A+ A A-

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (4) End

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net| Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (3)

22. MENGASAH BESI MENJADI JARUM

Pinyin : Mo chu cheng zhen 磨杵成针

Makna: Bertekad baja tuk menggapai cita-cita.

Waktu muda Li Bai amat malas. Ia lebih suka bertamasya menikmati pemandangan, daripada duduk di belakang meja belajarnya. Suatu pagi ketika membolos sekolah,  Li Bai melihat seorang wanita tua sedang bekerja di pinggiran kali. Karena penasaran ia pun menyapanya, "Sedang mengerjakan apa Nek, Nampaknya sibuk sekali?"

"Nenek sedang mengasah besi ini menjadi jarum," sahut wanita tua itu sambil terus bekerja.

"Aduh Nenek sudah pikun ya? Mau sampai berapa tahun besi itu baru menjadi jarum?"

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (3)

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (2)


15. TIDAK ADA 300 TAEL PERAK TERPENDAM DISINI

Pinyin : Ci di wu yin sanbai liang 此地无银三百两

Makna: Membocorkan rahasianya sendiri/kebohongan yang amat buruk.

Zhang San memendam tabungannya sebanyak 300 tael perak di belakang rumah. Karena merasa belum cukup aman, ia memasang papan pengunguman di dekatnya; "Tidak ada 300 tael perak yang terpendam disini!" 

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (2)

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

9. MENCURIGAI TETANGGA MENCURI KAPAK

Pinyin : Yi lin dao fu 疑邻盗斧

Makna : Manusia acap kali subjektif dalam menilai sesuatu.

Seorang petani baru saja kehilangn kapaknya. Ketika anak tetangganya lewat, ia membatin, "Coba lihat, gaya berjalannya saja persis maling, tatapan matanya mirip penjahat, raut mukanya penuh dosa, dan kata-katanya seperti menyembunyikan sesuatu. Ah aku yakin pasti dia pencuri kapakku!"

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

  • Published in Aksara

1. ORANG TUA DI PERBATASAN KEHILANGAN KUDANYA

Pinyin : Sai weng shi ma 塞翁失马

Makna: Kesialan mungkin adalah keberuntungan yang tertunda. Demikian pula sebaliknya.

Diperbatasan Kerajaan Han & Xiongnu, hiduplah seorang peternak kuda tua bersama keluarganya. Suatu hari, tetangganya datang mengabarkan bahwa salah satu kudanya yang terbaik telah hilang. Si kakek hanya tersenyum, "Ah tidak apa-apa, mungkin ini tandanya aku akan memperoleh keberuntungan esok hari," jawabnya santai. Ternyata benar, tak lama kemudian kuda itu kembali. Bahkan ia membawa kuda lain yang tak kalah cantiknya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto