A+ A A-

Puisi Alam [5] : Xin Qiji , Lu You ,Su Shi , Ouyang Xiu , Wei Zhuang ,, Bai Juyi ,

Budaya-Tionghoa.Net | Puisi alam tidak hanya digubah dalam bentuk Sanjak, juga dalam bentuk Syair. Bentuk Syair dimulai ada pada dinasti Tang, berkembang pada masa Lima dinasti, dan mencapai puncak perkembangannya pada dinasti Song. Karena mengacu pada melodi nyanyian, struktur syair sangat bervariasi, panjang pendek tak menentu, gayanya pun beraneka ragam. Tidak seperti dalam sanjak, jumlah kata dalam larik sebuah syair, umumnya tidaklah sama. karena umumnya syair memiliki bentuk yang lebih panjang dibanding sanjak, Pola pengungkapannya bertahap, cara bertuturnya lebih intens, sesuai untuk mencurahkan perasaan. Dibandingkan bahasa sanjak yang deskriptif, bahasa syair lebih sugestif.   Pada awal perkembangannya, Syair alam umumnya pendek2, demikian juga dengan syair alam dinasti Song, obyek alam  yang digarap juga obyek yang dekat, suasananya terasa intim. kehadiran subyek penyair sangat terasakan.  kita bisa melihat dari beberapa contoh syair dinasti Tang dan Song di bawah ini.   Selamat menikmati ZFy.    

Read more...

Puisi Alam [4] : Sanjak Dinasti Qing | Qi Dajun , Chan Shenxing , Zheng Xie , Yuan Mei , Wu Xilin , Kang Youwei ,

Budaya-Tionghoa.Net | Setelah mengalami perkembangan yang agak suram pada Dinasti Yuan dan Ming, dunia Sanjak kembali bangkit pada Dinasti Qing, bermunculanlah penyair2 berbakat, dengan ragam warna dan gaya, jumlah penyair maupun jumlah puisi yang dihasilkan malah melebih dinasti Tang, meskipun tidak mencuatkan tokoh2 empu sekelas Li Bai dan Dufu, mutu sanjak Qing tak boleh diabaikan, Dinasti ini banyak melahirkan penyair2 berwatak dengan kemampuan yang hampir setara. Dalam sanjak alam, mereka berhasil mensintesakan kekuatan Sanjak Dinasti Tang dan Song.

Selamat menikmati,
Zhou Fy

 

Read more...

Tiga Puisi Karya Li Bai

Budaya-Tionghoa.Net | Beberapa karya Li Bai diterjemahkan oleh rekan Zhou Fuyuan di mailing-list Budaya Tionghua. Selain membaca beberapa terjemahan dibawah ini , pembaca bisa juga membaca artikel lain seperti , http://web.budaya-tionghoa.net/home/874-dua-penyair-besar-tiongkok , sebuah tulisan kompilasi cukup panjang membahas mengenai Li Bai dan Du Fu , tulisan lainnya adalah , http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/chinese-literature/1167-li-bai-dan-du-fu , http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/chinese-literature/1143-mabuk-sendiri-di-bawah-rembulan-li-bai- , http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/chinese-literature/771-mari-menikmati-syairnya-li-bai-sulitnya-lintasan-shu ,selanjutnya bisa anda telusuri artikel terkait. Pengantar dari Admin

Read more...

Puisi Malam Perayaan Musim Semi – Xin Qiji

Budaya-Tionghoa.Net | Syair Xin Qiji ini sudah pernah saya terjemahkan, langsung dari bahasa aslinya, dan pernah saya posting dimillis ini. Syair ini berjudul malam perayaan musim semili(capgomeh), ada dlm antologi puisi tiongkok klasik yang saya susun :”Purnama di Bukit Langit”. Ini saya kutipkan lagi dibawah, untuk dibandingkan dengan hasil terjemahan lewat bahasa perantara.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto