A+ A A-

Tradisi dan Budaya Tionghoa : Masa Inkubasi (1)

  • Written by  Liu Weilin
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Tradisi dan Budaya Tionghoa adalah salah satu budaya yang terbaik umat manusia, juga merupakan salah satu budaya yang dijaga paling utuh di dunia dan paling memiliki karakteristiknya tersendiri. Budaya tradisional tionghoa merupakan representasi dari kebijaksanaan dan pengetahuan serta keanggunan yang luar biasa bangsa Tionghoa, yang menandakan bahwa bangsa tionghoa pernah dalam jangka waktu yang lama telah berada di barisan paling depan peradaban umat manusia, dimana telah memberikan kebanggaan ,harkat dan martabat tinggi bagi bangsa tionghoa, serta memotivasi generasi demi generasi anak-anak tionghoa untuk maju dengan berani.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Kita menyebarkan tradisi dan Budaya Tionghoa yang luhur ini, adalah tuntutan jaman dan juga merupakan misi yang diberikan oleh sejarah untuk mengabungkan budaya tradisi dan budaya modern. hanya dari budaya tradisi yang terbaik dan luhur inilah kita menyerap tenaga dan semangat, sehingga membuat bangsa Tionghoa bisa menghadapi berbagai tantangan dan juga bangkit serta untuk menegakan kepala , selamanya bisa berdiri tegak diantara bangsa-bangsa lain di dunia ini.

Ada beberapa tahapan pembentukan Tradisi dan Budaya Tionghoa, yakni:

1. Masa inkubasi

Masa inkubasi dilewati dengan pemujaan terhadap alam atau animisme, totemisme, serta shamanisme dan mitos. Masa ini disebut masa budaya primitif. Pemujaan terhadap alam atau animisme terjadi karena pikiran manusia jaman dulu masih rendah sehingga muncullah budaya animisme ini. Pada saat itu, kemampuan berpikir dan kemampuan kognitif umat manusia sangatlah rendah, hanya bisa menganggap semua benda memiliki roh,benda-benda di alam semuanya memiliki semacam kemampuan supranatural, dimana tenaga manusia tidak bisa mengalahkannya, umat manusia pada saat itu hanya bisa berlutut dan bersujud kepadanya, serta takluk dan mematuhi. Animisme terjadi sebelum ditemukan tulisan, meskipun boleh diketegorikan bukan budaya, tapi ia merupakan cikal bakal dari pemujaan dewa dewi serta setan dikemudian hari.

Totemisme terbentuk dimana masyarakat jaman purba terdiri dari puak-puak. Totem merupakan lambang atau simbol atau bendera dari suatu puak dan suku, Tiongkok purba pernah muncul beberapa puak, dimana setiap puak memiliki totem-nya tersendiri, dan totem tersebut dijadikan sebagai dewa pencipta mereka. Totem biasanya dimabil dari hewan, maupun tumbuhan, yang mana bisa ditelusuri dari kebiasaan anismisme. kata "Totem" sebenarnya asalnya dari bahasa Indian di Amerika, yang berarti " lambang" , " hubungan".

Manusia purba menganggap hewan atau tumbuhan tertentu memiliki hubungan dengan sukunya, sehingga dijadikan lambang dan menjadi panji atau bendera suku-nya. Puak Fuxi 伏羲 mengunakan totem berlambang "ular", puak Shaohao 少昊 mengunakan totem berlambang "burung", klan Gonggong 共工氏 totemnya adalah "api", sedangkan klan Huang Di atau kaisar kuning mengunakan totem berlambang " awan". Kemudian puak Fuxi, Shaohao dan puak-puak lainnya bergabung sehingga lahirlah dua puak yang besar , puak bertotem naga dan phoenix. Totem memiliki arti dari sebuah lambang atau simbol, yang mana telah menunjukan bahwa tingkat intelegensia manusia telah naik satu tingkat. totem merupakan cikal bakal dari seni, adalah tunas dari peradaban umat manusia.

Setelah munculnya totemisme , berlanjut ke masa shamanisme. Masa shamanisme adalah masa peralihan perkembangan masyarakat prasejarah menjadi masyarakat beradab. Shaman atau dukun adalah medium antara manusia dengan dewa, dimana bisa menyampaikan permohonan manusia kepada dewa, dukun juga merupakan juru bicara dewa, dimana shaman bisa menyampaikan keinginan dewa kepada manusia. Shaman juga merupakan dewa dan juga manusia, memiliki status yang tinggi jaman itu, memiliki kekuasaan yang besar. Shaminisme merupakan agama primitif , namun taraf kognitifnya sudah lebih tinggi daripada totemisme. Dimana dia meminjam kekuatan alam untuk memuaskan keinginan dan tuntutan manusia. Meskipun shamanisme merupakan tahayul, tapi awalnya memiliki pemahaman tentang alam atau natural, bisa mengunakan obat-obatan dalam mengobati penyakit, sehingga huruf kuno " pengobatan atau medis" 医 (Yi) berasal dari huruf 巫 wu atau dukun, dimana menjelaskan bahwa " wu巫 “ atau shaman menguasai pengetahuan mengenai medis. karena itu, shamanisme merupakan cikal bakal dari natural science.

Setelah shamanisme , muncullah kebudayaan mitos atau 神话文化. Mitos merupakan bentuk khayalan umat manusia purba yang terjadi untuk menjelaskan gejala alam dan gejala masyarakat yang dianggap masuk diakal oleh mereka sendiri. Mitos merupakan manifestasi keinginan manusia purba untuk menaklukan alam. mitos muncul menandakan umat manusia telah bangun dan terlepas dari kebarbaran mereka. Menandakan bahwa pola pikir umat manusia lebih maju setingkat lagi dari pemikiran alam ke sosial, serta memperlihatkan kemajuan dari imajinasi dan daya pikir manusia, yang menjadi tunas dari natural science, filosofi, seni sastra, adat dan tradisi, agama dan kepercayaan serta semangat nasionalisme.

Dikarenakan mitos menjadikan kekuatan alam berubah menjadi semacam perwujudan kekuatan diri umat manusia, dewa dan manusia sama sekali menyatu, sehingga dalam sejarah tiongkok, diterapkan oleh pemimpin dinasty Shang dan Zhou, dimana leluhur mereka dijadikan dewa, sehingga kuasa dewa dan kuasa manusia menjadi satu, tujuannya adalah untuk melegitiminasi dan mengkonsolidasi kepemimpinan mereka.

Tahapan ini ada satu jalur perkembangan yang sangat jelas, yakni pengenalan umat manusia kepada alam: takluk ----meminjam --- mengalahkan, tahap perkembangan ini menjelaskan lika liku dan kesulitan proses perkembangan budaya tionghoa.

2. Masa Penetapan Pola atau Bentuk

Masa ini dimulai dari Jaman Shang sampai dengan jaman Zhanguo ( negara-negara berperang)

Beberapa karakteristik budaya Shang:

1. Sistem tulisan telah terbentuk dan memiliki jumlah yang berkisar 5000 buah dalam bentuk tulisan yang disebut jiaguwen atau tulisan tulang.
2. Penerapan dan perkembangan teknik peleburan logam, munculnya berbagai alat perunggu dalam jumlah yang banyak.
3. Dalam buku Shangshu bagian Pangeng (尚书.盘庚) muncul konsep tentang " di 帝 (天命) " dan "de德 “. yaitu dalam kalimat :" 上帝将覆我高祖之德,乱越我家”

Karakteristik budaya Zhou adalah:

  1. Munculnya teori tentang “yin dan yang” serta lima elemen atau yin yang wu xing 阴阳五行, seperti dalam “ kitab perubahan zhou atau zhouyi周易” muncul tentang teori yin dan yang, dalam kitab “Shangshu” bab Hongfan atau 尚书.洪范 mencatat tentang perbincangan mengenai konsep lima elemen ( logam, kayu, air, api, tanah) antara Jizi箕子 dengan raja Wu dari dinasty zhou 周武王.  Orang Zhou mengunakan teori tersebut untuk menjelaskan tentang penciptaan mengenai alam semesta.
  2. Shibo 史伯 mengemukakan tentang konsep pemikiran  “ harmonis 和”, yang menuntut tentang kestabilan yang harmonis 和谐稳定.
  3. Telah terbentuk konsep pemerintahan yang berorientasi mengenai penghormatan akan moralitas kebajikan dan perlindungan terhadap rakyat .
  4. Dengan kitab “ upacara Zhou atau Zhouli周礼” sebagai pedoman dalam tata upacara pemerintahan.

Karakteristik dari budaya chunqiu zhanguo adalah banyaknya aliran pemikiran ( filsafat) atau baijia zhengming 百家争鸣. Meskipun adanya berbagai aliran pemikiran atau filsafat , namun yang terutama hanya ada 4 macam saja yang menonjol yakni: ruisme, daoisme, moisme, dan legalisme.

Ruisme atau Kongfusianisme dengan Kong Zi atau Kong Zhongni sebagai pendiri aliran ini, yang kemudian menjadi 8 delapan mazhab, yang terpenting adalah ruisme dari Zisi子思,mengzi 孟子,dan Xunzi荀子.  Inti daripada ruisme adalah humanisme atau 仁 ren dan keadilan 义yi, menganjurkan memerintah sebuah negara dengan konsep “memerintah dengan pedoman humanis” atau /renzheng 仁政, “ dan “ memerintah dengan moral kebajikan atau 德治 dezhi” , serta memberikan pengajaran tata susila, yang mana menjadi basic dari budaya Tionghoa yakni budaya  pemerintahan berbentuk asas susila atau 政治伦理型文化.

Daoisme dengan pemikiran Laozi dan Zhuangzi sebagai pedoman,  inti daripada ajaran daoisme adalah “dao道” . Laozi adalah pendiri daoisme, beliau beranggapan bahwa Dao itu tak berwujud, tak ada suara, abadi, “ tidak dapat didengar”, “ tidak dapat dilihat”, “ tidak dapat menangkapnya” .  Dao adalah sumber daripada alam semesta:” dao melahirkan satu, satu melahirkan dua, dua melahirkan tiga, tiga melahirkan laksa makluk”. Satu atau 一  yi adalah keadaan wujud asaliah daripada asal mula alam semesta langit dan bumi yang masih menyatu dalam bentuk kumpulan udara. Sedangkan “dua atau 二” menunjuk pada yin dan yang , sedangkan “ tiga 三” menunjuk pada yin, yang dan he (harmonis).  Dao adalah hukum atau kaidah alam semesta. “ hukum dao adalah alamiah”

Selanjutnya adalah Zhuangzi yang merupakan orang penting kedua dari pendiri Daoisme,

bersambung.....

Liu Wei Lin

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/1956-tradisi-dan-budaya-tionghoa--masa-inkubasi-1

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto