A+ A A-

Renaisans Dan Pencerahan Di Tiongkok [2] - Made In China

  • Written by  Dr Han Hwie-Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Di jalanan Tiongkok dimana-mana , hilir mudik nenurut tafsiran saya kira-kira 50% mobil dengan merk Tionghoa, khusus buatan Tiongkok dan seterusnya 50% mobil-mobil joint venture seperti Mercedes, VW, Ford, Buick, Toyota, Honda, Hundai, Peugiot etc dari yang kecil sampai yang besar. Jalanan dikota-kota macet pada pagi hari waktu-waktu orang masuk kerja atau pulang dari pekerjaan. Karenanya kalau anda mau ke airport harus memperhitungkan keadaan yang saya sebut diatas. Sopir-sopir taxi mengendarakan mobilnya sangat cepat dan bagi saya menakutkan cara-cara mereka mengambil jalan. Ini pengalaman saya pada waktu rush hours ke airport untuk kembali ke Holland, karena mereka memburu waktu untuk memenuhi janji mereka menjemput penumpang lainnya.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Kalau kita diluar negeri beli barang-barang terutama kepentingan penghidupan sehari-hari dari pakaian, alat-alat listrik, GSM (telpon mobil), foto tustel, alat-alat dapur kebanyakan Made in China. Alat-alat yang sofisticated seperti computer, terutama spare partnya adalah Made in China. Sekarang silahkan aku membicarakan sedikit tentang Made in China dalam hal mobil. Tiongkok sekarang memprodusir mobil dalam jumblah yang lumayan besar. Mobil-mobilnya Tiongkok sekarang ini dieksport kebanyakan ke negara-negara Afrika, Latin Amerika dan Timur Tengah. Harganya lebih murah dari mobil dari negara ngara produsen mobi yang sudah beken didunial. Murah harganya karena didalam negeri sudah ada mobil-mobil joint venture dan dengan mobil-mobil ini mereka harus berkompetisi.

Tiongkok dalam ekspor mobil tidak mau tergesa-gesa jangan sampai penjualan mobil ke
Eropa dan USA mengalami kegagalan. Pasaran mobil di luar negeri harus diatur dulu dengan baik, dantaranya untuk memenuhi standard dari negara Paman Sam dan Eropa. Kedua bagaimana Tiongkok harus menghadapi proteksionisme dalam pasaran mobil. Dan untuk menyelesaikan persoalan yang terakhir ini akan memerlukan proses yang
lama dan banyak pekerjaan yang masih perlu dikerjakan.

Mobil-mobil Tiongkok ikut motorshow di Detroit dan mengharapkan akan masuk ke
pasaran Amerika Serikat dan Eropa antara tahun 2010 dengan 1.6 liter Freedom Cruiser compact sedan dan juga mobil-mobil dari Chery Automobile. Tiongkok sudah membeli pabrik mobil Inggris Rover dengan nama “Rouwei.” Pada tahun 2006 Tiongkok  mengekspor mobil sejumlah 342 400 buah. Kami nonton di TV di Grand Hyatt, Beijing dimana
kami bermalam tahun ini, di Shanghai Motor Show di pertunjukkan “LondonTaxi” yang eksklusif, lain dari taxi-taxi diluar negeri yang memakai mobil-mobil yang ada, sekarang dibuat oleh pabrik Mobil Geely di Tiongkok. Taxi London terkenal diluar negeri yang memenuhi jalanan di London sejak tahun 1948.London Cabs ini akan diproduksi 20000 buah setahun. Saya percaya dengan pengalaman ekspor tekstil dan eletronika, proses ekspor mobil juga akan sukses dan saya tidak meragukan dalam hal ini.

Saya masih ingat pada tahun delapanpuluhan dikota-kota besar dan pertengahan
yang kami kunjungi banyak sekali orang naik sepeda dengan bel-belnya yang spesifik klining-klining ……sepert melodi di pagi hari. Pagi hari tampak ratusan, bahkan ribuan pegawai naik sepeda hilir mudik masuk kerja, sekarang pemandangan seperti itu hampir tidak tampak lagi, juga sepeda motor jarang terlihat di jalanan. Orang naik mobil atau naik bus kota. Ini adalah salah satu perubahan penghidupan masyarakat Tiongkok dengan berjalannya waktu.

Di Wuhan kami ingin sekali mencoba naik bus dari rumah ipar saya menuju hampir
sampai terminal yang jaraknya diantaranya 25 km. Kami bayar ¥ 2.00 (kira-kira €0,20 atau 20 euro cent). Jarak jauh atau dekat kami harus bayar ¥ 2.00 saja. Bus di Wu-Han ada dua macam, ada bus yang bertingkat dua seperti di London, Inggris ada yang biasa satu tingkat. Naik bus kalau waktu masuk kerja dan pulang kerja penuh, tetapi kalau waktu sesudah itu agak sepih, tokh masih kira-kira 90% dari tempt duduk sudah diduduki orang. Di tempat pemberhentian bus ramai dengan suara bus karena banyak bus yang datang dan berangkat. Setiap menit pasti ada beberapa bus yang datang, tetapi bus pilihan anda harus tunggu diantara 3-5 menit saja. Kami tidak perlu tergesa-gesa untuk merebut bus. Busnya besar besar dan bersih seperti di negara-negara Barat. Dalam kunjungan kami ke Tiongkok yang dapat dikatakan setiap tahun, saya belum menjumpai kerusakan bus dijalanan.

Bus-bus yang kami lihat kebanyakan merknya Kinglong, Yutong etc. besar-besar,
ada yang dua tingkat ada yang satu tingkat. Dan semua kelihatannya kokoh kuat, kita sebagai penumpang juga dapat kesan bahwa bus-bus ini kokoh dan dari suaranya dapat ditafsir gaya tariknya kuat. Bus-bus ini sudah banyak diekspor ke Timur Tengah, Afrika, America latin, Eropa Timur dan Asia Tenggara. Ekspor bus-bus Tiongkok meningkat karena reputasinya dan sofistikasinya berkembang, ditambah dengan harga yang murah dibandingkan dengan Volvo atau MAN. Menurut koran Tiongkok per unit pada tahun 2006 harganya USA $ 33750. seharga mobil sedan pertengahan. Dari faktor-faktor tersebut diatas mau tidak mau akan mmpengaruhi dan menarik pemakaian bus Tiongkok di negara-negara yang maju. Dalam beberapa tahun yang akan datang memang Tiongkok tujuannya ialah mengekspor ke Eropa dan USA. Pada tahun 2005 ditaksir oleh Capgemini European Consulting firm, Tiongkok akan menjadi bus manufacturing giant dan juga bus export power. Dan taksiran ini memang sudah menjadi realitas ,  Tiongkok telah membuat 38 900 bus yang besar dan 55 900 bus yang sedang pada tahun 2005, atau “one-third of the world’s total.”

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/2142-renaisans-dan-pencerahan-di-tiongkok-2-made-in-china

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto