A+ A A-

Prostitusi Ala Tiongkok Kuno (Bag. 2)

KLASIFIKASI WANITA PENGHIBUR DI TIONGKOK KUNO

Budaya-Tionghoa.Net| Sejak Dinasti Tang, wanita penghibur dibagi dalam 3 golongan, yakni: Gongji 公妓 (penghibur milik negara), Siji 私妓 (penghibur partikelir) & Jiaji 家妓 (penghibur keluarga).

Read more...

Prostitusi Ala Tiongkok Kuno (Bag. 1)

"Bunga mekar, siapa berbagi suka,
bunga gugur, siapa berbagi duka.
Dimanakah kerinduan memuncak
Saat bunga mekar & gugur."

Budaya-Tionghoa.Net | Syair diatas ditulis oleh Xue Tao, seorang pelacur kenamaan dari jaman Dinasti Tang.
Mungkin ada yang bertanya: Mengapa pramunikmat saja butuh kemampuan sastra? Kalau memang punya ketrampilan, mengapa harus jadi pelacur?

Photo: sumber : http://jiuguishu-1972.blog.163.com/blog/static/82236033201271610562706/

Sumber : http://jiuguishu-1972.blog.163.com/blog/static/82236033201271610562706/

Pertama-tama perlu diketahui, bahwa definisi kata Ji 妓 (pelacur) di Tiongkok kuno tidaklah terbatas pada penjaja seks semata. Lebih sering, mereka justru menghibur para tamunya dengan ketrampilan seperti: berpuisi, menulis kaligrafi, menyanyi, memainkan alat musik, menari, melukis, bermain catur, dsb.

Read more...

Geji - Geisha [3] : Peranan Geisha Dalam Dunia Modern & Kesimpulan

Budaya-Tionghoa.Net | Bab IV Peranan geisha dalam dunia modern . Daftar nama geisha dalam sejarah Tiongkok amat banyak, seperti Gu Hengbo顧橫波, Dong Xiaowan 董小宛, Li Shishi 李師師, Chen Yuanyuan 陳圓圓, Ma Xianglan 馬湘蘭, Sai Jin Hua 賽金花, Wang Cuijiao 王翠翹. Semuanya tercatat baik yang berlaku buruk, percintaan yang tragis, akhir yang bahagia, menjadi pahlawan seperti Wang Cuijiao dalam melawan bajak laut atau juga berketrampilan dalam seni sulaman, kaligrafi, lukisan, yang mana karya mereka ada yang di simpan dalam museum nasional Tiongkok maupun Taiwan, seperti karya Li Xiangjun, Liu Rushi dan lainnya. Dalam hal karya sastra, mereka diakui memiliki peranan luar biasa terutama pada sajak Tang dan Song, menunjukkan bahwa walaupun masyarakat pada umumnya memandang rendah tapi tetap mendapatkan tempat dalam perkembangan dunia sastra.

Read more...

Wei Zifu 衛子夫( ?- 91 BC ) - Seorang Geji Dari Putri Ping Yang

Budaya-Tionghoa.Net |  Wei Zifu 衛子夫[7] ( ?- 91 BC ), adalah seorang geji dari putri Ping Yang 平陽公主. Ketika kaisar Han Wudi 漢武帝 ( 156 – 87 BC ) mengunjungi rumah Pingyang, Wei Zifu menarik perhatiannya dan kemudian diboyong ke istana. Saat melahirkan putra, ia kemudian diangkat menjadi permaisuri. Beliau kemudian mati bunuh diri atas fitnahan terhadap anaknya melakukan ilmu hitam untuk mencelakai kaisar Han Wudi, dan akhirnya melakukan pemberontakan tapi gagal.

Read more...

Geji - Geisha [2] : Tokoh-Tokoh Dalam Sejarah

Budaya-Tionghoa.NetBab II Tokoh-tokoh geji dalam sejarah Tiongkok dan peranannya . Dalam buku “Qinglouwenxue yu Zhonghua Wenhua” 青樓文學與中華文化 ( Literatur Qinglou dan budaya Tionghoa ), karangan prof.Tao Moning 陶慕寧 yang ditulis pada tahun 1992, menuliskan pengaruh qing lou dan penghuninya terhadap literature Tiongkok, terutama dalam bidang sastra. Tidak menyangka bahwa dari kalangan seperti geji bisa melahirkan karya-karya sastra yang indah juga memberikan inspirasi dan membentuk suatu budaya yang memberikan pengaruh terhadap budaya Tionghoa terutama di bidang sastra. Banyak cerita pahit getir kehidupan geji yang juga membuat beberapa sastrawan menuliskan dan membuat kritik-kritik.

Read more...

Geji - Geisha [1] Dalam Budaya Tionghoa

Budaya-Tionghoa.Net | Beberapa waktu yang lalu, saya menuliskan tentang peran dan pengaruh para wanita Eropa yang ada di salon berdasarkan tulisan “Women in the Salons”  , dan para wanita di salon dipanggil dengan sebutan saloniere, yang ternyata memiliki peran besar terhadap para filsuf Eropa pada masa Enlightment. Yang mana mengingatkan saya akan geisha 藝伎atau geji 歌姬[2], yang memiliki fungsi kurang lebih sama dengan para saloniere tapi perjalanan sejarahnya berbeda. Untungnya bangsa Tionghoa memiliki tradisi mencatat, jadi dengan cara itu, bisa ditarik balik hingga ribuan tahun yang lampau untuk melihat pengaruh para geji ini, baik melalui catatan resmi maupun cerita-cerita rakyat. Ada banyak buku dalam bahasa mandarin yang membahas qinglou di abad 20 dan 21 ini, diantaranya adalah : Qinglouwenxue yu Zhonghua Wenhua 青樓文學與中華文化 ( Sastra Qinglou dan budaya Tionghoa ), karangan prof.Tao Muning 陶慕寧 yang ditulis pada tahun 1992, satunya adalah karangan prof.Kong Qingdong 孔慶東 yang berjudul Qinglou Wenhua 青樓文化.[3]

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto