A+ A A-

17 Agustus Dan Kesadaran Budaya

  • Written by  Danardono
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Pada hari ini, bangsa kita, semua yang menjadi anak negeri ya anak bangsa, merayakan dengan rasa syukur proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Warisan yang bangsa muda ini bawa sebagai bekal, adalah warisan budaya (warisan harta tidak banyak, karena bangsa ini dikuras ber-abad abad).

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Sdr Indarto Tan menulis a.l.: "Sebagian kaum keturunan Tionghua Indonesia, moralitas yang diturunkan melalui keluarga masih ada sisa- sisanya. Tetapi, sisa ini semakin menipis, kalau boleh dikatakan sudah semakin hilang. Hilang diganti dengan berbagai macam konsep agama yang berbeda dan moralitas yang berbeda.

Sebagian kaum keturunan Tionghua Indonesia, moralitas yang diturunkan melalui keluarga masih ada sisa-sisanya. Tetapi, sisa ini semakin menipis, kalau boleh dikatakan sudah semakin hilang. Hilang diganti dengan berbagai macam konsep agama yang berbeda dan moralitas yang berbeda...."

Ini tidak saja terjadi pada kaum Tionghoa, namun juga pada kaum Jawa dan kelompok budaya lainnya, akibat libasan masa dan dampak globalisasi. Ini sangat menyedihkan.

Kalau kita menatap pada bangsa bangsa yang bergerak maju di Asia, yang kemarin masih papa, adalah bangsa bangsa yang mempunyai kesadaran budaya. India dan Tiongkok, adalah dua kebudayaan, yang sudah terbentuk ribuan tahun yang silam, ketika budaya Romawi, Farao, Persia kuno mencapai kejayaannya. mereka semua tenggelam, namun kedua bangsa budaya ini tetap memiliki jatidiri mereka, seperti ribuan tahun silam. Tanpa ada pemutusan kontinuitas budaya.
Juga Jepang yang telah menempa Shintoisme menjadi jatidiri spiritualnya, setia pada budayanya..

Nusantara, yang juga jaya pada abad abad pertama setelah masehi sampai akhir keprabuan Majapahit, telah kehilangan sinarnya. Kini muncul sebagai bangsa baru berjatidiri dan agama baru, sebagaimana bangsa bangsa baru di Asia: Bangla Desh, Pakistan, Philippina, Malaysia,Timor Leste dll.

Kalimat "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya", terutama juga mencakup artian "bangunlah menemukan kembali budaya". Keberhasilan bangsa ini menemukan jatidiri budayanya merupakan suatu conditio sine quanon bagi keberhasilan perjalanan bangsa ini.

RM Danardono Hadinoto

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onThursday, 13 September 2012 06:04
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/2276-17-agustus-dan-kesadaran-budaya

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto