Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Displaying items by tag: marga li http://web.budaya-tionghoa.net Thu, 19 Oct 2017 09:14:15 +0000 Joomla! - Open Source Content Management en-gb Sekali Lagi Raja Vietnam Berdarah Tionghoa http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3561-sekali-lagi-raja-vietnam-berdarah-tionghoa http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3561-sekali-lagi-raja-vietnam-berdarah-tionghoa
 

Budaya-Tionghoa.Net |   Ini adalah tulisan ketiga setelah "Zhao Tuo - Kaisar Pertama Vietnam" , "Tradisi Perlawanan Vietnam Bermula Dari Trung Sisters" , mengenai hubungan panjang sejarah Sino-Vietnamese yang sebenarnya diambil dari tulisan panjang yang saya pecah-pecah kedalam beberapa bagian agar lebih mudah diikuti , jika sudah lengkap.

 

Zhao Tuo dianggap sebagai kaisar pertama Vietnam tetapi disisi lain juga dianggap sebagai orang asing (Han) yang datang menjajah. Penguasa Vietnam yang berdarah Tionghoa berikutnya adalah Ly Bi , beberapa abad setelah Zhao Tuo.

Ditahun 540 , Tiongkok dalam kondisi konflik internal menyusul periode Dinasti Utara dan Selatan. Ly Bi atau Ly Nam De 李南帝 adalah pejabat regional berdarah Tionghoa dikawasan utara Vietnam.

Frustasi dengan keadaan korupsi dipemerintahan , Ly mengundurkan diri dari posisinya dan mengumpulkan bangsawan lokal dan suku-suku setempat dikawasan utara Vietnam dan melakukan mobilisasi dan berhasil mengusir pemerintahan administrasi Tiongkok (via Dinasti Liang) di Vietnam dan kemudian mengangkat dirinya sebagai kaisar.

Dia menamakan kerajaan baru dengan “Van Xuan” . Kerajaan baru juga berhasil mengusir gangguan dari Champa. Ly mendirikan ibukota di Long Bien (Hanoi) dan memperkuat pemerintahannya dengan militer yang efektif dan administrasi para scholar. Ly juga membangun pertahanan dari kemungkinan gangguan yang datang dari wilayah Tiongkok dan Champa. Tapi upaya yang dibangun Ly ini tidak berlangsung lama. 

 Dinasti Liang mengirim 120 ribu pasukan untuk kembali menduduki kawasan ini dipimpin oleh Jendral Chen Baxian (Tran Ba Tien).[1] Salah satu lokasi pertempuran awal antara Ly Bi melawan Chen Baxian terletak di Chu-dien di tahun 545M .[2]

Dalam pertempuran awal ini Chen Baxian mengalahkan Ly Bi yang terpaksa mundur ke Hanoi dimana dia membangun fortifikasi disana. Ly Bi kembali kalah dan mundur ke Gia-ninh. Li yang terus menerus mundur dan mengalami kekalahan akhirnya jatuh sakit dan mengalihkan kekuasaan ke saudaranya Ly Thien Bao dan jendral kepercayaannya Trieu Quang Phuc (Trieu Viet Vong)  .

Ly Bi sendiri akhirnya gugur di Laos ketika dibunuh oleh orang setempat.  Trieu Quang Phuc melanjutkan perlawanan terhadap Tiongkok sementara Chen Baxian harus berkonsentrasi terhadap permasalahan internal di Tiongkok menjelang transisi dari Dinasti Utara-Selatan menuju Dinasti Sui.



[1] Chen Baxian kelak menjadi kaisar Chen Wudi (era Yongding , 557-559) dari Dinasti Chen yang singkat (557-589M).

[2] Chu-dien merupakan distrik awal yang dikembangkan orang Han di Hong River. Dan juga merupakan kampung halaman dari Thi Sach yang merupakan suami dari salah satu Trung Sisters . (Lihat bagian Trung Sisters)

 

Memento Mori
http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/dinasti-jin/2743-sekali-lagi-raja-vietnam-berdarah-tionghoa

Catatan : Karena merupakan penggalan dari tulisan panjang maka daftar pustaka baru disertakan ditulisan terakhir nanti.

Photo Credit : Viettoon.com

]]>
Dinasti Jin Thu, 07 Mar 2013 05:14:49 +0000
Li Yugang yang “Cantik” http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2651-li-yugang-yang-“cantik” http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2651-li-yugang-yang-“cantik”

Li Yugang

Menyaksikan video klip dalam album “Si Mei Tu – 四美图” dengan salah satu lagu singlenya adalah Zhu Meng Ling逐梦令, siapa nyana, penyanyi cantik gemulai dengan suara jernih ini yang berperan sekaligus sebagai  4 wanita tercantik di Tiongkok kuno, sesungguhnya adalah seorang pria tampan?

Li Yugang dilahirkan pada tanggal 23 Juli 1978, di sebuah desa di Provinsi Jilin di Dongbei, Tiongkok Utara. Dia suka tampil di panggung bahkan ketika dia masih kecil. Pada usia 17 tahun, ia mendapat tawaran masuk perguruan tinggi seni, namun ia memilih untuk bekerja sebagai pelayan di sebuah klub malam di Changchun, ibukota Propinsi Jilin, dan Xi’an karena keluarganya terlalu miskin untuk membiayai studinya.

Dia memulai hidup barunya dengan sebuah koper kecil dan 200 Yuan atau setara dengan 25 dollar AS. Hanya itulah yang ia miliki, namun ia tak pernah menyerah akan mimpinya untuk menjadi seorang entertainer di atas panggung, dan disela-sela kesibukannya bekerja, ia bekerja paruh waktu pada sebuah klub malam menjadi penyanyi.  Pada suatu hari, menjelang pertunjukan yang penting, penyanyi wanitanya absen, kemudian Yugang memberanikan diri untuk mengambil peran ganda, itulah suatu kejadian yang telah mengubah hidupnya. Pertunjukan sukses besar dan penonton memberikan applaus padanya.

Sejak itulah banyak orang mulai berbondong-bondong menyaksikan pertunjukannya, dan ia mulai mengambil kursus formal tentang Peking Opera, agar penampilannya lebih feminin lagi. Ia memutuskan untuk mempelajari semua teknik tersebut pada usia 23 tahun. Talentanya membuat terkesan Ma Hongcai seorang pemain opera Peking di Xi’an yang juga berperan sebagai wanita di atas pentas , ialah yang mengajari Yugang bagaimana berperan sebagai nandan (男旦- laki-laki yang memerankan wanita dalam opera Peking).

Pada tahun 2006, Li Yugang mengikuti kontes pencari bakat “Star Boulevard” atau “Xingguang Dadao” dan berhasil meraih juara ke-3, para penonton takjub, karena diluar panggung opera, tidak pernah ada seorang laki-laki tampan berdandan menjadi wanita cantik di panggung sebelumnya. Dan Yugang-pun meraih perhatian nasional, ada yang memuji maupun mengkritik, para pemain opera professional menganggap teknik Yugang masih kalah jauh dengan pemain opera Peking sesungguhnya, mereka juga tidak setuju jika Yugang menggabungkan teknik bernyanyi opera tradisional untuk mempopulerkan budaya pop dalam penampilannya. Bahkan ibunya sendiri mantan artis errenzhuan, tidak setuju Yugang berdandan sebagai wanita di panggung.

Tentangan paling keras adalah dari Master  Opera Peking, Mei Baojiu (putra Mei Lanfang) yg menganggap Yugang dengan lagunya Xin Guifei Zuijiu - 新贵妃醉酒telah mendistorsi Opera Peking dan menuduhnya menjadi badut, berniat mengadukan Yugang pada 15th Chinese People’s Political Consultative Conference. Hal ini membuatnya mendapatkan simpati masyarakat, bagian dari daya tariknya di mata penonton adalah ketika ia menghapus make up tebalnya dan muncul di atas panggung sebagai seorang anak laki-laki sederhana dari Dongbei, dan acara-acara yang menampilkan interview dengannya hampir selalu berakhir dengan air mata baik dari host maupun penonton yang terharu karena perjuangan hidupnya mulai dari berkelana dengan group sirkus, menyanyi di klub-klub malam murahan sampai akhirnya menjadi bintang.

Li Yugang sendiri menghadapi kritik tersebut dengan rendah hati, dirinya mengakui kalau ia memang bukan “nandan” , “Saya bukanlah penyanyi opera,” katanya dalam interview di CCTV, “Saya tidak memakai make up dengan cat minyak, dan saya merancang sendiri kostum-kostum saya yang berbeda dengan kostum opera Peking tradisional.”

Konsernya pada tahun 2007 meraih sukses besar, hal tersebut menyakinkan ibunya akan jalan yang Yugang tempuh, dan mengukuhkan Li Yugang sebagai bintang yang memiliki style tersendiri dan mampu menggabungkan teknik bernyanyi opera klasik dengan musik-musik pop repertoire, serta mampu membawa opera Peking untuk diterima oleh audience yang lebih luas. Kemudian pada tahun 2009, ia memperoleh kesempatan langka tampil di Sydney Opera House, karena baru 2 orang artis mainland yang dapat tampil di sana. Dan pada tahun 2010, ia membawakan lagu “Jinghua shuiyue - 镜花水月” tampil di 11 negara. 

Namun kesuksesannya juga mengakibatkan Lu Yugang berpisah dengan kekasihnya yaitu seorang saxophonis wanita, yang telah lama menjalin hubungan dengannya. Kesibukan dan jadwalnya yang padat membuatnya tidak memiliki waktu lagi untuk melakukan kegiatan lain dan hobby.

Pada tahun 2011 ia tampil dalam Konser Chinese Calligraphy, yang diadakan untuk merayakan ulang tahun ke-40 pembentukan hubungan diplomatik antara China dan Austria, diadakan di Wina Hofburg Palace pada tanggal 30 Mei, dan penampilannya berhasil menarik perhatian dari hampir 1.000 orang Austria dari semua lapisan masyarakat. (china.org.cn)

Sebagai Diao Chan

Tidak berhenti disitu saja, Yugang terus melatih diri dan mengembangkan kemampuan menari dan menyanyinya. Puncak kreatifitasnya adalah penampilannya pada lagu barunya  Zhu Meng Ling 逐夢令yang diciptakan oleh Jay Chou, dalam album Zhu Meng Ling Shi Mei Tu - 逐夢令四美图 – Li Yugang tidak tanggung-tanggung, ia berperan sebagai 4 wanita tercantik di Tiongkok kuno, yaitu Xi Shi dari jaman Chunqiu (770-476 BC), Wang Zhaojun dari Dinasti Han Barat (206 BC- 24 AD), Diao Chan dari Sanguo (220-280 AD), dan Yang Guifei dari Dinasti Tang (618-907 AD).

Bagaimana ia mewujudkan 4 karakter kecantikan klasik tersebut?  Yugang banyak melakukan riset, dan meminta pendapat para ahli tentang bagaimana menari dan bertingkah laku sebagai tokoh-tokoh tersebut . Dan untuk pertama kalinya ia menambahkan begitu banyak elemen dramatis dan efek multimedia untuk menampilkan background kisah legenda tokoh-tokoh itu. Ia juga sangat memperhatikan setiap detail, “Memerankan 4 wanita tercantik Tiongkok, telah menjadi impian lama saya, dan saya ingin memberikan yang terbaik”,  kata Yugang.

                                                                                                                                             

By Ling-Ling

23 Januari 2013

]]>
Sosialita Wed, 23 Jan 2013 16:34:13 +0000
Raja Kungfu Bajiquan---Li Shuwen Sang Dewa Tombak (1) http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2650-raja-kungfu-bajiquan-li-shuwen-sang-dewa-tombak-1 http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2650-raja-kungfu-bajiquan-li-shuwen-sang-dewa-tombak-1
Kisah-kisah tentang Lishuwen banyak beredar dan mempunyai banyak saksi mata atas kehebatannya, berikut ini salah satu versi yang akan kami ceritakan dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh Grace Hsiuling Satiaputra dari salah satu sumber bahasa China.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}
Li Shuwen (1862-1934) yang bergelar “jawara kungfu”, “dewa tempur”, “jenderal yang tak pernah kalah”, dan “dewa tombak”, adalah tokoh Bajiquan terkenal.  Tanpa “dewa tombak” Li Shuwen, maka Bajiquan tidak akan berjaya seperti sekarang. “Dewa tombak” Li Shuwen adalah salah satu tokoh kungfu yang hidup pada akhir Dinasti Qing hingga pertengahan era Republik. Kontribusinya dalam ilmu bela diri pasukan militer China sangat besar! Semasa hidupnya ia dikenal tanpa tandingan, merajai dunia persilatan, tidak pernah kalah dalam perkelahian, dan sangat menguasai teknik-teknik penyerangan!
 
Li Shuwen  lahir di desa Wangnanliang, daerah  Yanshan, Kota Cangzhou, Propinsi  Hebei berprofesi sebagai pengajar kungfu. Ia lahir dalam keluarga petani yang sangat miskin. Li Shuwen sejak kecil sangat cerdas dan mempunyai kewaspadaan tinggi. Karena sejak kecil hidup berbalut kemiskinan, ia belajar menjadi Wuchou (peran komedi) dalam pertunjukkan opera dan bersiap untuk menekuni lebih lanjut peran tersebut. Ayahnya tidak mengizinkan, dan mendorongnya untuk berlatih bela diri hingga tingkat tertinggi untuk mengubah nasib. Karena perawakannya kecil dan keluarganya pun miskin, banyak guru kungfu yang tidak mau menerimanya sebagai murid. 
 
 
Li Shuwen bertekad akan berguru pada guru kungfu terkenal, ia pun pergi ke Desa Luotuan, yang terkenal memiliki banyak ahli kungfu di Cangzhou untuk berguru. Li Shuwen pergi ke  perguruan keluarga Zhang dan berguru pada Huang Sihai, selain itu ia juga mendapatkan petunjuk dari kakek gurunya Zhang Keming dan paman guru Zhang Gongchen, di bawah bimbingan mereka, ilmunya meningkat.  Jarak dari Nanliang ke Luotuan 12 li (setara dengan 6 km). Li Shuwen pergi ke Luotuan malam hari, setelah selesai bertani, dan pulang ke Nanliang saat tengah malam. Hujan dan angin tidak menjadi penghalang baginya. Saat tidak sibuk di sawah, ia pergi dua kali ke Luotuan. Setiap kali berjalan dengan gaya jalan Bajiquan, atau sambil mengayunkan tongkat panjang, sehingga lama-lama kungfunya semakin lihai. Li Shuwen berlatih selama 12 tahun di Luotuan. Begitu tekunnya ia berlatih sehingga dijuluki ”si gila” , juga “gila tombak”. Ilmu tombak Liuhe Daqiang dan kungfunya sangat hebat. Tombaknya mampu menghancurkan pilar pintu dari batu atau roda kereta kuda dengan mudah. Saat ia mengayunkan tombaknya, baik putaran ke dalam maupun ke luar, tombak itu langsung mengenai sasaran tanpa suara. 100 kali menyerang, 100 kali pula kena sasaran.
 
Setelah berhasil mempelajari ilmu Bajiquan di Luotuan, Li Shuwen bertolak ke Desa Hualongtan untuk berguru pada Huang Linbiao. Huang Linbiao adalah murid terhebat guru Li Yunbiao dari Yanshan. Huang Linbiao pernah menggantikan Li Yunbiao menjadi pengajar utama tentara militer Beijing, Eight Banners (Baqi). Ia adalah guru Piguaquan terhebat sepanjang sejarah. Dengan ilmu Bajiquan yang dikuasainya, ditambah gemblengan dari guru Piguaquan terhebat ini, ilmu kungfu Li Shuwen meningkat pesat.  
 
Setelahnya, Li Shuwen pergi ke Beijing untuk menemui kakak seperguruannya, Wang Zhongquan, untuk menguji apakah kungfunya sudah cukup untuk berkelana. Keduanya lantas bertukar ilmu. Wang Zhongquan menyuruh Li Shuwen berdiri dengan gaya kuda-kuda dimana kedua kaki dibuka sama lebar , lalu ia menjatuhkan Li Shuwen dengan sekali pukul. Lalu katanya, “adik, kalau ilmu kungfumu belum seberapa, jangan keluar dan mempermalukan orang begitu.” Li Shuwen pun pulang dan berlatih keras selama tiga tahun di hutan kurma yang ada di rumahnya, lalu kembali ke Beijing. Kedua saudara seperguruan ini kembali bertemu, dan kali ini Wang Zhongquan tidak bisa menjatuhkan Li Shuwen. Ia pun memuji adik seperguruannya itu. Li Shuwen lalu mengikuti kakak seperguruannya, Wang Zhongquan berkeliling Beijing, dan berkali-kali mengikuti pertandingan tombak, tanpa pernah kalah sekali pun.  

Di Beijing, setiap hari pada pukul sembilan hingga sebelas malam, Li Shuwen melakukan langkah Bajiquan mengelilingi tembok kota sepanjang 40 li (setara dengan 20 km), seperti orang jogging. Pada 1895, Yuan Shikai, seorang jenderal sekaligus politisi penting pada akhir Dinasti Qing mengadakan pelatihan tentara di lapangan penggembalaan kuda, dan memanggil Li Shuwen untuk menjadi pelatih. Saat itu Li Shuwen beradu ilmu dengan pengajar militer terkenal dari Beijing, Tianjin, Jepang dan Jerman. Dan tidak kalah sekali pun. Setelah itu ia mengajar kungfu di kediaman Jenderal Feng Guozhang dan membasmi Zhou Tong, preman lokal di daerah itu. (Bersambung ke bagian kedua)

Diterjemahkan oleh  Grace HS  , 10151338190547436


Sumber : http://bafangwuguan.blogspot.com/

 

]]>
Seni Beladiri Wed, 23 Jan 2013 14:15:12 +0000
Li Xiaolin 李小琳, http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2429-li-xiaolin-李小琳 http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2429-li-xiaolin-李小琳

Budaya-Tionghoa.Net | Li Xiaolin 李小琳, anak dari mantan Perdana Mentri Li Peng, adalah salah satu tokoh yang sangat dihormati di arena bisnis Tiongkok. Li Xiaolin  lahir di Beijing pada tahun 1960. Sifatnya sangat pemberani dan sejak kecil sering ikut keluar masuk pabrik mengikuti ayahnya. Pada tahun 1986, Li Xiaolin   mulai bekerja di perusahaan energi China. Pada tahun 1988, dia tamat dari Universitas Tsinghua bergelar s2 dibidang system energy dan automation.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Setelah itu dia melanjutkan study singkat di MIT (Sloan Business School) sambil menjabat beberapa jabatan penting di pemerintahan. Tak lama kemudian dia promosikan sebagai CEO of China Power International Development. Berkat kepemimpinan dia perusahan negara tersebut maju pesat dan menjadi power company raksasa.

 

Walaupun low profile, menurut orang disekelilingnya, Li Xiaolin terkenal sebagai seorang rupawan yang sangat memperhatikan penampilan didepan umum. Dia memilih profesi dibidang perlistrikan karena pengaruh dari bapaknya yang juga pernah menjadi boss pabrik pembangkitan listrik negara.

 

 

 

JOE PETERSEN

Budaya-Tionghoa.Net |Facebook Group Tionghoa Bersatu

 Source:http://finance.people.com.cn/GB/42774/4259960.html
Foto Courtesy: Baidu.com

]]>
Republik Rakyat Tiongkok Wed, 19 Sep 2012 06:41:46 +0000
Li Ning - Pangeran Senam Yang Sukses Sebagai Pengusaha http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2333-li-ning-pangeran-senam-yang-sukses-sebagai-pengusaha http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2333-li-ning-pangeran-senam-yang-sukses-sebagai-pengusaha

Budaya-Tionghoa.Net | Tiongkok absen dalam event Olimpiade selama tiga dekade lebih. Setelah partisipasi sebatas formalitas dengan mengirimkan segelintir atlet di Helsinki 1952 , Tiongkok kembali berpartisipasi pada Los Angeles 1984 dengan prestasi fenomenal di peringkat empat klasemen medali akhir dengan 15 medali emas. Kemunculan sekaligus awal kebangkitan Tiongkok di ajang olahraga dunia ditandai dengan penampilan gemilang Li Ning yang meraih 3 medali emas , dua medali perak dan satu medali perunggu.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

 Li Ning lahir pada tahun 1963 di Liuzhou , kawasan otonomi Guangxi – Zhuang. Li mulai berlatih sejak usia delapan tahun. Di usia sembilan belas tahun , Li memborong enam medali emas di Kejuaraan Dunia 1982 sebelum tampil di Los Angeles 1984.

Dengan prestasinya di Kejuaraan Dunia 1982 dan Olimpiade Los Angeles 1984 , Li menjadi pahlawan nasional yang dijuluki Pangeran Gimnastik di Tiongkok.  Sepanjang 17 tahun karirnya , Li menyabet 107 medali emas baik di kompetisi nasional maupun internasional. Setelah pensiun di tahun 1989, Li bergabung dengan Guangdong Jianlibao Group dan kemudian mendirikan Li Ning Sports Goods di tahun 1990.

Li memanfaatkan popularitasnya di Tiongkok untuk membangun hubungan dan relasi bisnis. Di tahun 1992 , merek Li Ning terpilih menjadi partner resmi team olimpiade Tiongkok yang dikirim ke Barcelona 1992.

Perusahaan yang dibina Li Ning tumbuh berkembang menjadi salah satu perusahaan penyedia perlengkapan olahraga terbesar di Tiongkok dengan tiga produk utama : pakaian , sepatu dan aksesoris. Pakaian merupakan andalan dari produk Li Ning dengan menyumbang lebih dari 50% penjualan total di tahun 2006. 

Di tahun 2006 , Li Ning Company mencapai 306 juta USD dalam sales revenue di Tiongkok dan meraih pangsa pasar 8.7% yang hanya berada dibawah Nike dan Adidas. Di bulan Juni 2004 , perusahaan Li Ning masuk dalam Hong Kong Stock Exchange dan di tahun 2006 nilai pasar dari Li Ning Company mencapai 1.6 miliar USD dan berada di peringkat lima dunia untuk perusahaan sejenis lain.

Di tahun 2007 , Li Ning menjadi sponsor Shaquille O’Neal dan team juara dunia FIBA 2006 , Spanyol.  Reputasi Li Ning masih belum pudar ketika mendapat kehormatan untuk menyalakan obor di pesta pembukaan Beijing 2008.

LI NING & CITRA “MADE IN CHINA

Produk buatan Tiongkok atau secara umum dikenal dengan “Made in China” adalah sebuah frasa yang dipandang sebelah mata , identik dengan harga murah berkualitas rendah. Dan kondisi ini mulai berubah.

Survei terakhir oleh perusahaan yang didirikan oleh  Li Ning —memperlihatkan bahwa jumlah konsumen di Amerika Serikat — yang ingin membeli produk asal Tiongkok — terus meningkat. Li Ning Co. yang bergerak dibidang perlengkapan olahraga. Perusahaan yang berbasis di Beijing ini bermitra dengan Acquity Group , sebuah perusahaan e-commerce dan konsultan marketing. Mereka meluncurkan Digital Li-Ning , sebuah perusahaan joint venture senilai 10 juta USD untuk penjualan secara online. Perusahaan ini berbasis di Chicago.

Menurut studi telah terjadi pergeseran signifikan persepsi konsumen di Amerika Serikat terhadap merek-merek asal Tiongkok selama lima tahun terakhir. Sekitar 62% orang Amerika mengatakan bahwa mereka mungkin akan membeli produk dari perusahaan-perusahaan Tiongkok sekarang ini dibandingkan tahun 2007. Lebih dari setengah responden dalam survey tersebut mengatakan bahwa mereka percaya akan kualitas produk Tiongkok dan akan menyamai merek-merek Amerika Serikat dalam lima tahun berikutnya. Produk elektronik menjadi pilihan favorit diantara kategori produk Tiongkok , seperti misalkan merek Haier dan Lenovo sebagai perusahaan yang paling dikenal.

Heisner selaku wakil presiden untuk perusahaan Li Ning di Amerika Serikat seperti yang dikutip dari China Daily –mengatakan bahwa sebagai warga digital lebih menyukai interaksi dengan perusahaan melalui saluran digital. Hasil survey menunjukkan bahwa semakin mereka familiar dengan dengan budaya Tionghua dan produk , semakin terbuka juga mereka terhadap apa yang ditawarkan oleh perusahaan Li Ning.

Seorang responden seperti yang dikutip dari China Daily mengatakan bahwa penilaiannya terhadap sebuah produk adalah berdasarkan kualitasnya dan bukan karena dari negara mana produk tersebut berasal. Lanjutnya , sebuah merek asal Tiongkok mungkin berkualitas baik sementara merek lainnya tidak. Faktor usia juga turut mempengaruhi penilaian. Generasi tua sulit untuk merubah pikiran mereka sementara generasi muda lebih menerima produk asal Tiongkok.

Eric Schmidt , pendiri dan presiden dari China Entrepreneurs , sebuah perusahaan konsultan di Beijing — mengatakan bahwa orang berpikir bahwa Tiongkok adalah berbasis manufaktur. Mereka tidak memahami kualitas dari merek dan produk Tiongkok. Dalam satu dekade kedepan semuanya akan berubah karena perusahaan Tiongkok belajar dengan cepat. Mereka dapat menyerap skill marketing.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa | Facebook Group Tionghoa Bersatu

Sumber :

Ariel Tung , “Study shows Americans view Chinese brands positively” , China Daily,  15 Juni 2012

Zhang Wenxian et al  , “ Biographical Dictionary of New Chinese Entrepreneurs and Business Leaders”

 

 

]]>
Tokoh Tionghoa Mon, 10 Sep 2012 18:14:32 +0000
Li Qianxin 栗潛心 – Bintang Cemerlang http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2328-li-qianxin-栗潛心-–-bintang-cemerlang http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2328-li-qianxin-栗潛心-–-bintang-cemerlang
Budaya-Tionghoa.Net | Li Qianxin (栗潛心), anak prempuan kesayangan Mr. Li Zhan Shu, pejabat baru “Gen. Office of the central Commitee” sejak September 2012.Li bekerja di sebuah perusaahan investment di Hongkong, dia adalah salah satu dari sekian banyak tamatan luar negeri dan kembali berbakti ke negara asal.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Li Qianxin menjabat wakil ketua perkumpulan “Hua Jing Hui,华菁会 “, semacam Ormas muda-mudi Chinese di Hong Kong , dan sangat aktif diberbagai kegiatan dalam negeri.


Majalah Ming Jing, HongKong, menyebut Li Qianxin sebagai “rising star” diantara banyak muda-mudi yang lahir di mainland (dalu) dan bermukim di Hong Kong.

Mereka mewakili kaum intelektual yang banyak sekali di HongKong, kaum yang pernah menikmati pendidikan diluar negri, aktif diberbagai forum politik dan ormas, bersemangat berjuang demi jangka panjang kemakmuran Tiongkok.

Sebagai aktivis di Hong Kong, Li juga sering menghadir aktivitas di provinsi Gui Zhou, dimana ayahnya menjabat sebagai gubernur sebelum pindah ke Beijing.

JOE PETERSEN

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Tionghoa Bersatu

]]>
Sosialita Sun, 09 Sep 2012 07:59:16 +0000
Li Zhiting (Aarif Rahman) : Menjadi Salah Satu Bruce Lee http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2261-li-zhiting-aarif-rahman--menjadi-salah-satu-bruce-lee http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2261-li-zhiting-aarif-rahman--menjadi-salah-satu-bruce-lee

Budaya-Tionghoa.Net | Tahun-tahun yang lalu figur legendaris Bruce Lee dihidupkan lagi . Kali itu dalam sosok Aarif Rahman yang baru berusia 23 tahun. Riwayat Bruce Lee sebagai salah satu superstar Asia yang paling terkenal walau kematiannya sudah lama berlalu -- sudah berkali-kali diperankan oleh Danny Lee ( Li Siusien ) bersama Betty Ting Pei dan juga aktor Tionghoa-Amerika , Jason Scott Lee yang juga memerankan Bruce Lee dalam versi Holywood , "The Dragon Story".

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Melihat nama Aarif Rahman , kita akan berpikir asal Indonesiakah dia ? atau Malaysia? Ternyata Aarif merupakan kelahiran Hong Kong pada tanggal 26 Februari 1987. Bungsu dari tiga bersaudara ini berayahkan seorang blasteran Malaysia-Arab-China , sedangkan ibunya adalah wanita Hong Kong asli. Ayahnya menjadi pengusaha cleaning service yang sukses di Hong Kong

Aarif sendiri setelah lulus kuliah di London, saat tampil menyanyikan Only Friends dalam lomba mencari bakat, langsung menarik perhatian biduan kondang Leon Lai yang mengontraknya menjadi penyanyi baru di perusahaan East Asia Records.

Debut Aarif di dunia film sebagai anak sulung pasangan Simon Yam-Sandra Ng dalam melodrama mengharu-biru, Echoes of Rainbow (2010) , yang memenangkan banyak piala termasuk Film Terbaik, Aktor Terbaik, dan Aarif sendiri kecipratan rezeki menjadi Best New Performer 2010.

Setelah filmnya yang kedua, Frozen (2010) , barulah Aarif melejit dipercaya duo sutradara Manfred Wong-Raymond Yip  memerani masa remaja Bruce Lee. Film "Bruce Lee My Brother"(2010)  diangkat dari buku laris karya Robert Lee, adik mendiang mahabintang itu.

Padahal rasanya lebih pas bila diberi tajuk, Bruce Lee My Son, karena diawali dengan riwayat sang ayah, Lee Hoi-chuan, aktor Opera Peking (dimainkan Tony Leung /Liang Chia-hui). Sedangkan ibunya, Grace, diperani mantan bomseks Christy Chung. (Lihat : http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/sinematografi/364-bruce-lee-itu-aarif-rahman)

Aarif kembali membintangi I Love Hong Kong (2011) bersama Sandra Ng dan Tony Leung. Di tahun yang sama Aarif terlibat dalam film Dear Enemy bersama sejumlah artis kawakan seperti Gigi Leung dan Aarif kembali bertemu dengan Christy Chung.

Biodata

  • Nama Tionghoa : 李治廷 (Li Zhiting)
  • Tempat , Tanggal Lahir : Hong Kong , 26 Februari 1987
  • Tinggi : 175 cm
  • Almamater : King George V School (2005), Imperial College London(2008)
  • Bahasa : Konghu , Mandarin , Inggris , Jerman

Yan Wijaya ,

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

 

]]>
Sosialita Fri, 10 Aug 2012 06:19:51 +0000
Waise Lee Chi Hung http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2025-waise-lee-chi-hung http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2025-waise-lee-chi-hung

Budaya-Tionghoa.Net | Waise Lee Chi-Hung atau Li Zixiong 李子雄 (Mandarin) dilahirkan pada tanggal 19 Desember 1959. Waise seorang actor Hong Kong dengan spesialisasi peran antagonis dalam berbagai film.  Sebelum terjun ke dunia film , Waise berprofesi sebagai model . Tsui Hark memperhatikan sebuah iklan komersial yang dibintanginya dan mengundangnya audisi.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Salah satu film terbaiknya adalah “A Better Tomorrow” (1986) yang digarap oleh John Woo. Dalam film ini Waise bertemu dengan bintang-bintang besar seperti Chou Yun Fat , Ti Lung dan Leslie Cheung dan film ini meraih sukses besar . Dalam film ini Waise berperan sebagai Tam Shing .

Tsui Hark kemudian menggandeng Waise untuk bermain dalam film The Big Heat (1988) yang penuh adegan brutal dimana Waise berperan sebagai polisi. Dalam film lainnya , Gunmen (1988), Waise berperan sebagai salah satu polisi yang jujur melawan korupsi.

Di tahun 1990 , Waise terlibat dalam film Chinese Ghost Story II dan berperan sebagai pendekar Fu.  Waise kembali berkerjasama dengan John Woo dalam A Bullet To The Head di tahun yang sama.

Setelah itu karir Waise menurun dengan terlibat dalam film berbudget rendah dan kerap memainkan tokoh antagonis di berbagai filmnya. Walau demikian , Waise masih memiliki beberapa kesempatan dalam berbagai film populer seperti Swordsman II (1991), Wingchun (1994) , Conman (1998)  , Running Out of Time (1999) , Internal Affairs III (2003)

Selain film , Waise juga terlibat dalam berbagai drama seri . Beberapa diantaranya adalah The Condor Heroes 95 , Cold Blood Warm Heart (1996) bersama Adam Cheng dan Gallen Lo  dan Burning Flame (1998) bersama Louis Khoo.

Dalam kehidupan pribadinya Waise Lee menikah dengan aktris Wang Yaqi.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

]]>
budaya.tionghoa.net@gmail.com (Zhonghua Wenhua) Sosialita Tue, 01 May 2012 07:40:20 +0000
Moon Lee Sai Feng : Profil http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2021-moon-lee-sai-feng--profil http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2021-moon-lee-sai-feng--profil

 

 

Budaya-Tionghoa.Net | Moon Lee atau Li Saifeng lahir pada tanggal 14 Februari 1965 di Hong Kong dan sempat tinggal sekitar enam tahun di Taiwan. Setelah menyelesaikan sekolah , Moon bergabung dengan studio televisi RTV dan membuat debut dalam serial “Affection on Earth” dan menjadi rutin muncul dalam berbagai serial di awal dekade 80an.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

Debut filmnya dimulai pada tahun 1981 dalam drama komedi To Sir With Troubles . Dua tahun kemudian , Moon mendapat peran penting dalam “Zu : Warrior of the Magic Mountain” (1983) dan dalam film ini Moon bertemu dengan Lin Ching Hsia , Yuen Biao , Adam Cheng , Sammo Hung dan Mang Hoi. Film ini bertema supranatural dan disutradarai oleh Tsui Hark. Dari film ini Moon berteman dengan Yuen Biao dan Sammo Hung , dan berkerjasama dengan Yuen dalam beberapa film berikutnya seperti dalam “The Champions” ,  “Winners and Sinners” , “Twinkle Twinkle Lucky Stars.

Di tahun 1985 , karir Moon meningkat dalam dua film laris seperti “The Protector” dimana  Jackie Chan berusaha menembus pasar Amerika dan “Mr Vampire” yang di produksi oleh Sammo Hung.

Di tahun 1988 menjadi era bagi wanita di industri film Hong Kong dengan munculnya genre film “girl with guns” , berbudget kecil dan wanita tampil menjadi pahlawan atau penjahat.  Moon mulai sukses sebagai bintang laga dalam Film Angel yang menjadi hit bersama Yukari Oshima .  Sejak ini Moon membintangi sekitar 25 film laga dalam enam tahun berikutnya.

Film terakhir Moon adalah “Little Heroes Lost In China” (1997)  dan drama seri terakhirnya adalah Fist of Hero di tahun 1999.  Moon menikah di tahun 2001 pada usia 36 tahun dan pindah ke Colorado bersama suaminya.

Moon dikenang dengan wajahnya yang cantik mungil dan awet muda ,  kontras dengan kemampuannya sebagai bintang laga. Selain itu Moon Lee juga dikenal dengan kemampuan dance-nya .

 

[Moon Lee dalam Devil Hunters 1989 ]

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

]]>
Sosialita Sat, 26 May 2012 16:30:23 +0000
Apakah Li Shi Min [Tang Taizong] Sedemikian Baik Hati ? http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1766-apakah-li-shi-min-tang-taizong-sedemikian-baik-hati-? http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1766-apakah-li-shi-min-tang-taizong-sedemikian-baik-hati-?

Budaya-Tionghoa.Net | Di grup Facebook , salah satu rekan memforward satu artikel untuk mengenai Li Shi Min dari salah satu blog. Dia menilai artikel itu terlalu ideal. Sebenarnya artikel itu sudah beredar bertahun-tahun termasuk di Mailing-List Budaya Tionghua [Arsip 38777 , Desember 2008]. Dalam artikel itu Li Shi Min digambarkan sedemikian baik hati . Hubungan dia dengan para mentri seperti ayah dan anak. Bahkan Li Shi Min ikut menangis bersama prajurit saat datang ke upacara untuk mengenang prajurit yang gugur. Li Shi Min sebagai kaisar juga mengundang tentara untuk beristirahat disisi tempat tidurnya. Dikabarkan lagi bahwa Li Shi Min  mengisap luka jendral Li Simo yang terluka karena panah. Apakah cerita diatas tidak terlalu berlebihan ?

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Yah , memang terlalu berlebihan. Sebelumnya di situs Budaya Tionghoa ini ada artikel pendahuluan mengenai Li Yuan yang terdiri dari empat halaman. [klik link] Dalam tulisan ini dijelaskan pergerakan awal klan Li sampai mencapai kekuasaan dengan segala kontroversinya. Salah satu contohnya adalah perihal kontribusi Li Yuan dan Li Shimin.  Dalam dua  catatan tradisional , Li Yuan digambarkan sebagai seorang figure yang medioker , kurang bergairah , sama sekali tidak berambisi. Gambaran mengenai Li Yuan ini bertolak belakang dengan anaknya , Li Shimin , yang pada tahun 617 , masih berusia 17 tahun. Li Shimin digambarkan sebagai pemimpin militer yang brilian, berambisi , kuat dan berkharisma. Jadi menurut pandangan ini, kredit pendirian Dinasti Tang sudah selayaknya jatuh kepada Li Shimin.

Versi lain menyebutkan bahwa Li Yuan memang otak dibalik pemberontakan dan memimpin kampanye untuk menaklukan Dinasti Sui. Berbeda dengan gambaran diatas , Li Yuan dalam narasi ini digambarkan sebagai pemimpin yang berani dan strategist handal. Li Shimin dalam versi ini adalah pemeran sekunder dan tidak lebih besar kontribusinya dibandingkan dengan Li Jiancheng  李建成 [589-626 M]. Terlepas dari kontroversi itu , Dinasti Sui menemui akhir ketika klan Li bergerak dari utara , Taiyuan menuju Daxingcheng [Chang'an] dan dilanjutkan oleh kampanye pasifikasi ke selatan. [1][2]

Babak berikutnya dalam kehidupan Li Shimin adalah bertarung menuju kekuasaan melawan saudara-saudaranya termasuk calon pewaris tahta , Li Jian Cheng dan saudara lainnya Li Yuanji.  Li Yuan berusaha menghindari ketegangan diantara anak-anaknya dengan membuat pangeran mahkota Li Jiancheng dan Li Shimin tidak kontak langsung satu sama lain. Li Yuanji dan Li Jiancheng melakukan manuver politik yang membuat dua orang paling penting bagi  Li Shimin , yaitu Fang Xuanling dan Du Ruhui sempat dipecat. Salah satu jendral Li Shimin , Yuchi Jingde , lolos dari pembunuhan yang diupah Li Jiancheng dan Li Yuanchi. Ini hanya dari sekian intrik diantara klan Li . Dalam beberapa intrik , sejumlah sejarahwan meragukan bahwa Li Jiancheng memang terlibat , ada yang percaya bahwa hal tersebut di fabrikasi oleh Li Shimin dan para pendukungnya. [3]

Pada akhirnya Li Shimin memutuskan untuk memplot rencana untuk menghabisi (membalas) saudara-saudaranya. Li Shimin menyuap komandan pengawal istana di gerbang Xuanwu  yang terletak di tembok utara ibukota Chang'an . Gerbang ini strategis karena memberikan akses ke istana. Li Shimin kemudian melakukan manuver yang membuat Kaisar memanggil Li Jiancheng dan Li Yuanji ke istana karena masalah skandal mereka dengan wanita-wanita dari istana harem. Li Shimin dengan 12 orang kepercayaannya sudah menunggu kedatangan mereka kemudian menghabisi Li Jiancheng dan Li Yuanji dihabisi oleh Yuchi Jingde.[4] Pengikut Li Jiancheng dan Li Yuanji berusaha untuk balas menyerang gerbang tapi moral mereka jatuh dengan kepala majikan mereka yang ditampilkan dengan sengaja. Berikutnya Li Shimin mengambil alih kekuasaan dari ayahnya menjadi Tang Taizong [mengenai Insiden gerbang Xuanwu mungkin akan dibahas di tulisan lain] . Sudah barang tentu Li Shimin yang konon baik hati ini akan menghabisi juga "keponakan"-nya untuk mengamankan potensi ancaman dikemudian hari.

Masa awal kepemimpinan Li Shimin atau Tang Taizong menggambarkan pemerintahan ideal atau "di-ideal-kan" , ini berkat usaha dirinya sebagai penguasa untuk mempengaruhi catatan sejarah , dan pada gilirannya mempengaruhi kaum sejarahwan dan Confucian.[5] Tang Taizong pada saat baru berkuasa mengatakan bahwa "penguasa bergantung pada negara dan negara bergantung kepada rakyat. Menindas rakyat untuk membuat mereka patuh pada penguasa itu sama saja memotong daging sendiri untuk mengisi perutnya sendiri. Perut terisi tetapi tubuh terluka." Deklarasi ini membawa dia pada popularitas. Di tahun 627 , Tang Taizong mengambil nama masa pemerintahannya sebagai Zhenguan. Di kalangan sejarahwan dianggap sebagai pemerintahan yang baik masa Zhenguan". Model kepemimpinan ini yang menginspirasi penguasa berikutnya seperti masa pemerintahan Kubilai , masa pemerintahan Qianlong dan bahkan Tokugawa Ieuyasu [6]

Gambaran ideal ini hanya berlangsung pada tahun-tahun awal masa kepemimpinannya. Dipertengahan tahun 630 , Tang Taizong mengerahkan kekuatan untuk konsolidasi dan perluasan kekaisaran di perbatasan. [7] Dia mulai percaya diri dan membangun berbagai mega proyek dan menghamburkan biaya dan tenaga kerja.  Jika dimasa awal pemerintahannya , Tang Taizong jarang mengadakan berburu formal seperti yang sering dilakukan oleh ayahnya dan saudaranya , Li Yuanji. [8] Dimasa pertengahan kepemimpinannya , Taizong , malah semakin sering berburu. Secara tidak langsung aktivitasnya itu menjauhkan dia dari pemerintahan. Suatu ketika Tang Taizong mengamati bahwa tutor dari pangeran tidak becus mendidik anaknya. Untuk kejahatan seperti itu dia pantai mati. Liu Fan menjawab :"Kepala mentri anda Fang Xuanling mengabdi kepada baginda sejauh ini tidak sanggup mencegah baginda dari berburu "". Taizong kemudian pergi keluar dalam kemarahan besar.[9]

Ketidakpuasan para pejabat terhadap kepemimpinan Tang Taizong adalah meninggalkan prinsip awal kepemimpinannya. Dua dekade terakhir kepemimpinannya diwarnai dengan perselisihan dengan pejabat. [10]Di tahun 637 , Ma Chou mengeluhkan tentang naiknya beban labour services dan tentang bagaimana Taizong mulai bersikap tidak acuh kepada rakyat . Ma memberikan nasehat agar Taizong kembali kepada kebijakan awalnya.[11] Di tahun berikutnya Wei Zheng [580-643]  juga mengeluhkan perubahan gaya administrasi kaisar sejak 627 , dan meningkatnya arogansi , kepuasan diri dan pemborosan uang negara.[12] Taizong mulai merasa puas dan aman dan merumuskan kebijakan sendiri tanpa mengindahkan pendapat para pejabat. Dia mulai gusar dengan kritik dan mengintimidasi siapa saja yang tidak sepakat dengan dirinya.

Dari sini sudah terlihat bahwa Li Shimin untuk mencapai kekuasaan perlu membantai kakak-kakaknya (dan keponakan-keponakannya)  , menyingkirkan ayahnya . Di masa akhir Li Shimin tidak lagi sebagai pemimpin yang ideal seperti di masa awal dan menghabiskan masa akhir kepemimpinannya dengan penghamburan uang dan tenaga yang pada gilirannya membebani rakyat . Dia juga tidak menghormati saran pejabat-jabatnya sehingga orang yang paling setia seperti Fang Xuanling di tahun 648 , menjelang kematiannya di tempat tidurnya dengan sedih mengamati bahwa pada saat itu tidak ada seorangpun di pemerintahan berani membantah Taizong .[13]

Referensi :

  1. Mark Erdward Lewis , “ China’s Cosmopolitan Empire “ , The Belknap Press Of Harvard University Press , Cambridge , 2009
  2. Twitchet , Fairbank , “The Cambridge History of China : Volume 3 , Sui and T'ang China 589-906 Part I " , Cambridge University Press , 1979

 


[1] Pola utara ke selatan ini menjadi ciri khas pergantian kekuasaan di Tiongkok  di masa berikutnya seperti Mongol-Yuan , kemudian Manchu-Qing yang merangsek maju dari utara kemudian secara bertahap menaklukan satupersatu wilayah selatan. Pola ini terjadi lagi saat Pasukan PLA merangsek maju dari kawasan Manchuria terus keselatan merontokkan satu persatu kekuatan pasukan KMT.

[2] Untuk keseluruhan lihat artikel http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/the-history-of-tang-dynasty/1609-li-yuan-pendiri-dinasti-tang-?start=1 , yang terdiri dari empat halaman.

[3] Cambridge , p184

[4] Menurut Nunome Chofu , “Genmu Mon no hen” , ada 12 pengikut , bukan sembilan seperti yang ada dalam catatan tradisional mengenai kudeta tersebut.

[5] Mark Lewis , p34

[6] Cambridge , op.cit. , p191

[7] Taizong mendeklarasikan dirinya sebagai “Heavenly Emperor” dan “Heavenly Qaghan”. Konflik perbatasan terjaga baik dimasa Taizong dan akan kembali bergejolak pasca wafatnya.

[8] Aktivitas berburu seringkali mirip dengan maneuver militer skala besar daripada acara berburu sederhana , selain memboroskan uang negara dan membebani rakyat

[9] Cambridge , CTS 77 , p2681

[10] Mark Lewis , p34

[11] CTS 74 , pp 2615-18 dalam “The Cambridge History of China : Volume 3 ,

[12] Wei Chen-kung chien-lu , edn of Wang Hsien-kung (Changsha , 1883) , I , p232 dalam “The Cambridge History of China : Volume 3 ,

[13] TCTC 199 , p6260 dalam “The Cambridge History of China : Volume 3 ,

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

]]>
Dinasti Tang Sat, 10 Mar 2012 02:46:08 +0000