A+ A A-

Hari Airmata Hitam

HARI AIRMATA HITAM
(10 Tahun Peristiwa Mei '98)

Budaya-Tionghoa.net| Tanpa kita sadari, tahun ini reformasi telah berjalan 10 tahun. Reformasi telah menelan banyak korban, baik harta-benda maupun nyawa anak bangsa. Semoga semua pengorbanan itu tidak sia sia. Semoga pengorbanan itu menjadi awal dari perbaikan nasib bangsa. Mari kita doakan arwah para korban peristiwa Trisakti, peristiwa Semanggi, dan peristiwa Mei. Semoga mereka semua mendapatkan tempat yang layak di sisi-NYA. Mari kita isi perjuangan mereka dengan perbuatan. Tanpa pengorbanan mereka, kita tidak akan sampai di titik ini.

Read more...

Penyerbukan Silang Antarbudaya[1] Bagian pertama

  • Published in Diaspora

Penyerbukan Silang Antarbudaya[1]

Aan Rukmana & Eddie Lembong

(Yayasan Nabil, Jakarta)[2]

 

Pengantar

 

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, di bulan Oktober 2013 silam Yayasan Nabil mendapatkan undangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk memberikan makalah dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2013 di Yogyakarta. Dalam sejarah Kongres Kebudayaan yang dimulai sejak 1918, baru di kongres yang ke-15 inilah untuk pertama kalinya satu organisasi Tionghoa mendapat kehormatan untuk menyumbangkan pemikirannya di dalam acara penting tersebut.

Untuk itu Nabil sudah mempersiapkan artikel tersendiri mengenai penyerbukan silang antarbudaya yang ditulis langsung oleh penggagasnya (Eddie Lembong) dengan bantuan Aan Rukmana (staf Nabil). Materi presentasi tersebut sengaja disiapkan sebagai materi untuk KKI 2013. Topik  Penyerbukan Silang Budaya dibahas dalam sidang komisi 2 pada sesi 3, tanggal 10 Oktober 2013. Acara dilaksanakan di Hotel New Saphir, Yogyakarta dengan dimoderatori oleh seorang budayawan terkemuka, Prof. Edi Sedyawati. Selamat membaca dan semoga membawa manfaat!

Salam hormat,

Sekretariat Yayasan Nabil

 

Catatan moderator : Paper ini dimuat atas seijin bapak Didik Kwartananda. Kami membagi paper ini menjadi tiga bagian.

Read more...

Budaya Tersinggung

Budaya-Tionghoa.Net | Bangsa kita mempunyai masalah yaitu "mudah tersinggung". Dimasa Orde Baru atau sekitar periode  Lee Kuan Yew atau Goh Chok Tong , pernah suatu ketika ada wartawan luar negri yang memuat foto lima orang pemimpin ASEAN yang baru melangsungkan rapat plus seorang berpakaian buruh disampingnya sehingga yang tertangkap kamera berjumlah enam orang. Potret itu kemudian dimuat di koran Singapura. Saya ketika itu masih berkerja di Indonesia dan masih mengingat bahwa tidak ada negara lain yang protes kecuali Indonesia yang mencak-mencak.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto