A+ A A-

Tahun Baru Imlek: Hari Raya Agama atau Budaya?

  • Written by  David Kwa
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Terlebih dahulu mohon maaf, owe hendak memberikan sedikit pendapat.Kalender Tionghoa yang kita pakai dalam agama Tionghoa kita dikenal sebagai Imlek 陰曆. Imlek berasal dari dialek Hokkian, artinya ‘kalender lunar’ (im= lunar atau bulan; lek = kalender). Dalam ‘dialek’ Mandarin Imlek adalah YINLI. Dengan demikian tahun baru imlek artinya “tahun baru yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi”.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Jadi, sesungguhnya adalah TIDAK TEPAT apabila ucapan “Selamat Tahun Baru Imlek” disingkat jadi “Selamat Imlek” saja, sebab “Selamat Imlek” artinya = “Selamat Kalender Lunar” (?).

Di LUAR NEGERI kalender ini dikenal sebagai Xiali 夏曆 (Kalender Xia), sebab sudah ada semenjak Dinasti Xia 夏朝 (2100-1600 BCE). CE = Common Era (Tarikh Umum); BCE = Before Common Era (Sebelum Tarikh Umum). Selain itu, kalender ini juga lazim disebut Huangdili 黃帝曆 (Kalender Huangdi), disingkat Huangli 黃曆 saja, sebab diyakini diciptakan oleh Huangdi 黃帝 (Oey Tee alias Kaisar Kuning, 2697–2597 BCE). Perhitungan ini disebut Huangdi Era (HE) Dihitung berdasarkan kelahiran Huangdi 黃帝, sebab Huangdi 黃帝 diterima sebagai LELUHUR orang Han, atau orang Tionghoa pada umumnya. Dengan demikian tahun 2012 adalah 2012 + 2697 = 4709 HE.

Jadi kalender ini sudah ada (pada Dinasti Xia, 2100-1600 BCE), jauh sebelum zaman Guru Kongzi 孔子 lahir (pada Dinasti Zhou 周朝, 1046-256 BCE).

Namun, hanya di INDONESIA, perhitungan Kalender Tionghoa didasarkan pada kelahiran Kongzi 孔子, yakni sejak berdirinya Tiong Hoa Hwee Koan 中華會館 di Batavia pada 17 Maret 1900. Organisasi Tionghoa inilah yang mengadopsi ajaran Guru Kongzi 孔子 (yakni Rujiao 儒教) sebagai agama Tionghoa, dan menetapkan awal Kalender Tionghoa dihitung berdasarkan kelahiran Guru Kongzi 黃帝 (yakni pada 551 BCE). Demikianlah perhitungan kalender ini disebut Kongzi Era (KE).

Jadi, perhitungan tahun 2012 adalah 2012 + 551 = 2563 adalah berdasarkan KE. Penetapan ini ternyata baru berumur seratus tahunan, yakni sejak 1900 CE.

Meski ada sebagian orang yang menganggap Sin Cnia 新正 (tahun baru imlek) adalah hari raya agama. Namun pada hakekatnya, seperti yang sering owe sampaikan dalam interview di berbagai media massa, tahun baru imlek adalah tahun barunya semua ORANG Tionghoa, terlepas dari agama apa pun yang dianutnya. Orang Tionghoa yang sudah berpindah agama apa pun tetap merayakannya tak terkecuali, sejauh ia masih tetap merasa dirinya Tionghoa. Di luar negeri pun orang menyebutnya Chinese New Year (Tahun Baru Cina), bukan Confusianist, Taoist, atau Buddhist.

Dengan demikian, tahun baru imlek adalah hari raya budaya, bukan agama.

Di jaman pemerintahan Presiden Soekarno TAHUN BARU imlek sudah fakultatif, artinya mereka yang merayakannya boleh libur. Namun di jaman penindasan orde bau hal ini dicabut. Almarhum Presiden Abdurrahman Wahid membebaskan orang Tionghoa dari penindasan dan penjajahan, dan Presiden Megawatilah yang menjadikan Sin Cnia hari libur nasional berdasarkan Agama Khonghucu, sejak 2003.

Mengapa Presiden Megawatilah menetapkan Sin Cnia sebagai hari raya agama, dalam hal ini Khonghucu? Owe pernah menanyakan hal itu kepada seorang rekan sosiolog yang bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut keterangannya, di Indonesia hari-hari libur nasional, selain yang berlaku umum, semua ditetapkan berdasarkan hari raya agama, termasuk Natal, Tahun Baru Hijriah, Tahun Baru 1 Suro, Tahun Baru Saka, Galungan, Nyepi, dll. Tidak satu pun hari raya budaya berdasarkan kelompok etnik tertentu. Berdasarkan pertimbangan ini, ditetapkanlah Tahun Baru Imlek sebagai hari raya Agama Khonghucu. Sebab, seandainya tidak demikian, apa jadinya bila setiap kelompok etnik meminta hari raya budayanya ditetapkan sebagai hari libur nasional? Atau, hampir setiap hari kita akan berlibur nasional, sebab jumlah kelompok etnik di Indonesia bukan sedikit!? Kacau bukan?

Sekali owe mohon maaf beribu-ribu maaf bilamana pendapat owe ini terasa kurang berkenan di hati. Namun kebenaran inilah yang mau tak mau harus owe ungkapkan sebagai pengamat budaya Tionghoa (peranakan).

Oleh: David Kwa, Bogor

 

http://www.facebook.com/groups/budaya.tionghoa/10150542444452436/

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghua

Last modified onSaturday, 09 February 2013 06:12
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/1653-tahun-baru-imlek-hari-raya-agama-atau-budaya?

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto