Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Displaying items by tag: kisah
A+ A A-

Strict Standards: Declaration of JCacheControllerView::get() should be compatible with JCacheController::get($id, $group = NULL) in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/cache/controller/view.php on line 0

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (4) End

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net| Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (3)

22. MENGASAH BESI MENJADI JARUM

Pinyin : Mo chu cheng zhen 磨杵成针

Makna: Bertekad baja tuk menggapai cita-cita.

Waktu muda Li Bai amat malas. Ia lebih suka bertamasya menikmati pemandangan, daripada duduk di belakang meja belajarnya. Suatu pagi ketika membolos sekolah,  Li Bai melihat seorang wanita tua sedang bekerja di pinggiran kali. Karena penasaran ia pun menyapanya, "Sedang mengerjakan apa Nek, Nampaknya sibuk sekali?"

"Nenek sedang mengasah besi ini menjadi jarum," sahut wanita tua itu sambil terus bekerja.

"Aduh Nenek sudah pikun ya? Mau sampai berapa tahun besi itu baru menjadi jarum?"

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (2)

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

9. MENCURIGAI TETANGGA MENCURI KAPAK

Pinyin : Yi lin dao fu 疑邻盗斧

Makna : Manusia acap kali subjektif dalam menilai sesuatu.

Seorang petani baru saja kehilangn kapaknya. Ketika anak tetangganya lewat, ia membatin, "Coba lihat, gaya berjalannya saja persis maling, tatapan matanya mirip penjahat, raut mukanya penuh dosa, dan kata-katanya seperti menyembunyikan sesuatu. Ah aku yakin pasti dia pencuri kapakku!"

Read more...

Kakek Berusia 5000 Tahun

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net |Alkisah di Tiongkok terdapat seorang kakek berusia 5000 tahun yang hingga saat ini masih hidup. Ia memang berusia sangat panjang dan berusia sangat sehat, sehingga kematian sangat jauh darinya. Menurut ingatannya, dia lahir zaman Dinasti Xia. Sang kakek ini sangat gemar menulis catatan harian, dia akan menuliskan apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Sehingga akhirnya jika dikumpulkan di sepanjang zaman catatan hariannya itu bertumpuk-tumpuk dan sangat luar biasa banyaknya. Dulu waktu belum ada kertas, sang kakek menulis pada potongan bambu. Waktu belum ada potongan bambu sang kakek menulis pada gerabah, batu, dan tulang. Meskipun wahana penulisan bermacam-macam, tapi semua itu tetap dikumpulkan menjadi satu, oleh kakek yang gemar menulis catatan harian ini.

Read more...

Kisah : Seorang Anak Dengan Sun Go Kong

  • Published in Kisah

Foto Ilustrasi : 
“Journey To The West” - Stephen Chow

Budaya-Tionghoa.Net | Alkisah di Taiwan di satu daerah, ada seorang anak yang kehilangan orangtuanya waktu terjadi tabrakan dan ia bertanya pada orang "pintar" dan orang "pintar" itu mengatakan bahwa altar Sun Gokongnya itu tidak benar dan orangtuanya ada kaul yang tidak dilaksanakan sampai akhirnya membuat suatu ganjalan antara orang tuanya dan Sun Gokong sehingga membuat orangtuanya meninggal.

Read more...

Dòu Yānshān Mendidik 5 Orang Anaknya

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | Dòu Yānshān memiliki nama asli Dòu Yùjūn 竇禹鈞. Ia hidup di jaman 5 dinasti 16 negara (sekitar abad ke 10 CE), periode setelah jaman dinasti Tang dan sebelum dinasti Song. Tempat hidupnya berada di daerah Hebei sekarang. Karena di tempat tinggalnya ada sebuah gunung bernama 燕山yān shān (gunung walet) maka dia dijuluki orang dengan nama Dòu Yānshān yang artinya Dòu dari gunung Yan.

Read more...

Kisah : Anak Manusia Disarang Serigala

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | Menurut kalimat Zhong Yong , setiap manusia lahir secara alamiah telah memiliki wu3 chang2 五 常 yang terdiri dari kemanusiaan (welas kasih , 仁 ren2) , kebenaran atau keadilan 義 yi4 , tata susila dan etika 禮 li3 , kebijaksanaan 智 zhi4 dan kredibilitas atau  dapat dipercaya 信 xin 4

Read more...

Ren Zhiwei Dan Bakti Kepada Ibu

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net |Pemuda ini namanya Ren Zhiwei ,saat meraih semangkuk bubur, hanya makan sesuap bubur , air mata pun menetes,turun seperti hujan ke dalam mangkuk. "Saya hidup sehari lagi, maka perlu untuk menyeret ibu sehari, aku benar-benar tidak ingin melihat ibu demi saya bekerja begitu keras." kata Ren Zhiwei meneteskan air mata.

Read more...

Permata Berkilau - Chinese Tales

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | Di jaman dahulu kala, ada Naga Giok Salju Putih, tinggal di goa karang di pinggiran Timur sungai angkasa. Di hutan besar seberang sungai hidup Phoenix Emas yang indah.

Setelah meninggalkan rumah mereka setiap pagi, naga dan phoenix bertemu sebelum pergi ke arah yang berbeda. Yang satu terbang ke langit dan yang lainnya berenang di Sungai Angkasa. Suatu hari mereka berdua mengunjungi pulau peri. Mereka menemukan batu koral berkilauan dan terpesona dengan keindahannya.

Read more...

Cerita Tentang Batu Murni Tak Ternilai

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net| Xing Yunfei, dari Shuntian, punya hobi mengumpulkan batu. Jika ia menemukan batu yang terlihat indah, ia tidak ragu membayar sejumlah uang untuk memperolehnya. Suatu hari saat ia memancing di sungai, sesuatu menyangkut di jaringnya. Ia menyelam kedalam untuk membebaskan jaringnya dan membawa sebuah batu berdiameter satu kaki, dengan luncip dan lekuk yang bagus di setiap sisinya. Merasa sangat senang sebagai seseorang yang menemukan benda yang sangat berharga. Setelah mencapai rumah ia meangukir sebuah tempat dudukan dari sandal kayu merah untuknya. Dan meletakannya pada tempat yang terhormat di mejanya. Saat hampir hujan, semua lubang kecil pada permukaan batu mengeluarkan titik-titik awan. Dari kejauhan tampak seperti ditutupi serat-serat sutra.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Strict Standards: Non-static method oFBLikeBox::getData() should not be called statically in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_ofblikebox/mod_ofblikebox.php on line 24

Latest Articles


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548
  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sejarah


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Budaya


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Tionghoa


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Seni


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Filsafat


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sains


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Esai & Opini


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Resensi Buku


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Album Foto


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548