A+ A A-

Wawancara dengan Duta Besar Tiongkok Lu Shumin : Semuanya Untuk Membantu Penanggulangan Bencana.

  • Published in Berita

Budaya-Tionghoa.Net | Duta Besar RRT di Indonesia Lu Shumin selama beberapa hari belakangan ini terus menerus baru bisa tidur selepas larut malam, bahkan pada saat wartawan ini berkunjung ke kediamannya, berkali-kali wawancara terputus oleh hal-hal yang mendesak. Beliau berkata, saat ini tugas terpenting bagi Kedubes adalah mengurus masalah bantuan dari Pemerintah Tiongkok, meneruskan salam dan simpati rakyat Tiongkok untuk disampaikan langsung kepada penduduk di daerah bencana.

Read more...

Tsunami Aceh - "Aku Cinta Kamu, Tiongkok !" ( Wo Ai Ni Zhongguo ! )

  • Published in Berita

Budaya-Tionghoa.Net | Sebelum ini belum ada nada permintaan bantuan yang begitu menggebu- gebu dari para penduduk korban bencana di Banda Aceh yang ditujukan kepada tim relawan di posko pengobatan. Saat berjalan di jalanan kota Banda Aceh, nampak bahwa semua penduduk kota mengenakan masker hidung, untuk meredam bau busuk dari mayat-mayat yang merebak di seantero udara.

Read more...

Gempa Haicheng , Peranan Hewan Untuk Mendeteksi Gempa

Masyarakat harus waspada ketika ular bangun dari hibernasi terlalu dini, ketika tikus melarikan diri dari basement , bahkan ketika anjing menggonggong. Sun Shihong - China Daily

Budaya-Tionghoa.Net | Ketika Tsunami di Indonesia terjadi di tahun 2004 , masyarakat di kawasan bencana malah senang dengan ikan-ikan yang menggelepar ditinggalkan air yang surut pasca gempa . Padahal itu tanda bahwa sebentar lagi gelombang air yang marah akan datang.

Warga pesisir yang telah mendapat pelajaran lewat media massa tidak akan berlari ke tengah laut saat laut surut untuk menangkap ikan yang menggelepar-gelepar sehabis terjadi gempa. Andai saja masyarakat Aceh sebelumnya sudah mendapat WES atau pelajaran tentang cara-cara menyelamatkan diri dari terjangan tsunami, melalui program-program yang dilakukan pemerintah maupun partikelir (LSM), bisa jadi korban jiwa tidak sebanyak itu. (depsos.go.id) 

Read more...

[Fwd] Say YeS to GAMBARU! - Belajar dari Mentalitas Bangsa Jepang Menghadapi Tsunami Sendai 2011

  • Published in Berita

Pengantar Dari Admin : Seorang member mailing-list kami memfoward tulisan dibawah ini ke mailing list kami [http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/56762]  berkaitan dengan musibah yang sedang melanda Jepang , Gempa Bumi dan Tsunami yang terjadi di bulan ini , Maret 2011. Biasanya kami akan menampilkan langsung tulisan member,  bukan forward dari email berantai ini. Tetapi  memandang informasi ini sangat penting untuk memberikan INSPIRASI  bagi bangsa Indonesia yang juga sering tertimpa musibah. Maka kami admin mohon maaf terlebih dahulu dengan membuat semacam pengecualian dengan mempublish ulang di website ini dan memodifikasi dengan bahasa yang lebih sesuai untuk tampilan web tanpa mengurangi esensi tulisan aslinya. Salam , Admin.

***

Say YeS to GAMBARU!

Terus terang aja, satu kata yang benar-benar membuat muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.  Saya muak sepenuhnya, sumpah, karena setiap kali mendapat bimbingan dari profesor, kata-kata penutup selalu saja motto ,  gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama) , motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih  dan lebih lagi). Sampai saya rasanya ingin berbicara , apa tidak ada kosa kata lain selain GAMBARU? Adakah kata yang lain selain gambaru ? Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang hanya begitu-begitu  saja yang kala rasa malas sudah memuncak  atau ada banyak rintangan, ya sudahlah ,berhenti saja. 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto