A+ A A-

Sekilas Tentang Novel Rouputuan

Ketika di Eropah Perang Tiga Puluh Tahun sedang berkecamuk, Tiongkok sedang mengalami semacam Rokoko dengan kisah cinta romantis. Sekitar tahun 1630 kurang lebih 70 tahun setelah "Jinpingmei" (金瓶梅), terbitlah dari Maestro Li Yu (李漁) sebuah novel tatakrama "Rouputuan" (肉 蒲團).

Pemeran Protagonis novel ini berjuluk Weiyang sheng "Sarjana sebelum tengah malam" (未央生). Suatu hari ia mengunjungi kuil Budha di sebuah puncak gunung, dan bertemu dengan seorang Pertapa dengan nama biara "Pertapa Puncak Sepi atau Biarawan Karung Kulit" (布袋和尚), yang ingin mengangkatnya menjadi murid. Tetapi karena ia mempunyai niat, sebelum mengikuti jalan Budha, terlebih dulu ingin menikahi gadis tercantik. Maka ia menolak "Tikar doa keras dari rumput", dan lebih memilih "Bantal doa lembut dari daging" (肉 蒲團). 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto