A+ A A-

Tionghoa Dungkek dan Pulau Sapudi (Pulau Madura) dan Makna Kubur Berbentuk Perahu ( bag. kedua.Tamat )

Tionghoa di Dungkek dan pulau Sapudi

Dungkek dan pulau Sepudi berada di wilayah sebelah timur pulau Madura dan masuk dalam kabupaten Sumenep. Tidak jelas kapan sejarah kedatangan Tionghoa ke pulau Madura, ada yang mengkaitkan dengan armada Tartar yang dikalahkan oleh Raden Wijaya dan juga pelarian dari kerusuhan Batavia 1740[1], semua itu adalah kemungkinan tapi ada factor lain yang perlu dipertimbangkan bahwa ada kemungkinan orang Tionghoa datang ke pulau Madura bukan sebagai pelarian atau juga keturunan tentara Tartar. Bisa ada kemungkinan mereka adalah pedagang perantara yang sudah bermukim sejak jaman sebelum dinasti Ming.

Read more...

Tionghoa Dungkek dan Pulau Sapudi (Pulau Madura) dan Makna Kubur Berbentuk Perahu ( bag. pertama )

Tionghoa Dungkek dan Pulau Sapudi (Pulau Madura) dan

Makna Kubur Berbentuk Perahu

Ardian Cangianto

ABSTRAK

            Kedatangan masyarakat Tionghoa ke Nusantara sudah berlangsung selama ribuan tahun lamanya dan hubungan antara Tiongkok dengan kerajaan-kerajaan Nusantara dicatat pertama kali dalam “Kronik Han”. Dengan adanya catatan itu menunjukkan berlangsungnya arus migrasi baik dari Nusantara maupun dari Tiongkok.

            Dalam perjalanan sejarah arus migrasi dari Tiongkok dan menetapnya mereka di Nusantara, tentunya terjadi asimilasi alamiah dan akulturasi orang-orang Tionghoa yang   menyimpan harapan dan keinginan dari kaum imigran Tiongkok yang menetap tersebut. Hal itu dapat kita lihat dalam ornament kelenteng maupun kuburan orang Tionghoa, dalam paper ini  akan diuraikan bentuk kuburan kaum Tionghoa di Dungkek dan pulau Sapudi yang amat unik dari bentuknya berupa perahu mengandung unsur pengharapan diterima secara utuh oleh masyarakat tempat mereka tinggal dengan tidak melupakan asal mereka.

Dari pengamatan terlihat adanya perubahan bentuk kuburan dari yang berornamen Tionghoa menjadi bentuk perahu dan kemudian ornament dan bentuk kuburan Tionghoa yang tidak berbentuk perahu lagi.  Dari bentuk kuburan itu dapat disimpulkan bahwa ada empat bentuk kuburan dan juga mewakili tiga masa walau tidak secara sepenuhnya dapat dikatakan harus seperti itu, dan bentuk perubahan dari yang bergaya Tiongkok maupun bergaya ‘modern’ atau makam bernuansa ‘Islam’, dapat menunjukkan kepercayaan mereka, tapi dari pengamatan makam berbentuk ‘perahu’ itu dapat dilihat bahwa ternyata hal itu tidak berlaku berdasarkan kepercayaan.

Bentuk kuburan seperti ‘perahu’ yang merapat itu bisa melambangkan pengharapan akan ketenangan dan penerimaan, juga asal muasal mereka adalah perantau melewati lautan dan mendarat di tanah yang baru.

Kata kunci : kubur, perahu, Madura, Sapudi, Dungkek.

Read more...

Asal Usul kata Dungkek

Budaya-Tionghoa.Net |Tanggal 20 Juni hingga tanggal 27 Juni 2013 saya bersama teman-teman dari YDSP ( Yayasan Dana Sosial Pariangan ) Bandung, Maranatha, dan universitas Petra yang juga turut disponsori oleh Confucius Institute mengunjungi Sumenep dalam rangka penelitian dan pembuatan film dokumenter. Saya melihat ada banyak hal-hal yang menarik dari hasil perjalanan ini dan dituangkan dalam tulisan bebas.

Read more...

Prof. Dr. Abdul Hadi WM

Budaya-Tionghoa.Net | Abdul Hadi adalah seorang sastrawan berdarah Tionghoa. [1][2] Di masa Orde Baru masih ada penulis Tionghoa yang terus menulis dan menulis seperti Mira W[3] , Marga T[4] dan Abdul Hadi sendiri yang memposisikan dirinya sebagai orang Indonesia[5] sehingga karya sastranya juga masuk sebagai sastra Indonesia. Taufik Ismail memandang bahwa Abdul Hadi WM sebagai pembaca dan penulis yang luar biasa produktif .[6]

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto