A+ A A-

Benturan Budaya ?

  • Written by  Indarto Tan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Setelah sekian lama mengikuti perjalanan forum Budaya Tionghoa (BT) , kita melihat suatu gejala, bila ada orang dalam forum ini memposting sesuatu yang menyinggung jargon lapisan luarnya budaya Tionghua, seperti shio, ciam-si, sio-pwee, hong-sui, ci-sua dst. dst dan  bila diungkapkan dengan nada miring maka sudah pasti mengundang emosi pada teman teman yang masih berpegang pada tradisi Tionghua.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Sama halnya, mengungkapkan suatu masalah bila MENYEREMPET jargon ajaran Kristen / Katholik (selanjutnya disebut Kristen saja untuk mempersingkat) , misalnya “sorga”, “dosa asal”, “domba” dst. bila diungkapkan dengan nada miring, juga sama menimbulkan emosi-emosi ketidak senangan.

Ahkirnya mucul kekhawatiran sebagian rekan kita , apa yang disebut “debat agama” bila diteruskan akan menimbulkan perdebatan yang tidak berkesudahan.

Tetapi, ada juga rekan yang tidak merasa khawatir. Sebab, bila dipikir secara logis dengan pengertian bahwa orang beragama adalah orang yang terbina mentalitasnya (terkendali emosinya dan jernih pemikirannya), menghadapi pandangan-pandangan agamis yang berbeda, selama bukan caci-maki dan penghinaa sengaja, seharusnya, tidak perlu menghawatirkan sesuatu.

Masalahnya, ETIKA apa yang harus dipegang dalam menghadapi PERBEDAAN yang sifatnya mendasar ini ?

Anggota forum BT yang keturunan Tionghua, (tidak 100 persen) sudah terbagi menjadi dua kubu. Kubu penganut Kristen versus kubu yang masih MENGHARGAI ajaran Ru, Shi dan Dao. Sebatas “menghargai” lapisan luar diri ajaran Ru, Shi, Dao (Khonghucu, Buddha, Tao), sebab essensinya sendiri belum dipelajari.

Tetapi, satu hal yang unik, diatara kaum keturunan Tionghua penganut Kristen yang terhimpun dalam forum BT ini, tidak kurang yang gandrung terhadap Budaya Tionghua . Sikap mereka tulus, berusaha memecahkan soal landasan rohani yang bagaimana tanpa meninggalkan iman Kristen tetapi IDENTITAS KETIONGHUAANNYA tetap terjaga. Saya pribadi percaya, pencarian itu ahkirnya ketemu.

Budaya Tionghua tidak setuju sepenuhnya dengan “Benturan antar Peradaban” yang dikonsep oleh Samuel Huntington maupun “Global Paradox”nya John Naisbit. Budaya Tionghua  lebih menekankan Keharmonisan dalam hubungan antar manusia ketimbang benturan kerena paradoxal.

Analisa Max Weber dalam bukunya “Kapitalisme, Birokrasi dan Agama” mengatakan bahwa Tiongkok dan India tidak akan melahirkan kapitalisme ternyata juga meleset.

Karena ketidak pahaman akan budaya Tionghua, Dunia Barat selalu salah dalam memprediksi Tiongkok. Tahun 1989, dalam peristiwa Tian-an Men, Bush senior terang-terangan melalui “Operasi burung pipit” menyelamatkan mahasiswa mahasiswa pembangkan yang menuntut “partai Komunis turun !” Sekiranya saat itu pemerintah Tiongkok mengalah seperti yang dilakukan Gorbachev, Tiongkok pasti sudah berantakan seperti Uni sovyet. Tahun 1997, Hongkong kembali kepangkuan ibu pertiwi, majalah “Fortune” memprediksi Hongkong akan mati ! Ternyata prediksi ini juga salah !

Demikian juga, sekiranya rekan rekan Kristen bersedia mempelajari dasar-dasar paling pokok ajaran Ru, Shi, Dao, tidak melihat dunia ini sekedar hitam dan putih yang terpisah jelas, antar umat agama pasti bisa terjalin hubungan yang harmonis. Kita harus melepaskan satu sikap, hanya akulah yang paling benar, selainnya salah !

Bagi penganut Ru,Shi,Dao dengan enteng akan mengijinkan anaknya sekolah dimana saja, termasuk sekolah Kristen. Putri bungsu saya adalah seorang Kristen Protestan yang baik. Sebaliknya, apakah penganut Kristen
mengijinkan anaknya belajar disekolah bukan Kristen  ?

Sebuah sekolah tinggi theologi di Malang pernah memecat seorang siswa etnis Tionghua yang (kalau tidak salah) kurang satu tahun akan menyelesaikan pendidikannya. Mengapa dipecat ? Karena siswa tersebut sering kekelenting mempelajari budaya Tionghua, begitu saja !

Akhirnya siswa tersebut mendapat ganti rugi dan meneruskan pendidikan theologinya di Amerika serikat. Sampai sekarangpun dia tetap seorang Kristen yang baik dan tetap bersahat / berkomunikasi dengan teman-temannya yang beragam Ru maupun Tao !

Salam dari Indarto Tan

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onMonday, 29 October 2012 12:05
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/2462-benturan-budaya-

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto