A+ A A-

Kapitalisme, Demokrasi dan Sosialisme; Apa Sosialisme Punya Hari Depan?

  • Written by  Dr Han Hwie-Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Kapitalisme adalah sistim masyarakat atau kenegaraan, dimana alat-alat produksi kepunyaan prive atau kongsi. Seorang kapitalis memakai buruh dan pegawai gajian untuk keuntungan demi kesejahteraan pribadi. Sebagai contoh kongsi ialah VOC, Persatuan Kompeni Hindia-Timur (salinan bebas saya). Tujuan dari kapitalis tidak lain ialah keuntungan. Dengan ditemukannya mekanisasi mesin-mesin di Inggris yang menjalar ke Eropa Barat dan Amerika Utara, orang yang mempunyai alat-alat produksi mempunyai kekuasaan yang besar dalam masyarakat dan negara. Kapitalisme pada dasarnya ialah individualistis, tidak sama kedudukan antar orang dalam masyarakat.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Sebagai reaksi dari kapitalisme timbullah sosialisme. Perlu diketahui bahwa apa yang dikatakan kapitalisme sebetulnya bukan kapitalisme lagi, karena sudah dicampuri oleh demokrasi. Demokrasi adalah sistim masyarakat dimana semua orang itu mempunyai hak yang sama, semua orang dilahirkan dengan hak-hak dan kewajiban yang sama. Demokrasi
berarti kebebasan bagi setiap orang, bebas bicara. Ini berarti bahwa semua orang yang dewasa dapat ikut serta dalam politik dan menentukan pemerintah melalui pemilihan umum. Rakyat mempunyai kekuasaan yang paling tinggi untuk menentukan dalam beleid pemerintahan.

Lincoln mengatakan "Pemerintahan kepunyaan rakyat, dari rakyat, untuk rakyat." Banyak orang mengira bahwa kapitalisme sama dengan demokrasi, yang sama sekali tidak benar. Sosialisme adalah sistim kenegaraan yang berdasarkan kesamaan sosial, keadilan sosial dan solidaritet, atau kumpulan pengertian yang bervariasi aliran politik yang berusaha mencapai
kearah masyarakat yang disebut diatas.

Di negara sosialis alat-alat produksi dipegang oleh negara, tetapi dikontrol oleh rakyat. Kontrol ini dapat kita lihat di negara-negara Eropa seperti worker's council. Di Eropa Barat selalu ada rapat bersama antara pemimpin buruh, pemimpin pengusaha dan pemerintah. Jadi
sebetulnya sekarang ini, tidak ada satu isme yang murni semua sudah tercampur adukan, untuk memenuhi tantangan perkembangan masyarakat. Kapitalisme sebetulnya bertentangan dengan demokrasi tetapi untuk memenuhi perjuangan kaum buruh, maka dimasukilah faham demokrasi.


Sebagai contoh negara-negara sosialis memakai nama yang berlainan: negara republik rakyat, republik demokratis. Sebagai jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme timbullah sistim sosial-demokrasi. Kebanyakan negara-negara Eropa Barat adalah sosial demokrasi, seperti Belanda, Jerman, Perancis, Inggris etc..

Demikian pula sosialisme yang diartikan sebagai komunisme, negara yang dipimpinnya tata-kenegaraannya semua menurut pengalaman dari USSR, karena USSR adalah pemimpin dari semua negara negara sosialist dan pula mereka belum mempunyai pengalaman dalam mengelola negara. Kebanyakan negara yang berdiri sesudah Perang Dunia Kedua, didirikan oleh USSR, terutama negara Eropa Timur.

Politik pemerintah negara menutup diri, tidak ada transparansi, rakyatnya tidak bebas, kekuasaan dipegang kuat-kuat oleh partai, terutama oleh sekretaris Jendral atau Ketua Partai. Karena tiada transparansi maka kesamaan sosial dan keadilan sosial oleh rakyat diraguhkan; rakyat berbisikan, bahwa diatas penghidupan elite sangat mewah. Semua harus satu, sampaikan pikiran manusiapun.


Nah seperti halnya kapitalisme, telah mengalami perubahan, sekarangpun RRT merobah beleid pemerintah dan menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Yang kita lihat di RRT sekarang ini adalah sosial demokrasi atau sosialisme yang disesuaikan pada masyarakat Tiongkok, apa yang dikatakan oleh Deng Xiao Ping: "Socialism with Chinese characteristic "


Sebetulnya negara-negara di Eropa Barat yang saya alami bahkan lebih sosial dari mantan negara-negara sosialis, pendapat saya ini mungkin juga dialami oleh banyak teman-teman yang dulu pernah tinggal di negara-negara sosialis yang konservative, menurut sistim pemerintahan USSR jaman dulu. saya rasa kalau ada negara yang didirikan menurut faham sosialis, maka sistim pemerintah tidak mungkin menurut sistim yang konservative dan akan dicampuri oleh faham-faham isme yang lebih maju, dan ini kami lihat di Eropa perobahan partai-partai yang dulu partai komunis merubahkan dirinya menjadi partai sosial demokrasi, dan nama partainya, partai sosialis atau pakai nama lainnya.

Golongan kiri sekarang banyak warnanya, kita sekarang melihat perkembangan dari gerakan globalisasi yang saya kira termasuk aliran kiri yang memperjoangkan dan menyesuaikan tantangan masyarakat pada jaman sekarang ini. Atau perkembangan The Third Way yang diperkembangkan oleh Tony Blair dan Bill Clinton etc. Kemurnian dari satu isme sekarang ini sudah tidak ada lagi, waktu berubah, masyarakat berobah dan kebudayaan dan pikiran manusia juga berubah!

Dr. Han Hwie-Song
Breda, 1 april 2006 Holland

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/1676-kapitalisme-demokrasi-dan-sosialisme-apa-sosialisme-punya-hari-depan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto