A+ A A-

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (4)

Budaya-Tionghoa.Net |Melanjutkan Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1) , (2) , dan (3);

4. Puisi Ye Yanbin:

Biodata Singkat:

Ye Yanbin ( 1948 - ... ), penyair Tiongkok kelahiran Kota Heilongjiang, Propinsi Haerbin, pada tahun 1948. Karya puisinya dalam bentuk buku kumpulan puisi  adalah “ Tidak Menyesal”, “Tahanan dan Merpati Putih”, "Kesan Abad 21", dll.

Sumber : http://www.inkdancechinesepaintings.com/pigeon/picture/2703025.jpg

Read more...

Setengah Hari Bersama Para Sastrawan Tiongkok & Indonesia

Budaya-Tionghoa.Net| Berikut ini adalah sedikit cerita dari penulis saat menghadiri acara Diskusi Sastra “Pertemuan Persahabatan” dengan keenam penulis dari China diselenggarakan oleh Perhimpunan Penulis Yin Hua pada tanggal 23 November 2013 lalu di Taman Ismail Marzuki

Masih ingat dengan jelas dalam benak saya pertanyaan Apeq Erik Eresen (juga salah satu senior di grup Budaya Tionghoa) saat acara berakhir. Beliau bertanya seperti ini, “Apa perbedaan yang mencolok antara sastra Tiongkok kontemporer dengan sastra Indonesia saat ini?”

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (3)

Budaya-Tionghoa.Net |Melanjutkan Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1) dan (2)

3. Puisi Yan Li:

Biodata Singkat:

Yan Li ( 1954 - ), Penyair kelahiran kota Beijing, memulai menulis puisi pada tahun 1973, 1979 memulai melukis. Pada tahun 1985 kuliah ke New York, Amerika Serikat. Beliau telah menerbitkan buku kumpulan puisinya yaitu: “ Puisi Ini Mungkin Masih Bagus” 1991, “ Pembuat Senja” 1993, dan “Kumpulan Puisi Pilihan Yan Li”1995.

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (2)

Budaya-Tionghoa.Net |Melanjutkan Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1)

2. Puisi Liang Xiaobin

Biodata Singkat:

Liang Xiaobin ( 1955 - ), adalah seorang penyair kelahiran tahun 1955, yang berasal dari kota Hefei, propinsi Anhui. Beliau memulai menulis puisi pada tahun 1972. Puisi yang terkenal darinya adalah “ China, Kunciku telah Hilang”, “ Tembok Seputih Salju”. Pada tahun 1991 menjadi anggota dari Asosiasi Penulis China ( Chinese Writers Association ). Karya-karya puisinya telah bahan buku pelajaran untuk sekolah menengah atas China. 

 

Tembok  Seputih Salju

Liang Xiaobin

Mama,
Aku melihat tembok seputih salju
 
Pagi,
Aku ke pasar membeli krayon,
Melihat seorang pekerja
Menghabiskan banyak tenaga,
Untuk mengecat sekeliling tembok yang sangat panjang
 
Dia berpaling menolehku dan tersenyum,
Dia menyuruhku
Untuk mengabarkan pada semua anak-anak:
Kelak jangan sembarangan mencorat-coret tembok ini.
 
Mama,
Aku melihat tembok seputih salju.
Di atasnya pernah begitu kotor,
Banyak tertulis kata-kata kasar.
Mama, engkau pun pernah menangis,
Hanya karena caci maki itu,
Papa telah pergi,
Pergi selama-lamanya.
 
Dibanding susu  kureguk yang  putih bersih ,
Masih jauh lebih putih bersih tembok itu,
Selalu terbersit di dalam mimpiku,
Dia masih berdiri di garis horisontal,
Pesona sinar berkedap-kedip di siang hari,
Aku suka tembok putih bersih.
 
Tidak akan corat-coret tembok ini lagi selamanya,
Tidak akan,
Langit cerah yang hangat dan selembut seperti mama,
Kau dengar tidak?
 
Mama,
Aku melihat tembok seputih salju.

1980

 

Diterjemahkan oleh : Liu Weilin

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1)

Budaya-Tionghoa.Net |Ini adalah beberapa puisi Tiongkok dari penyair tiongkok modern yang saya terjemahkan pada tahun 2010

1. Puisi Peng Guoliang:

Biodata Singkat:

Peng Guoliang ( 1957 -   ) lahir pada bulan April 1957. Seorang penyair China kelahiran  kota Changsha, Propinsi Hunan. Anggota dari Asosiasi Penulis China ( Chinese Writers Association ). Pemimpin Redaksi majalah “ Kreasi”, telah menerbitkan kumpulan karya sastra dan puisi seperti “ Rumah Kecil Cinta”, “ Akar yang Mengelandang”dll.

Read more...

Puisi Klasik Dinasti Tang

Berikut ini beberapa terjemahan puisi klasik dari sastrawan besar di masa Dinasti Tang (618-907) seperti Chen Zi'ang (656-702) , Wang Wei (699-759) , Li Bai (712-770) , Meng Jiao  (751 -814) dan Liu Zongyuan (773-819)

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto