A+ A A-

Sejarah Demografi Tiongkok Dan Populasi Dunia

  • Written by  Shinmen Takezo
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Bayi perempuan yang terlahir di Filipina , Danica Camacho menjadi milestone dunia sebagai bayi yang ketujuh milyar pada tanggal 31 Oktober 2011 menurut United Nations Population Fund [UNPF].

Artikel Terkait:

{module [201]}

Bagi planet bumi kehadiran bayi ini adalah tantangan bagi kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang tampaknya tidak akan berubah selama ribuan tahun , juga kesenjangan antara masyarakat yang cenderung "lekas mati" [negara dimana rakyatnya memiliki usia harapan hidup yang rendah] dan masyarakat dinegara yang "panjang umur". Kesenjangan lain dimana sebagian masyarakat dunia mengalami kelangkaan air bersih , bahan makanan pokok berbanding terbalik dengan yang serba berkelimpahan.

 

SEJARAH DEMOGRAFI TIONGKOK

Menurut perhitungan tradisional dan [kemudian[ berbagai sensus penduduk [Chen  Zhucai  , 1985]. Populasi rakyat Tiongkok pada jaman Dinasti Xia [2070-1060SM] sudah mencapai sekitar 13.5 juta. Populasi relatif tetap pada masa Dinasti Shang dan Dinasti Zhou (abad 11 SM) . Dimasa Negara Berperang , Warring States [475-221SM], populasi penduduk mencapai 40 juta jiwa , dengan kondisi  perang berkepanjangan yang merenggut jutaan jiwa rakyatnya.

Pada masa Dinasti Han , tahun 2 Masehi , populasi bangsa Tiongkok sudah mencapai 60 juta jiwa [setara dengan estimasi populasi penduduk di wilayah Kekaisaran Romawi] atau sekitar seperempat populasi dunia pada saat itu.  Memasuki masa Tiga Negara , Samkok , Sanguo [221-280 M], populasi penduduk menyusut drastis menjadi 7.7 juta jiwa. Penyebabnya adalah perang kolosal berkelanjutan diantara para warlord selama puluhan tahun.

Dalam perjalanan sejarah , populasi di Tiongkok berfluktuasi antara 37-60 juta pada rentang 1000 tahun kemudian. Di tahun 280 M , pada masa Dinasti Jin , populasi berlipat dua menjadi sekitar 16 juta jiwa. Pada jaman Dinasti Sui [589 - 671 M] yang hanya sebentar, populasi kembali mencapai 46 juta jiwa. Dinasti Tang [618 - 906 M]  dianggap sebagai masa kejayaan Tiongkok ,populasi bangsa Tiongkok terus bertambah menjadi 56 juta jiwa. Di masa pendudukan bangsa Mongol , Dinasti Yuan [1279 - 1368 M] , angka 60 juta , yang berarti setara dengan populasi seribu tahun sebelumnya pada jaman Dinasti Han. Populasi ini sedikit bertambah pada jaman Dinasti Ming. Pada tahun 1486 , populasi Tiongkok mencapai 65 juta jiwa.

Di masa Dinasti Qing terjadi perubahan dramatis bagi populasi Tiongkok. Di tahun 1741 , pada masa Dinasti Qing , populasi bangsa Tiongkok berlipat dua menjadi 143.5 juta jiwa. Antara tahun 1749-1811 , populasi berlipat ganda kembali dari 177 juta menjadi 356 juta jiwa. Di tahun 1851 , populasi Tiongkok sejumlah 431 juta jiwa dan kembali merosot drastis karena konflik Taiping yang merenggut korban 30 juta jiwa . Di akhir abad 19 , populasi Tiongkok berjumlah 400 juta jiwa pada masa Boxer. Di era Republik Tiongkok , tahun 1931 , populasi terus meningkat menjadi 475 juta jiwa. Data kependudukan di masa Republik Rakyat Tiongkok di tahun 1982 , populasi sudah mencapai 1 milyar jiwa. Itu tidak termasuk Taiwan , Hongkong, Macao dan diaspora di seluruh dunia yang diperkirakan berjumlah 50 juta jiwa.

Pertambahan populasi antara Dinasti Ming dan Dinasti Qing dimungkinkan oleh aktivitas migrasi dari kawasan lama ke kawasan baru atau kawasan perbatasan yang juga memperluas agrikultur dan menyebarkan populasi . Dinasti Qing awal sampai pertengahan mencatat rekor dimana Tiongkok mencapai luas wilayah yang melampaui apa yang dicapai di masa Dinasti Ming . Para pemimpin awal Qing yang kapabel juga membawa kemakmuran. Pasca masa pemerintahan Qianlong , Tiongkok memasuki masa surut yang ditandai dengan tekanan asing dan ketidakstabilan pemerintah yang diwarnai berbagai pemberontakan . Di saat bersamaan populasi Amerika Serikat naik drastis dari hanya 23 juta menjadi 151 juta penduduk.

POPULASI DUNIA

UNPF memprediksikan bahwa populasi dunia akan mencapai 10 milyar sebelum akhir abad 21. Data historis populasi dunia belum mencapai 1 milyar sampai tahun 1804 dan membutuhkan 123 tahun untuk berlipat ganda menjadi dua miliar di tahun 1927 , tiga milyar ditahun 1959 , 4 miliar ditahun 1974 , 5 miliar ditahun 1987 , enam miliar ditahun 1998 dan akhirnya mencapai 7 milyar pada tanggal 31 Oktober 2011. Peneliti Sosio-biologis dari Harvard University , Edward Wilson , dalam bukunya "The Future of Life" memprediksikan bahwa sumber daya alam bumi dapat menopang populasi sampai 10 miliar populasi.

Republik Rakyat Tiongkok sebagai negara paling padat populasinya sudah mencapai 1.37 miliar menurut National Bureau Statistics [NBS]. Dunia diringankan oleh kebijakan one child policy [jihua shengyu zhengce, 计划生育政策] di tahun 1978. Dampak kedalam adalah perbaikan layanan kesehatan bagi rakyat Tiongkok , mengurangi resiko kematian saat melahirkan , mengurangi pengeluaran setiap keluarga dan meningkatkan jumlah tabungan. Dampak lainnya adalah pertumbuhan ekonomi , mengurangi jumlah pengangguran karena surplus tenaga kerja. Menurut Professor Zhai Zhenwu ,  kebijakan itu angka 7 miliar penduduk dunia menjadi tertunda selama lima tahun [harusnya tercapai di tahun 2006].

Selagi Tiongkok berhasil menekan populasi dan "mencegah" kehadiran 400 juta penduduk tambahan jika kebijakan satu anak tidak diberlakukan , persentasi populasi Tiongkok juga turun dari 22 persen menjadi 19 persen.

Permasalahan dunia beralih ke negara lain , India akan melewati posisi Tiongkok sebagai negara dengan populasi terbanyak pada tahun 2025. Secara bercanda , Tiongkok sudah terlewati oleh Great India dengan tambahan Bangladesh [150 juta , 2011] dan Pakistan [180 juta , 2008].

Sementara Jepang yang saat ini berpopulasi 127 juta akan merosot dibawah 100 juta di tahun 2046 karena angka kelahiran yang terus merosot. Nigeria dengan penduduk 160 juta  menghadapi permasalahan sosial dengan proyeksi populasi menjadi 300 juta dalam dua dekade kedepan. Ledakan populasi di Nigeria dibayang-bayangi dengan 42 persen generasi mudanya berprofesi sebagai pengangguran. Di tahun 2100 , Nigeria akan menjadi negara dengan populasi ketiga terbanyak melewati Amerika Serikat.

REFERENSI :

  1. Charles Keith Maisels , "Early Civilization Of The Old World : The Formative Histories of Egypt , The Levant , Mesopotamia , India and China" , Routledge , 1999
  2. China Daily , "World Population Hits 7 Billion" ,
  3. http://afe.easia.columbia.edu/special/china_1950_population.htm


Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/1540-sejarah-demografi-tiongkok-dan-populasi-dunia

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto