang membedakan adalah manusia bisa melakukan refleksi atas migrasinya sedangkan binatang dan tumbuhan lebih kepada instinctive. Sejarah tentang orang Tionghoa Indonesia bisa dilihat catatannya berdasarkan catatan dan buku Tiongkok klasik yang mencatat.

Read more...

Insiden Gerbang Xuanwu : Beberapa Keraguan tentang Li Shimin

 

 

 

Source Image: Wikipedia

Budaya-Tionghoa.Net | Penulis menjadi terinspirasi untuk mengungkit soal ini gara-gara topik di grup sebelah tentang sejarah tradisi membakar uang kertas untuk leluhur yang sudah meninggal. Mengenai kisah tentang Li Shimin yang meninggal lalu bangkit kembali dan menceritakan perjalanannya di alam baka itu, penulis tak akan berkomentar. Kebetulan penulis tidak semulia itu untuk bunuh diri dulu buat "check and recheck", juga tidak segitu tebal muka untuk mengatakan segala kisah yang beredar dalam bangsa saya adalah 100% pasti benar.

Read more...

Sih Jin Kui ; antara Mitos dan Sejarah (2)

  • Published in Seni

Budaya-Tionghoa.Net| Tahun berikutnya dalam pertempuran di Hengshan, Xue Rengui bertemu seorang panglima Korea kenamaan, Wen Shamon. Seorang diri ia memacu kudanya memasuki barisan musuh sambil membidikkan panahnya.  Beberapa perwira musuh tewas disambar anak panahnya. Setelah itu dalam pertempuran di Shicheng, seorang ahli panah musuh juga berhasil menewaskan 10 orang perwira Tang. Xue Rengui marah besar, dilarikannya kudanya dengan kencang menerjang maju ke arah pemanah lawan. Satu persatu anak-panah lawan dihindari atau disampok jatuh. Akhirnya ia berhasil menawan panglima musuh tersebut.

Read more...

Sih Jin Kui ; antara Mitos dan Sejarah

  • Published in Seni

Budaya-Tionghoa.Net | Sih Jin Kui, bagi barang siapa yang gemar nonton wayang potehi pasti tidak asing dengan tokoh yang satu ini. Sekitar tahun 50-an ketika pertunjukan wayang potehi masih mendominasi perayaan–perayaan kelenteng, lakon Jendral Sih Jin Kui tidak pernah luput dari perhatian penonton, merupakan satu dari beberapa lakon yang paling digemari. 

Read more...

Li Yuan : Pendiri Dinasti Tang

Budaya-Tionghoa.Net |Ketika pemberontakan merebak luas di akhir Dinasti Sui , Li Yuan adalah seorang komandan di Taiyuan. Keluarganya berasal dari kawasan perbatasan dan memiliki asal usul campuran. Setelah menghabiskan waktu selama beberapa tahun di Pegunungan Taihang, Li kampanye menuju ibukota Sui , Daxingcheng , di tahun 617 M . Tahun berikutnya Li menerima abdikasi kaisar Sui , menjadi kaisar Gaozu dan mendirikan dinasti baru , Dinasti Tang.  Pada awalnya , Li Yuan hanya mengontrol  kawasan Guanzhong sementara kawasan lainnya masih diduduki oleh rival-rival utamanya dengan kekuatan berkisar ratusan ribu prajurit.

Read more...

Purnama di Bukit Langit - Antologi Puisi Tiongkok Klasik

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | Ada dua nama yang tercatat secara gemilang dalam sejarah kebangkitan kembali genre cerita silat di Indonesia setelah tahun 2000.Yang pertama adalah Zhou Fuyuan (Skalaras), karena dialah orang pertama yang di era kebangkitan kembali cerita silat di Indonesia telah menerjemahkan cerita silat yang belum pernah diterjemahkan sebelumnya. Yaitu satu-satunya karya Chin Yung yang sampai saat itu belum diterjemahkan, "Pedang Gadis Wat (Yueh Nu Jian)", diterjemahkannya di tahun 2003.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto