A+ A A-

Kisah Cinderella: Menjiplak Cerita Klasik Tiongkok?

Budaya-Tionghoa.NetSiapa yang tak kenal Cinderella? Mulai dari anak-anak, orang tua, sampai bocah tua nakal pasti tidak asing lagi dengan namanya. Tapi tahukah anda, bahwa Cinderella sebenarnya adalah cerita klasik Tiongkok yg di"kw" oleh Bangsa Eropa? (Cuma dalam kasus ini versi kw nya justru jauh lebih populer dibanding originalnya)

Cinderella made in China aslinya bernama Ye Xian 叶限(1). Kisahnya dapat dijumpai dalam kumcer Youyang Zazu 酉阳杂俎 (805) karya Duan Chengshi 段成式 (800-863), yang ditulis hampir 900 tahun lebih dulu sebelum buku Cinderella-nya Charles Perrault (1697) terbit. Pengakuan tentang hal ini juga sudah diberikan oleh ALA (American Library Association).

Ilustrasi : wajah Yang Mi (aktris Tiongkok) diphotoshop ke dalam still image dalam film Cinderella 2015 milik Disney.

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (2)

  • Published in Aksara

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut adalah kelanjutan dari Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

9. MENCURIGAI TETANGGA MENCURI KAPAK

Pinyin : Yi lin dao fu 疑邻盗斧

Makna : Manusia acap kali subjektif dalam menilai sesuatu.

Seorang petani baru saja kehilangn kapaknya. Ketika anak tetangganya lewat, ia membatin, "Coba lihat, gaya berjalannya saja persis maling, tatapan matanya mirip penjahat, raut mukanya penuh dosa, dan kata-katanya seperti menyembunyikan sesuatu. Ah aku yakin pasti dia pencuri kapakku!"

Read more...

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

  • Published in Aksara

1. ORANG TUA DI PERBATASAN KEHILANGAN KUDANYA

Pinyin : Sai weng shi ma 塞翁失马

Makna: Kesialan mungkin adalah keberuntungan yang tertunda. Demikian pula sebaliknya.

Diperbatasan Kerajaan Han & Xiongnu, hiduplah seorang peternak kuda tua bersama keluarganya. Suatu hari, tetangganya datang mengabarkan bahwa salah satu kudanya yang terbaik telah hilang. Si kakek hanya tersenyum, "Ah tidak apa-apa, mungkin ini tandanya aku akan memperoleh keberuntungan esok hari," jawabnya santai. Ternyata benar, tak lama kemudian kuda itu kembali. Bahkan ia membawa kuda lain yang tak kalah cantiknya.

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (3)

Budaya-Tionghoa.Net |Melanjutkan Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1) dan (2)

3. Puisi Yan Li:

Biodata Singkat:

Yan Li ( 1954 - ), Penyair kelahiran kota Beijing, memulai menulis puisi pada tahun 1973, 1979 memulai melukis. Pada tahun 1985 kuliah ke New York, Amerika Serikat. Beliau telah menerbitkan buku kumpulan puisinya yaitu: “ Puisi Ini Mungkin Masih Bagus” 1991, “ Pembuat Senja” 1993, dan “Kumpulan Puisi Pilihan Yan Li”1995.

Read more...

Kumpulan Puisi Kontemporer Tiongkok (1)

Budaya-Tionghoa.Net |Ini adalah beberapa puisi Tiongkok dari penyair tiongkok modern yang saya terjemahkan pada tahun 2010

1. Puisi Peng Guoliang:

Biodata Singkat:

Peng Guoliang ( 1957 -   ) lahir pada bulan April 1957. Seorang penyair China kelahiran  kota Changsha, Propinsi Hunan. Anggota dari Asosiasi Penulis China ( Chinese Writers Association ). Pemimpin Redaksi majalah “ Kreasi”, telah menerbitkan kumpulan karya sastra dan puisi seperti “ Rumah Kecil Cinta”, “ Akar yang Mengelandang”dll.

Read more...

Mao Dan Budaya Klasik

mao zedong and literature

Budaya-Tionghoa.Net | Saat berdiskusi mengenai ketua Mao, banyak orang yg menyebut dia sebagai tokoh progesif yang anti segala budaya kuno. Berhubung dia selalu meneriakkan mengganyang yang lama menyambut yang baru! Padahal, kenyataan sesungguhnya tidak persis seperti itu.

Read more...

'Multatuli Genootschap' di Doelenzaal - Bibliotheek Universiteit van Amsterdam

Budaya-Tionghoa.Net |  Kebiasaan dalam masyarakat Belanda : Orang-orang yang ada kegiatan dalam salah satu perkumpulan, perhimpunan, yayasan atau organisasi non-pemrintah lainnya, biasanya, menggunakan hari-hari weekend untuk mengadakan rapat-rapat pengurus atau rapat anggota mereka. Bila masalahnya mendesak, tidak jarang rapat-rapat itu diadakan pada malam hari. Seusai jam kerja

Read more...

Siddhartha - Herman Hesse , Pencerahan Dari Sebuah Sungai

  • Published in Buku

You can never step into same river twice - Heraklitus

Budaya-Tionghoa.Net | Siddhartha , seorang yang Brahmin yang rupawan dan senantiasa menjadi pusat perhatian gadis disekitarnya. Bersama temannya , Govinda , Siddhartha menjalani praktek kontemplasi dan meditasi. Ayahnya yang bangga merasa yakin bahwa Siddhartha akan menjadi guru besar , pangeran tak bermahkota. Govinda pun menganggap Siddharta sebagai patron.

Read more...

Dari Clara Hingga 'Yin Galema': Tionghoa dalam Karya Fiksi di masa Reformasi

Budaya-Tionghoa.Net | Salah satu fenomena menarik yang belum banyak disoroti dalam masa Reformasi adalah bermunculannya beragam jenis buku dengan tema ketionghoaan (dalam arti menyangkut segala sesuatu mengenai orang Tionghoa di Indonesia) dalam konteks Indonesia , baik dalam wujud karya fiksi maupun non-fiksi. Berhubung karya-karya non-fiksi sudah banyak dibahas, baik dalam kajian ilmiah maupun populer (misalnya resensi buku di media massa), maka tulisan ini hanya akan menyoroti karya-karya fiksi yang secara spesifik memuat tema atau menyoroti kehidupan etnis Indonesia Tionghoa, buah pena penulis keturunan Tionghoa maupun non-Tionghoa. Adapun karya yang ber-setting Tiongkok tidak dimasukkan di sini, misalnya novel best seller Sanie B. Kuncoro berjudul Ma Yan (2009) tentang seorang anak kecil dari Zhangjiashu yang ingin mendapatkan pendidikan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto