A+ A A-

Kontroversi Huruf Tradisional Dan Sederhana : Kaligrafi

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net | Mohon pencerahan, Xufa itu apa sih? (Kutipan 1) Apakah yang dimaksud adalah Kaligrafi (menulis dengan koas yang dicelup tinta?). Kalau itu yang dimaksud saya kira kata ejaan Pinyin-nya adalah Shufa! Lalu, mengapa menulis kaligrafi harus dengan huruf tradisional? Anak-anak di China daratan melatih kaligrafi justru dengan huruf simplified ! Saya setuju kalau huruf tradisional itu indah, tapi apakah berarti huruf simplified jelek-jelek semuanya? Pernah melihat karya kaligrafi huruf simplified? Pernah membandingkannya?

Read more...

Karakter Sederhana: Apakah Benar Perlu Menyesal?

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net | Apakah benar perlu menyesal atas kebijakan penyederhanaan karakter Han oleh pemerintah Tiongkok? Memang banyak yang menyesalkan kebijakan pemerintah Beijing menyederhanakan tulisan Hanzi. Namun, penyederhanaan ini jangan lantas cuma dilihat dari satu aspek, melainkan harus dilihat dari seluruh aspek
kehidupan yang dipengaruhinya. Memang, sekilas pengaruh negatif penyederhanaan Hanzi ini lebih terasa dibandingkan pengaruh positifnya. Namun, tetap saja ada aspek positif yang ditimbulkannya.

Read more...

Kontroversi Huruf Tradisional Dan Sederhana [Tanggapan]

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net |Tanggapan terhadap tulisan Kanariya Chandra sebelumnya. Huruf Hanzi (Kanji) sendiri sebenarnya tidak pernah statis, artinya berubah mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari penulisan pada tulang atau tempurung (jia gu wen), ukiran pada bahan logam (jin wen), ukiran pada batu jade/onix atau kayu (zhuan shu), sampai pada karakter yang ditulis menggunakan kuas dan tinta (li shu, kai shu, xing shu, chao shu). Dan sampai sekarang cara penulisan huruf hanzi dengan tinta terbagi menjadi 2 kelompok yaitu ying bi shu fa (penulisan dengan pena keras, menggunakan fountaine pen) dan ruan bi shu fa (penulisan dengan pena lembut alias kuas).

Read more...

Kontroversi Huruf Tradisional Dan Sederhana

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net | Sedikit membahas mengenai pen"simpel"an  huruf mandarin dari kalangan seni dan budaya Tionghoa, terutama dari seni kaligrafi Tiongkok. Dari pencinta budaya Tionghoa, terutama kaligrafi, pernah berdiskusi mengenai hal ini, dan saya ingat sekali ungkapan salah seorang master kaligrafi Tiongkok di Indonesia, mengapa dalam seni kaligrafi tidak pernah menggunakan huruf simpel.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto