A+ A A-

Tradisi dan Budaya Tionghoa [2] - Masa Penetapan Pola atau Bentuk

  • Written by  Liu Weilin
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan bagian pertama [http://web.budaya-tionghoa.net/home/1956-tradisi-dan-budaya-tionghoa-masa-inkubasi-1] . Masa Penetapan Pola atau Bentuk ini dimulai dari Jaman Shang sampai dengan jaman Zhanguo ( negara-negara berperang). Beberapa karakteristik budaya Shang: (1) sistem tulisan telah terbentuk dan memiliki jumlah yang berkisar 5000 buah dalam bentuk tulisan yang disebut jiaguwen atau tulisan tulang. (2) penerapan dan perkembangan teknik peleburan logam, munculnya berbagai alat perunggu dalam jumlah yang banyak. (3) dalam buku Shangshu bagian pangeng (尚书.盘庚) muncul konsep tentang " di 帝 (天命) " dan "de德 “. yaitu dalam kalimat :" 上帝将覆我高祖之德,乱越我家”

Artikel Terkait:

{module [201]}

Karakteristik budaya zhou adalah: (1) munculnya teori tentang “yin dan yang” serta lima elemen atau yin yang wu xing 阴阳五行, seperti dalam “ kitab perubahan zhou atau zhouyi周易” muncul tentang teori yin dan yang, dalam kitab “shangshu” bab hongfan atau 尚书.洪范 mencatat tentang perbincangan mengenai konsep lima elemen ( logam, kayu, air, api, tanah) antara Jizi箕子 dengan raja Wu dari dinasty zhou周武王.  Orang zhou mengunakan teori tersebut untuk menjelaskan tentang penciptaan mengenai alam semesta. (2) Shibo史伯 mengemukakan tentang konsep pemikiran  “ harmonis 和”, yang menuntut tentang kestabilan yang harmonis 和谐稳定. (3) Telah terbentuk konsep pemerintahan yang berorientasi mengenai penghormatan akan moralitas kebajikan dan perlindungan terhadap rakyat . (4) Dengan kitab “ upacara zhou atau zhouli周礼” sebagai pedoman dalam tata upacara pemerintahan.

Karakteristik dari budaya chunqiu zhanguo adalah banyaknya aliran pemikiran ( filsafat) atau baijia zhengming 百家争鸣. Meskipun adanya berbagai aliran pemikiran atau filsafat , namun yang terutama hanya ada 4 macam saja yang menonjol yakni: Ruisme, Daoisme, Moisme, dan Legalisme.

Ruisme atau kongfusianisme dengan Kong Zi atau Kong Zhongni sebagai pendiri aliran ini, yang kemudian menjadi 8 delapan mazhab, yang terpenting adalah Ruisme dari Zisi 子思,Mengzi 孟子,dan Xunzi 荀子.  Inti daripada Ruisme adalah humanisme atau 仁 ren dan keadilan 义yi, menganjurkan memerintah sebuah negara dengan konsep “memerintah dengan pedoman humanis” atau /renzheng 仁政, “ dan “ memerintah dengan moral kebajikan atau 德治 dezhi” , serta memberikan pengajaran tata susila, yang mana menjadi basic dari budaya tionghoa yakni budaya  pemerintahan berbentuk asas susila atau 政治伦理型文化.

Daoisme dengan pemikiran Laozi dan Zhuangzi sebagai pedoman,  inti daripada ajaran daoisme adalah “dao道” . Laozi adalah pendiri daoisme, beliau beranggapan bahwa Dao itu tak berwujud, tak ada suara, abadi, “ tidak dapat didengar”, “ tidak dapat dilihat”, “ tidak dapat menangkapnya” .  Dao adalah sumber daripada alam semesta:” dao melahirkan satu, satu melahirkan dua, dua melahirkan tiga, tiga melahirkan laksa makluk”. Satu atau 一  yi adalah keadaan wujud asaliah daripada asal mula alam semesta langit dan bumi yang masih menyatu dalam bentuk kumpulan hawa. Sedangkan “dua atau 二” menunjuk pada yin dan yang , sedangkan “ tiga 三” menunjuk pada yin, yang dan he (harmonis).  Dao adalah hukum atau kaidah alam semesta. “ hukum dao adalah alamiah”, hasil dari Dao adalah alamiah, “ 道常不为而无不为”dao chang bu wei er wu bu wei,Dao melahirkan laksa mahluk, tapi tidak ikut campur dan mengatur pada diri laksa mahluk tersebut, tapi Ia membiarkan laksa mahluk secara alamiah pada diri mereka.“ 善利万物而不争”shan li wan wu er bu zheng, terhadap laksa mahluk tidak mengklaim miliknya, tidak menganggap adalah jasanya, dan tidak mengatur atau menguasai laksa mahluk sebagai pencipta atau penguasa, sehingga memiliki apa yang dinamakan “ 玄德 xuande” atau kebajikan yang tanpa pamrih ( 自然无为的德性). Lao Zi masih mengemukakan lagi tentang konsep politik  “ 无为而治” wu wei er zhi atau pemerintahan yang berjalan secara alamiah dan  ideologi pemerintahan “ 小国寡民” xiao guo gua min, atau negara kecil dengan rakyat yang sedikit. Yang mana kedua konsep ini sangat berpengaruh dikemudian hari dalam pemerintahan Tiongkok. Lao Zi mengkritik pemikiran Ru, sehingga menuntut “ 绝仁弃义”membuang konsep humanisme dan keadilan, beranggapan bahwa “ 大道费,有仁义,智慧出,有大伪;六亲不和,有孝慈;国家昏乱,有忠臣” yang artinya “ ketika Dao dihilangkan  maka akan muncul cinta kasih dan keadilan, ketika adanya kecerdasan, maka akan muncul kemunafikan, ketika keluarga tidak harmonis akan ada yang berbakti, ketika negara kacau balau akan muncul pejabat setia”  Lao Zi juga mengemukakan tentang “ 知足 tahu cukup” dan “ 寡欲 mengurangi keinginan” ,” lima warna membutakan mata manusia, lima suara menulikan telinga manusia, lima rasa  membuat orang keenakan, berburu membuat manusia menjadi kacau hatinya, barang-barang langka membuat manusia menjadi pencuri.  “ kesalahan yang paling besar dikarenakan karena banyak keinginan, bencana yang paling besar dikarenakan merasa tidak cukup (puas)”  mengekang dan membatasi terhadap material dan spritual peradaban.( material civilization and cultural and ideological progress or spiritual civilization ). Beliau masih mengemukakan lagi tentang tiga mustika yakni: pemaaf atau toleransi, hemat, mengalah. Tiga mustika ini merupakan manifestasi  pemikiran  Lao Zi yakni pemikiran dengan kelembutan mengalahkan kekerasan

Selanjutnya adalah Zhuangzi yang merupakan pendiri  daoisme. Pandangan Zhuang Zi adalah meletakan konsep “ Dao”  pada tempat yang tinggi. Pemikirannya adalah: 1. Menyerang konsep humanisme keadilan atau 仁义,mengkritisi orang suci atau 圣人, menuntut untuk mengembalikan “ sifat asaliah manusia yang sesuai dengan konsep alamiah”.  Menganggap  bahwa “ ketika orang suci atau shengren lahir  maka penjahat / perampok akan muncul”; 2. Mengusung pemikiran “ 坐忘 zuo wang “, “ 心斋 xinzhai”,”齐物我 qi wu wo” , “ 齐是非 qi shi fei” . pengertian zuo wang 坐忘 adalah menunjuk bahwa melupakan diri sendiri ( ego) , melampui ego, sehingga bisa selaras kembali dengan alam, menghilangkan sekat perbedaan antara aku dengan mahluk. “ xinzhai心斋  menunjuk kepada membuang dan mengikis keinginan akan benda, melupakan keuntungan reputasi, benar salah, sukses gagal, benci sayang, baik buruk, hidup mati, dalam hati bersih suci, tidak adanya nafsu keinginan duniawi;3. Menuntut “ tiada ke-aku-an” , “ tiada ketergantungan” dalam perjalanan yang bebas leluasa, 无己 wu ji berarti tiada perasaaan mengenai baik buruk, bajik batil, pandangan benar salah dan  hati yang memikirkan berkah dan bencana, tiada pandangan ke-aku-an, tiada rasa bahagia sedih, gembira tidak gembira. “ 无待” wu dai adalah tanpa ketergantungan, tanpa berharap, tanpa dibatasi oleh syarat-syarat. Sedangkan “ 逍遥游 “ xiaoyaoyou adalah kebebas-leluasaan pikiran yang sesungguhnya.

Zhuangzi beranggapan bahwasanya dengan memasuki kondisi tiada ego tiada berharap dan tiada ketergantungan barulah bisa menjadi “至人zhiren”, “神人shenren”,”圣人shengren” sehingga bisa mengarungi hidup ini dengan bebas leluasa atau 逍遥游.; 4. Mengemukakan konsep tentang mematuhi akan nasib dan takdir, menuntut “ 出世 chushi keluar dari hiruk pikuk keduniawian” “ 避世 pishi menghindari hal-hal duniawi” “ 遗世 yishi  membuang segala macam urusan keduniawian”  dari ketiga point ini pemikiran zhuangzi kentara sifat pesismitiknya dibandingkan pemikiran Laozi. pemikiran daoisme ini dilanjutkan oleh agama dao dikemudian hari, sehingga menjadi doktrin utama dari agama Dao di Tiongkok. Daoime Laozi dan Zhuangzi merupakan salah satu unsur penting dalam komposisi pemikiran filsafat Tiongkok . yang sangat berpengaruh terhadap tradisi dan budaya tionghoa.

Moisme  dengan pendirinya Mo Di 墨翟 , yang mengusung konsep “ 兼爱 jian’ai cinta universal”.  Pada jaman Pra-Qin , Moisme disebut “ 显学 xianxue” baru sampai di jaman Han baru menjadi “ 绝学juexue”. Karakteristik dari Moisme atau 墨家 : 1. Pengusungan konsep 兼爱 jian’ai atau cinta kasih universal, yakni cinta kasih yang tidak ada membedakan tingkatan, status, kamu dan aku.  Jian’ai adalah kewajiban, adalah penyempurnaan moral kebajikan diri sendiri, tidak menuntut imbalan. Tujuan dari cinta kasih universal adalah “万民和 semua orang harmonis” , negara makmur, harta kekayaan cukup, semua rakyat cukup sandang papan dan pangan, sehinga tercapai yang disebut” 便宁无忧 bian ning wu you kedamaian atau ketentraman”.

Perbedaan Moisme dengan Ruisme adalah:  Ruisme adanya sistem tingkatan, sedangkan Moisme kasih tiada perbedaan tingkatan atau status ; ruisme mengutamakan keadilan dengan mengabaikan keuntungan, sedangkan moisme keadilan keuntungan selaras; Ruisme mengutamakan moralitas dengan mengesampingkan urusan perut, sedangkan Moisme moral dan urusan perut  selaras. 2. Mengutamakan persamaan  尚贤尚同 shangxian shang tong, shang xian ( mengutamakan yang berbakat/cakap)  yakni tidak membedakan ayah anak, tidak berpihak pada kaya atau mulia, tidak membedakan warna, yang jadi pejabat tidak selamanya mulia, yang jadi rakyat tidak selamanya hina, yang memiliki bakat akan digunakan ( dipromosi), yang tidak berbakat akan diturunkan ( jabatanya),  sedangkan shangtong ( mengutamakan persamaan) adalah “ satu kesatuan antara diri sendiri dengan orang lain”, “ dunia satu keluarga”.  Rakyat biasa sama dengan kaisar, tiada perbedaan sama sekali. 3. mengusung konsep pemikiran tentang 明鬼思想 minggui sixiang. 4. Menitikberatkan tetang pengetahuan ilmu pengetahuan dan teknologi, 5. Merupakan salah satu organisasi rahasia, yang mana orang-orang sebut mo xia墨侠 pendekar organisasi Mo, mojiao墨教 agama mo. 6. Mengusung konsep pemerintahan tentang kepala negara yang bijak, menteri yang arif, dan pejabat yang bersih.

Setelah Mo zi , Moisme terbagi menjadi tiga aliran yakni: 1. Moisme dari xiangli 相里氏之墨,2. Moisme dari xiangfu 相夫氏之墨,3. Moisme dari Dengling 邓陵氏之墨.

Selanjutnya adalah Legalisme, legalisme mengusung asas-asas  legal atau hukum untuk mengatur sebuah negara. Pendiri dari legalis adalah Li Kui李悝 yang telah menulis sebuah kitab yakni “法经 fajing” atau kitab hukum. Para legalis awal ada tiga mazhab: 1. Legalis dari Shang Yang 商鞅,2. Legalisme dari Shen Buwei 申不为,3. Legalisme dari Han Feizi 韩非子.  Legal atau 法 fa adalah hukum, dan hukuman. Tujuan dari legalis adalah untuk mengukuhkan dan memperkuat keabsolutan kekuasaan kekaisaran.

Selain itu ada ilmu pengetahuan yang sangat berkembang pada jaman chunqiu, saat itu ada 4 ilmu pengetahuan yang mulai terbentuk yakni: agronomi, astronomi, kalkulus, medikal. Konsep agronomi ada kitab “ 吕氏春秋 lvshi chunqiu” , astronomi ada kitab “ 甘石星经 gan shi xing jing”  dan kitab lainnya. Sedangkan kalkulus ada kitab “ 周髀算经 zhou bi suan jing” . medikal ada kitab “ 黄帝内经 huangdi neijing”.  Serta kitab dari bianque 扁鹊 yakni “ 望闻问切 wang wen wen qie ”. dalam teknik peleburan logam juga bermunculan teknik peleburan besi, dan baja, dll.  Dalam arsiktek telah muncul ayah dan anak Li Bing 李冰 yang membangun sistem irigasi dujiang 都江堰,dan kanal zhengguo 郑国渠. Dalam ilmu sastra ada kitab “ 诗经 shijing atau kitab sanjak” “离骚lisao”, dll.

Kesimpulannya, dari masa Shang dan Zhou sampai jaman Zhanguo, tradisi dan budaya tionghoa telah terbentuk polanya, yang menjadi dasar perkembangan budaya tionghoa selanjutnya.

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/1960-tradisi-dan-budaya-tionghoa-2-masa-penetapan-pola-atau-bentuk

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto